pak Saaf sarato angku, mamak, bundo adi dunsanak sapalanta RN nan ambo hormati,
Saya pernah berdebat dengan seorang sesepuh adat dari salah satu nagari di
dataran tinggi kabupaten Agam. Beliau menulis pada akun FBnya memaparkan bahwa
orang minang itu ketek banamo gadang bagala, kok indak taka itu indak baradat
namonyo. Kemudian saya mencoba menjelaskan, bahwa di sekitar wilayah
mudiak kabupaten 50 Koto hanya seorang penghulu saja yang memiliki gelar adat,
sedang laki-laki yang lain hanya memili nama. Sulit sekali meyakinkan beliau,
bahwa informasi yang saya berikan memang berlaku di wilayah mudiak 50 Koto .
Terkadang, kita hanya memahami adat di nagari asal kita sendiri, namun merasa
memahami kultural seisi minangkabau. Dan yang lebih parah lagi, terjadi rasa
kebanggaan yang berlebihan dan menganggap kondisi di nagari aman terkendali
walaupun sasako penghulu di kaum sendiri sudah talipek 30 tahun. Terkadang,
banyak dari kita orang minang menganggap pembangunan nagari adalah urusan
pemerintah daerah sesuai dengan perda-perda yang sudah ada saat ini.
Sekali lagi saya sebutkan, itu adalah pandangan ketidakmengertian kultural
berpikir orang minang yang paham adanya sinergi antara nan mambasuik dari bumi
dengan manitiak dari langik. Pemerintahan daerah sebagai satu sisi nan
manitiak
dari langik memerlukan "sparring partner" yaitu pemerintahan nagari & Kerapatan
Adat Nagari (KAN) sebagai poros nan mambasuik dari bumi. Siapa yang berada pada
KAN ini? adalah niniak mamak pangulu kaum nan gadang basa batuah yang mewakili
seluruh anak kemanakan sebagai pemilik sah ulayat nagari di Sumatera Barat.
Dari sekian banyak hal mencakup point dari nagari, ada beberapa pertanyaan
sederhana yang bisa dijadikan tolak ukur mengerti atau tidaknya kita tentang
nagari, saya kira beberapa daftar pertanyaan ini bisa kita jawab pada diri kita
masing-masing, yaitu :
1. Apo suku dunsanak?
2. Siapo pangulu dunsanak?
3. Barapo jumlah pangulu di kaum dunsanak? Apokah dunsanak punyo kontak
personnyo?
4. Barapo jumlah pangulu di suku dunsanak? Apokah dunsanak punyo kontak
personnyo?
5. Tantukah dimano pusako kaum sanak?
6. Tantukah dimano pusako suku dunsanak?
7. Siapo wali nagari dunsanak? Apokah dunsanak punyo kontak personnyo?
8. Apo potensi nan ado di nagari dunsanak?
9. Lai hapa sia sajo anggota kaum dunsanak?
10. .... masih banyak nan bisa ditanyokan, silahkan ditukuak jo dibilai
Saya kira mengenal nagari akan menimbulkan rasa memiliki, terhadap sako dan
pusako yang kita miliki sebagai identitas orang minangkabau.
Sebab ada pepatah lama menyebutkan, tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka
tak cinta.
Banyak maaf.
wasalam
AZ - 32 th
Padang
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.