Assalamualaikum ww para sanak sapalanta,
Berita di bawah ini cukup mengejutkan saya. Pimpinan LKAAM Sumbar lengkap dgn 
pakaian adat diberitakan mengunjungi lima tersangka korupsi, mantan pejabat, 
dengan alasan mereka adalah kemenakan yg sedang dalam kesusahan. Dengan kata 
lain, pimpinan LKAAM Sumbar secara pro aktif memberikan simpati kepada para 
tersangka tindak pidana korupsi ini. 
Langkah ini merupakan 'terobosan'  yang belum ada presedennya, sehingga para 
tersangka itu sendiri juga terkejut dengan kedatangan beliau-beliau itu.
Ada apa dengan LKAAM Sumbar ? Apa motif dan apa  tujuan yg hendak dicapai dgn 
kunjungan itu ? Apakah kunjungan ini akan dilanjutkan pada tersangka korupsi 
lainnya ? Tidakkah hal ini bisa diartikan kaum adat 'merestui' dan 'membela' 
korupsi, serta menantang secara frontal upaya pemberantasan korupsi sekarang 
ini ? Bagaimana menerangkan hal ini dari segi ABS SBK ?
Tolong para sanak sekalian mencerahkan saya tentang hal ini.
Wassalam,
SB.

------Original Message------
From: Uda Ilva
To: PERJALANAN ISLAM DALAM PENYEMPURNAAN ADAT MINANGKABAU
ReplyTo: Balas Komentar
Subject: [PERJALANAN ISLAM DALAM PENYEMPURNAAN ADAT MINANGKABAU] Padang, 
Padek—Pucuk pimpinan Lembaga Kerapat...
Sent: Jun 16, 2011 22:14

Uda Ilva mengirimkan sesuatu di PERJALANAN ISLAM DALAM PENYEMPURNAAN ADAT 
MINANGKABAU Uda Ilva 16 Juni 22:13 Padang, Padek—Pucuk pimpinan Lembaga 
Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar memberikan dukungan moril kepada 
pejabat dan mantan pejabat, yang menjadi tahanan, terdakwa dan terpidana kasus 
korupsi di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Muaro Padang, kemarin (15/6). Kelima 
pesakitan yang dibezuk tersebut adalah anggota DPR yang juga mantan Wali Kota 
Bukittinggi Djufri, mantan Ketua MUI Sumbar Nasrun Haroen, mantan Pj Bupati 
Pasaman Barat Zambri, mantan Kepala Bappeda Pasaman Barat, Mirwan Pulungan, dan 
mantan Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pauh IX periode 2004-2009, Kecamatan 
Kuranji, Martias. Dalam kunjungan sekitar pukul 14.00 WIB itu, Ketua LKAAM 
Sumbar M Sayuti Datuk Rajo Panghulu mengatakan, kunjungan itu untuk memberikan 
dorongan moril kepada mereka. “Selain itu, juga menampakkan muko nan janih, 
hati nan suci, sakik surang damam basamo, dalam susah, salang tenggang,” kata M 
Sayuti didampingi Kabid Kerja Sama Martius Datuk Marajo, Ketua LKAAM Padang, 
Zainuddin Husen Datuk Rajo Lenggang, Ketua LKAAM Kuranji, Komarudin Datuk 
Tanali, Sekretaris LKAAM Padang, Sutan Lukman dan Sekretaris LKAAM Sumbar, 
Syamsiri Malin Mulie. Mereka datang dengan baju kebesaran adat Minangkabau. 
“Inilah kepedulian kami terhadap kemanakan. Walaupun mereka terlibat kasus 
korupsi, tetapi mereka tetap menjadi kemanakan kami,” tambah M Sayuti. Para 
pesakitan terkejut dengan kehadiran ninik mamak Minangkabau itu. Sebab, selama 
ini mereka merasa telah dipojokkan. Pantauan Padang Ekspres, kondisi Djufri 
terlihat sehat. Begitu pula tahanan lainnya. Martias yang divonis tiga tahun 
dan mulai dipenjara pada April 2010, sempat menjalani operasi jantung di RS 
Harapan Kita Jakarta selama dua bulan. Martias mengaku sabar dan tabah 
menjalani hidup serta beramal selama di LP. “Selain itu, kami juga melakukan 
bedah kasus perseorangan dan memberikan bantuan bersifat moril. Sebab, di 
antara kami, masih ada yang belum dijatuhkan vonisnya,” imbuh Martias. Dia 
mengingatkan pejabat-pejabat di Sumbar lebih berhati-hati menangani 
program-program pemerintahan. Sebab, dia tidak ingin sampai bernasib sama 
dengan dirinya. “Pejabat lain, jangan mencoba ikuti jejak kami. Hidup di 
penjara sangat merugikan,” ungkapnya. Hal sama diungkapkan Djufri. Meski belum 
divonis bersalah oleh pengadilan, dia mencoba bersabar menghadapi kasus yang 
dihadapinya. “Kami hanya butuh doa dan dukungan,” pintanya. Selain membezuk 
kelima pesakitan itu, M Sayuti juga ingin melihat narapidana lainnya di LP. 
“Namun, waktu tidak memungkinkan untuk bisa tatap muka dengan mereka,” katanya. 
(di) [ Red/Redaksi_ILS ] Lihat Kiriman Ini di Facebook · Sunting Pengaturan 
Email · Balas email ini untuk menambahkan komentar. 
Saafroedin Bahar  Taqdir di tangan Allah, nasib di tangan kita.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke