Ambo satuju sangek jo pak AM. Cubo sajo kalau seluruh konsep founding father 
kito M. Hatta diaplikasikan di negara kito, tamasuak Koperasi, sajak 50 tahun 
lalu, ambo yakin negara kito akan semakmur negara-negara koperasi Skandinavia, 
taka Denmark, Swedia, Finlandia. Namun kito labiah mamiliah Kapitalisme murni. 
Betapa mulianya konsep beliau sebagai proklamator yang memikirkan pembangunan 
ekonomi rakyat Indonesia untuk ratusan tahun kedepan. Semoga Allah memberi 
beliau sorga yang indah atas jasa-jasa pemikiran beliau untuk bangsa. 


 Zorion_Anas 
*55yo
http://minangmaimbau.blogspot.com
http://zorionanas.blogspot.com
[email protected], [email protected], [email protected] 
Cel./HP No. :081384611336, 085811646566
Country code +62




________________________________
From: Armen Zulkarnain <[email protected]>
To: [email protected]
Cc: Saafroedin Bahar <[email protected]>
Sent: Sun, November 7, 2010 10:16:13 PM
Subject: Bls: [...@ntau-net] Duta wisata Sumatera Barat, kapan ya??


Assalamualaikum wr wb

Angku, mamak, bundo sarato dunsanak sapalanta RN nan ambo hormati, 

Pak Riri Mairizal Chaidir, Zorion Anas & pak Saaf yang baik, saya menangkap 
kesan selama ini pak Riri kurang memahami apa yang dimaksud dengan nagari di 
Sumatera Barat. Saya kira, memahami defenisi nagari tidak bisa melihat dari  
defenisi yang ada di undang-undang atau Perda saja, sebab masih banyak hal-hal 
yang belum tuntas tertuangkan dalam undang-undang atauPerda yang ada selama 
ini. 

Mengapa saya sebut demikian? sebab sudah berulang-ulang kali saya sebutkan 
bangunlah nagari dengan potensinya yang ada, sebagaimana yang sudah disebutkan 
kembali oleh pak Zorion Anas, memulai pembangunan pariwisata Sumbar dari skala 
nagari-nagari.

Saya kira, nagari adalah tatanan dasar kultural masyarakat minangkabau, yang 
mayoritas bermukim di Sumatera Barat (kecuali di kep. Mentawai). Nagari-lah 
yang  
memiliki tanah yang kita sebut dengan ulayat nagari yang terdiri dari 
pusako-pusako yang dimiliki oleh kaum-kaum yang bermukim pada sebuah nagari. 
Nagari pula yang memiliki sdm anak nagarinya yang kita sebut masyarakat nagari 
& 
kalangan perantaunya (bahkan ada banyak nagari-nagari di Sumbar yang 
populasinya 
hanya 4000-6000 jiwa namun perantaunya bisa mencapai 4-5 kali lebih banyak dari 
masyarakat nagarinya). 

Harapan saya adalah, kita sebagai masyarakat minang, melakukan sinergi bersama, 
memikirkan bagaimana membangun pariwisata yang berbasis nagari di Sumatera 
Barat. Salah satu pemikiran ini sudah pernah disebutkan oleh pak Mochtar Naim 
dengan membangun Badan Usaha Milik Nagari yang saya kira bisa mengelola suatu 
bisnis pariwisata yang ada di nagari  tersebut, dimiliki bersama oleh 
masyarakat 
nagari & dikelola secara profesional & dengan manajemen yang profesional pula.

Toh konsep koperasi dicetuskan oleh alm Dr.(H.C.) Drs. H. Mohammad Hatta, yang 
tentu saja bisa dilangsungkan pada nagari-nagari di ranah minang, yang 
berbisnis 
apa saja mulai dari sektor pariwisata, pertanian, perikanan, peternakan hingga 
UKM.  

Saya kira, seharusnya kita malu, sebab para "founding father" bangsa Indonesia 
ini (yang notabene mayoritas berasal dari minangkabau) bisa bersinergi 
bersama-sama memperjuangkan kemerdekaan  Republik Indonesia dari tangan 
Penjajah 
Hindia Belanda & Jepang, ditengah-tengah kondisi yang serba tak pasti, tidak 
memiliki negara, hanya memiliki SDM yang terbatas namun memiliki semangat & 
kebersamaan.

Setelah 60 tahun Indonesia merdeka, setelah banyak pakar-pakar dari berbagai 
bidang ilmu, setelah adanya pemerintahan resmi Indonesia hingga jajaran 
pemerintahan daerahnya, malah kita "urang awak" tidak bisa bersinergi 
bersama-sama memajukan ranah minang yang kita cintai ini.      Mohammad Hatta 

 
 

________________________________

1 Wakil Presiden Indonesia
Di kantor 
18 Agustus 1945 - 1 Desember 1956 
PresidenSoekarno 
Digantikan olehHamengkubuwono IX 
(Posisi kosong 1956-1973) 

________________________________

3 Perdana Menteri Indonesia
Di kantor 
29 Januari 1948 - 16 Januari 1950 
PresidenSukarno 
PendahuluAmir Sjarifoeddin 
Digantikan olehAbdul Halim 

________________________________

10 Menteri Luar Negeri Indonesia
Di kantor 
20 Desember 1949 - 6 September 1950 
PendahuluAgus Salim 
Digantikan olehMohammad Roem 

________________________________
 
Lahir12 Agustus 1902 [1] 
Bukittinggi , Sumatera Barat ,Hindia Belanda Timur 
Meninggal14 Maret 1980 (umur 77) [1] 
Jakarta , Indonesia 
Partai politikPNI 
Pasangan (s)Rahmi Rachim 
AgamaIslam 
Tanda tangan 
  

Saya kira, minangkabau punya banyak sdm yang bisa merumuskan hal ini untuk 
kepentingan 625 nagari & 64 KAN kota yang ada di 11 Kabupaten & 7 kota. Oleh 
karena itu saya selalu menyebutkannya membangun minangkabau yang satu bukan 
dalam konsep nagari per nagari, sehingga kita memiliki "think tank" yang 
berasal 
dari ratusan nagari-nagari yang ada, untuk melakukan beberapa "pilot project" 
di 
nagari-nagari yang  memiliki potensi pariwisata & melakukan pendampingan pada 
pemerintahan nagari & masyarakat nagarinya untuk bisa mengelola sebuah Badan 
Usaha Milik Nagari yang berbisnis disektor pariwisata.

Saya kira, dengan konsep yang jelas & organisasi BUMD yang terstruktur, 
pendanaan bisa diajukan pada lembaga keuangan syariah ada saat ini, begitu yang 
saya tangkap dari kesimpulan pak Remeo Pandji Alam (kepala Bank Indonesia - 
Sumbar) beberapa hari yang lalu ketika Seminar Kepemudaan di Palanta Walikota 
Padang.

So, semua terpulang pada kita bersama, yaitu urang awak yang  ada dimuka bumi 
ini (kenapa harus menunggu Pemda, bila perlu kita bangunkan Pemda dari 
tidurnya...)

wasalam

AZ- 32 th
Padang      

        
           



________________________________
Dari: Riri Mairizal Chaidir <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Ming, 7 November, 2010 14:36:21
Judul: RE: [...@ntau-net] Duta wisata Sumatera Barat, kapan ya??

 
Uda Zorion dan Dunsanak Sadonyo.
Maaf, walaupun tulisan Uda nampakya ditujukan ke Pak Saaf dan MAPPAS, tapi 
karena ada di jalur umum/ Palanta, mohon ijin ikut menanggapi.
Saya agak ragu dengan frase: "jadi motivatornya harusnya Pemda"
Kalau menurut saya, bicara tetang kewajiban Pemda, tentunya kita berbicara 
tentang perundangan. Kalau Pemda itu acuan utamanya tentunya UU 32 tahun 2004.  
Untuk Pemda, masalah pariwisata bukan merupakan "Urusan Wajib", tetapi 
merupakan 
Urusan Pilihan. Tentang ini bisa dilihat di:
Pasal 13 ayat (2):
Urusan pemerintahan kabupaten/kota yang bersifat pilihan meliputi urusan 
pemerintahan yang secara nyata ada dan berpotensi untuk meningkatkan 
kesejahteraan masyarakat sesuai dengan kondisi, kekhasan, dan potensi unggulan 
daerah yang bersangkutan.

Penjelasan Pasal 13 Ayat (2)
Yang dimaksud dengan “urusan pemerintahan yang secara nyata ada dalam ketentuan 
ini sesuai dengan kondisi, kekhasan dan potensi yang dimiliki antara lain 
pertambangan, perikanan, pertanian, perkebunan, kehutanan, pariwisata.
 
Apakah selama ini Pemda Sumbar (dan seluruh Kabupaten/ Kota) nya betul2 telah 
menganggap Pariwisata “secara nyata ada dan berpotensi untuk meningkatkan 
kesejahteraan masyarakat sesuai dengan kondisi, kekhasan, dan potensi unggulan 
daerah” ?
Kalau yang saya baca2 di Palanta ini, tampaknya belum tuh.
Jadi kalau ingin membuat Pemda merasa “harus”, yang pertama kali harus 
dilakukan 
adalah meyakinkan Pemda bahwa Pariwisata itu memenuhi klausul Pasal 13 ayat (2) 
tersebut.
Siapakah yang harus melakukan? Ya seperti saya sampaikan kemaren, ya orang atau 
pihak2 yang menyimpulkan bahwa Pariwisata itu memang potensial untuk Sumbar. 
Tentunya MAPPAS, dan/ atau Uda Zorion.
 
Lain halnya kalau kita tidak bicara Pariwisata Sumbar, tapi secara parsial, itu 
bisa saja dilakukan oleh salah satu Pemerintahan Daerah, misalnya Kota 
Sawahlunto. Atau Pemkab/ko lain secara terbatas – misalnya “bagaduru mambuek 
waterboom”, atau swasta yang mengembangkan wisata di sebagian Kepulauan 
Mentawai.
 
Mungkin kalau mau dicoba nagari per nagari, itu mungkin saja.
 
Tapi kalau bicara “Sumatera Barat”, Pemdanya harus diyakinkan dulu bahwa 
Pariwisata itu sangat memenuhi kriteria yang disebutkan oleh UU 32/2004, pasal 
13 ayat (2) di atas.
 
Riri
48/L/bekasi
 
 
From:[email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf 
Of 
Anzori
Sent: Sunday, November 07, 2010 10:34 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [...@ntau-net] Duta wisata Sumatera Barat, kapan ya??
 
Pk Saaf, saya selalu berharap untuk mulai dari hal yang kecil, yaitu 
Nagari-Nagari. Sayang nagari tidak punya panduan teknis, jadi motivatornya 
harusnya Pemda. Turisme bukan industri kemarin sore, jadi ilmu turisme sudah 
sangat luas dan banyak role model di sekeliling kita, jadi tidak harus membuat 
inovasi, hanya meniru dan meniru. Kalau meniru saja tidak bisa, kita mau jadi 
apa? Saya melihat tidak ada "sincere willingness", yang ada "money wise excuse" 
semata. Semua orang sudah sibuk dengan kepentingan pribadi, sehingga para 
leader 
hanya bersikap tunggu dropping. Mungkin MAPPAS bisa mulai dengan proyek contoh 
di suatu nagari?
 
Zorion_Anas 
*55yo
http://minangmaimbau.blogspot.com
http://zorionanas.blogspot.com
[email protected], [email protected], [email protected] 
Cel./HP No. :081384611336, 085811646566
Country code +62
 

________________________________
 
From:Dr Saafroedin Bahar <[email protected]>
To: Rantau Net <[email protected]>
Sent: Sat, November 6, 2010 12:40:29 PM
Subject: Re: [...@ntau-net] Duta wisata Sumatera Barat, kapan ya??

Sudah saya baca, Sanak Anzori. Sangat komprehensif dan realistik serta bisa 
ditindaklanjuti.
Tinggal satu masalah: siapa yang akan memulai langkah pertama?
Wassalam,
Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.

________________________________
 
From: Anzori <[email protected]> 
Sender: [email protected] 
Date: Fri, 5 Nov 2010 21:55:45 -0700 (PDT)
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected] 
Subject: Re: [...@ntau-net] Duta wisata Sumatera Barat, kapan ya??
 
"Siapakah yg bertanggungjawab mempersiapkannya ? Pemerintah Daerah ? Tokoh 
masyarakat ? Operator atau pemeduli pariwisata ? Apakah yg bertanggungjawab 
mempersiapkannya itu sudah siap? "
 -- 

 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib 
mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.



      

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
              • ... Riri Mairizal Chaidir
              • ... Riri Chaidir
              • ... Anzori
              • ... Riri Mairizal Chaidir
              • ... Riri Mairizal Chaidir
              • ... Armen Zulkarnain
              • ... Riri Mairizal Chaidir
              • ... asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang
              • ... andi ko
              • ... Anzori
              • ... Anzori
    • ... Anzori
  • ... asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang
    • ... Riri Mairizal Chaidir
      • ... Anzori
      • ... asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang
        • ... Riri Mairizal Chaidir
  • ... Abraham Ilyas

Kirim email ke