Bung Armen, saya percaya bahwa tidak ada data yg lengkap ttg nagari dan KAN di 
Sumbar. Mengapa ? Rasanya ada tiga sebabnya: 1) doktrin 'adat salingka nagari', 
yg secara otomatis menghambat atau tidak menimbulkan minat utk mempelajari 
nagari-nagari lain; 2) proses urbanisasi yg diakibatkan oleh sistem pendidikan 
nasional, sehingga banyak nagari yg mulai atau sudah lengang, yg tentu 
berpengaruh pd kondisi nagari dan KAN; dan 3) kemalasan berfikir mendalam dalam 
menangani masalaj.
Ada satu gejala yg tak banyak diperhatikan orang, yaitu telah terjadinya 
perobahan komposisi penduduk di Sumatera Barat. Di Sijunjung, Dharmasraya, dan 
Pesisir Selatan sudah banyak penduduk keturunan Jawa. Di Pasaman banyak 
keturunan Jawa dan Batak Mandahiling. Apakah ada yg meneliti hal ini ? Saya 
tidak tahu. Cepat atau lambat hal itu akan berpengaruh pada sistem nilai dan 
struktur sosial masyarakat Minangkabau di masa datang.
Sungguh, sampai sekarang saya masih tetap terheran-heran menyaksikan demikian 
kurangnya minat pada data perubahan komposisi demografi ini. 
Tokoh-tokoh kita terkesan percaya bahwa apa yg tersebut dalam pepatah petitih, 
itu juga yg ada dalam kenyataan. Dahulu mungkin, sekarang terkesan bahwa sudah 
banyak yg ber-ubah. 
Susahnya, sulit sekali mengajak tokoh-tokoh kita untuk melihat, menyadari, dan 
menanggapi perkembangan ini.
Upaya bung Armen yg tak kenal lelah dlm menghimpun data nagari serta 
menghubungkannya satu sama lain dalam jaringan internet adalah suatu terobosan 
besar. Nagari tak akan terisolir lagi. Syukurnya Kemkominfo dan Kem Kelautan 
dan Perikanan juga punya program yang sama, yg bisa disinergikan.
SKM GM merupakan sebuah upaya kecil agar identitas / jati diri Minang itu tetap 
terpelihara di tengah perubahan sosial dahsyat yg telah terjadi dengan diam tak 
menyolok di Minangkabau.
------Original Message------
From: Armen Zulkarnain
Sender: Rantau Net
To: Rantau Net
ReplyTo: Rantau Net
Subject: Bls: [...@ntau-net] Orang Minang! Dimana hebatmu dulu?
Sent: Jan 5, 2011 22:23

Assalammualaikum wr wb Angku, mamak, bundo sarato dunsanak sapalanta RN nan 
ambo hormati, Saya kira permasalahan tanah di Sumbar erat kaitan dengan 
keberadaan Kerapatan Adat Nagari (KAN) di ranah minang. Adakah dari angku, 
mamak, bundo sarato dunsanak sapalanta yang bisa memberikan saya berapa jumlah 
keseluruhan KAN yang ada di ranah minang? Saya kira LKAAM Sumbar pun saat ini 
tidak memiliki data tersebut. Hasil temuan saya dilapangan, hanya LKAAM di 
tingkat kota saja yang lumayan ada interaksi dengan KAN-KAN yang tersebar di 7 
kota (Padang - Pariaman - Padang Panjang - Bukittinggi - Payakumbuh - Solok & 
Sawahlunto). Hal ini dikarenakan wilayah yang kecil sehingga mudah dilakukan 
komunikasi sebab hanya kota Padang & Sawahlunto yang merupakan kota terluas 
wilayahnya di Sumbar. Bagaimana dengan  kabupaten? Saya melihat ada kesengajaan 
dari pemda setempat untuk tetap membiarkan KAN-KAN yang tersebar di pelosok 
minangkabau. Sebagai informasi, pemerintahan nagari tidak sama dengan KAN, baik 
dari wilayah maupun jumlah. Saat ini ada 629 pemerintahan nagari, dimana jumlah 
KAN lebih sedikit dari jumlah nagari-nagari di Sumatera Barat. Sebagai contoh 
di kecamatan Pancung Soal, Inderapura kab. Pesisir Selatan, terdapat 8 nagari 
dimana hanya ada 1 KAN yang meliputi seluruh ulayat di 8 nagari. Mengapa KAN 
sangat berkaitan dengan tanah ulayat? Hal ini karena sebenarnya pemegang 
otoritas dari ulayat kaum, ulayat suku & ulayat nagari adalah seluruh niniak 
mamak yang tergabung pada Kerapatan Adat Nagari (KAN) itu sendiri. Semenjak 
dihapuskannya pemerintahan nagari pada tahun 1979 di Sumatera Barat, saya 
melihat lambat laun fungsi KAN-KAN yang ada di nagari adat ini semakin melemah. 
Oleh sebab itu terkesan masing-masing pemda di 11 kabupaten & pemda provinsi 
membiarkan hal ini terjadi, dengan begitu ulayat nagari yang berupa hutan 
belantara bisa dialih fungsikan menjadi HGU oleh masing-masing pemda di 
Sumatera Barat.  So, apa tanggapan dari angku, mamak, bundo sarato adi dunsanak 
sapalanta RN nan ambo hormati? Salah satu upaya yang bisa saya lakukan adalah 
mencoba membangun kembali komunikasi antara masyarakat nagari yang ada 
diperantauan dengan pemerintahan nagarinya. Sudah menjadi rahasia umum, banyak 
penghulu-penghulu dari minangkabau saat ini bermukim di perantauan, terpisah 
dalam jarak & waktu yang berbeda hingga ke mancanegara. Oleh karena itu, 
izinkan saya mencoba merintis membangun website & mailing list di masing-masing 
pemerintahan nagari agar kedepan seluruh anak kemanakan bisa kembali 
berkomunikasi dengan pemerintahan nagarinya dan berupaya menguatkan kembali KAN 
nagari masing-masing. wasalam AZ - 32 th Padang  -- . * Posting yg berasal dari 
Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: 
~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi 
email, menjadi tanggung jawab pengirim email. 
=========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, 
melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail 
attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - 
Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, 
Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm 
melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email 
lama & mengganti subjeknya. 
=========================================================== Berhenti, bergabung 
kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. 
Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke