Ba a kato tukul baliak ka laptop...........kalo pun kadilanjutkan mungkin 
diubah 
namonyo peran nagari dalam menyikapi potensi wisata.
Memang utk duta2 ko peran efektifnya memang dirasa alun cukuik membawa dampak 
dan kadang kala dibeberapa daerah malah digunokan kesempatan ko manjadi 
objekan.  

Kita lihatlah, Jakarta nan manjadi ibukota, ndak kurang banyaknyo kontes2an 
iko, 
mulai abang none, miss Indonesia, Miss univers. Sampai kini parawisata Jakarta 
nan ndak jaleh konsebnyo ko alun marasokan dampaknyo. Rami urang ka Jakarta 
disebabkan karano sagalo halnyo jkt manjadi pusat dan 80% pitih ado di jkt 
perputarannya.
Sedangkan Bali yg dikenal dunia, mereka tidak perlu duta wisata, kalau Wakatobi 
memang menunjuk Nadine sebagai duta, itupun karena selain bekas putri 
Indonesia, 
Nadine suka olah raga selam yg memang jadi andalan dagangan parawisata 
Wakatobi. 
Raja Ampat tidak memakai duta, kaena yg jualan bule langsung melalui jejaring 
sosial dan utk ke Raja Ampat kita pun harus pesan jauh2 hari. Itulah perbedaan 
Raja Ampat dg Wakatobi, Raja Ampat tidak pakai duta2an sedangkan Wakatobi masih 
menganjalkan duta utk pencitraan, ini karena Wakatobi digerakan oleh pemerintah 
kabupatennya. Padahal tidak pakai dutapun orang sudah tahu Wakatobi dari 
jejaring sosial.
Menurut ambo, pemerintah cukup sebagai regulator dan supervisi sajo. Biakan 
pemberdayaan masyarakat yg berjalan. Tentunyo semua steakholder yg terlibat 
rajin malakukan evaluasi kegiatan dan kadang kalo haarus rajin juo maundang 
para 
pakar. Hilangkan perasaan urang nan sok tahu, nge bos dll lah. Ambo yakin Sum 
Bar bisa lari kancang. Kalo paralu wak jadikan kawasan yg dkt dg pulau Cubadak 
sebagai pilot project nyo....................................

Nanang, jkt




________________________________
Dari: Riri Mairizal Chaidir <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Sen, 8 November, 2010 11:21:38
Judul: RE: [...@ntau-net] Duta wisata Sumatera Barat, kapan ya??

 
Hehehe, gimana yah, cara ngomongnya.
 
Jadi saya ulang lagi begini Armen. Saya sama sekali tidak membahas tentang 
Nagari. 

Saya hanya mengkritisi frase dari tulisan Uda Zorion “harusnya Pemda”.
 
Saya katakana, kalau bicara Pemda, artinya bicara perundangan. Acuan pertamanya 
adalah UU 32/2004. Tentang mana yang harus mana yang tidak harus itu jelas ada 
di Pasal 13 beserta penjelasannya.
Menurut UU itu, urusan pariwisata bukan merupakan urusan wajib.
 
Simple toh.
 
Kok dibikin rumit seeeh …
 
Sama sekali saya tidak menyentuh “nagari” yang – saya mengamini kata2 Armen – 
tidak saya pahami. 

 
Riri
48/L/bekasi/
 
 
 
 
From:[email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf 
Of 
Armen Zulkarnain
Sent: Monday, November 08, 2010 11:02 AM
To: [email protected]
Subject: Bls: [...@ntau-net] Duta wisata Sumatera Barat, kapan ya??
 
pak Riri yang baik, apabila kita berbicara tentang Sumbar yang menyangkut 11 
Kabupaten (Tanah Datar, Agam, 50 Koto, Pasaman, Pasaman Barat, Padang Pariaman, 
Solok, Solok Selatan, Pesisir Selatan, Sinjunjung & Dharmasraya) & 7 Kota 
(Padang, Pariaman, Padangpanjang, Bukittinggi, Payakumbuh, Solok & Sawahlunto) 
pasti akan bersinggungan dengan topik nagari. Nagari adalah tatanan dasar 
sistem 
komunal & pemerintahan masyarakat minangkabau, sebab orang minang pasti 
memiliki 
"sako" dan "pusako" dimana kedua elemen ini basic-nya ada di nagari. Hanya 
kabupaten Kepulauan Mentawai saja yang tidak bersinggungan dengan "istilah" 
nagari di provinsi Sumatera Barat. 
 
Ada baiknya pak Riri memahami terlebih dahulu tentang nagari ini & saya yakin 
"inyiak google" sangat bisa membantu dalam hal ini. Saya kira, apapun aspeknya 
baik pertanian, perikanan, peternakan, industri kecil menengah, mitigasi & 
kebencanaan, pariwisata akan tetap bersinggungan dengan istilah nagari. Apabila 
kita menghindari topik nagari yang terjadi adalah semakin tergerusnya 
masyarakat 
minangkabau dari akar budaya. Saya yakin & percaya, setelah pak Riri memahami 
apa yang disebut dengan nagari, pak Riri akan memahami permasalahan di Sumatera 
Barat. salam ta'zim
 
AZ - 32 th
Padang           
 

________________________________
 
Dari:Riri Mairizal Chaidir <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Sen, 8 November, 2010 10:14:59
Judul: RE: [...@ntau-net] Duta wisata Sumatera Barat, kapan ya??
Armen, 
 
Hehe, maaf, kelihatannya ga nyambung nih komunikasi kita.
 
Jadi begini saja. Saya kembali kembali ke statement Armen kemaren  yang 
mengatakan saya “kurang memahami apa yang disebut nagari”.
 
Jawaban saya adalah, saya bukan “kurang memahami”, tapi malah “tidak memahami”.
 
Oleh sebab itu saya sama sekali tidak ikut membahas sesuatu dari aspek “nagari” 
nya. Silahkan lihat kembali posting saya yang merupakan komentar atas posting 
Uda Zorion itu. Sama sekali saya tidak membahas tentang nagari. Saya hanya 
membahas pernyataan da Zorion tentang “harusnya Pemda”.
 
Riri
48/L/Bekasi
 
  
 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib 
mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib 
mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
              • ... Dr Saafroedin Bahar
              • ... Riri Mairizal Chaidir
              • ... Dr Saafroedin Bahar
              • ... Riri Mairizal Chaidir
              • ... Riri Chaidir
              • ... Anzori
              • ... Riri Mairizal Chaidir
              • ... Riri Mairizal Chaidir
              • ... Armen Zulkarnain
              • ... Riri Mairizal Chaidir
              • ... asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang
              • ... andi ko
              • ... Anzori
              • ... Anzori
    • ... Anzori
  • ... asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang
    • ... Riri Mairizal Chaidir
      • ... Anzori
      • ... asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang
        • ... Riri Mairizal Chaidir
  • ... Abraham Ilyas

Kirim email ke