Sanak Parapatiah,
Kan alah ado adigiomnyo KALAU BISA DIPERSULIT KENAPA DIPERMUDAH dan yg
memimpin dan calon pemimpin bapikiano sarupo investor.
Quick Return dgn High profit

On 7/7/11, [email protected] <[email protected]> wrote:
>
> Antah a nan sabanano tajadi goh. Di Eropah sono urang ingin basatu, malah
> negara disatuakan. Dek mrk bapandapek makin gadang dan basatu jadi kuat.
>
> Eh kok diawak, dek maarokan sidakah (DAU, DAK) dari pusat, malah ingin
> basiarak jo dunsanak. Propinsi dibalah, kabupaten di preteli, kecamatan
> dicomot, nagari dibagi, jorong atah ka gorong lo lai.
>
> Apo iyo dakek jo pemerintahan (prov, kab) mako manjadi elok pembangunan.
> Nama nan kacontoh. Bari mambangun kantua megah iyo, itu dek maarokan
> manautujui proyek. Kann tando tangan ado aragono. Masalah nagari (prov, kab)
> urusan bulakang, toh den ndak sato lai.
>
> Kalau dipadiakan, iyo kahanyuik sanagari (negara) awakko. Iko dek alah jadi
> niak manaangan tangan maarokan sidakah cako.
>
> Handakno, pemimpin mambari sumangat, mamotivasi, mambuka peluang supayo
> wargano basatu, sailia samudiak, samo manyinsiangkan langan baju mambangun
> nagari baik hardware (ekonomi) maupun software (pendidikan) sahinggo bisa
> berdikari. Jan mangeluh, awak indak punyo SDA, jadi sulik kamaju. Jepang
> (nan ado aia jo batu janno), Singapore (aia sajo mambali) baa mangko bisa.
> Kann iyo cadiak nan paralu.
>
> Ayo bangsaku bersatulah awak, pagadang kemampuan, kalau paralu satukan
> babarapo kabupaten/kota, apolai nagari,. Jan nagari nan dibalah. Surau
> diruntuahi, kudian suku gai dibalah. Campakan lah duh. Itu karajo urang nan
> ingin jadi rajo ketek samiang no duh.
>
> Salam
> St. Parapatiah 58 Jkt
> Sent from my powered by Sinyal Kuat INDOSAT.BlackBerry®
> “rang awak bisano samo bakarajo, indak bisa bakarajo samo”
> ==bersama menebar rahmat, TDA==
>
> -----Original Message-----
> From: "Joesrinal" <[email protected]>
> Sender: [email protected]
> Date: Tue, 05 Jul 2011 12:56:26
> To: [email protected]<[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: RE: [R@ntau-Net] RUU DESA Versi DPD ANCAM NAGARI
>
> Sato ciek...sabana nyo pemekaran Nagari/Jo rong...nan jaleh mangamcam
> ...tanah pusako tinggi,nan kasudahanyo urang bacakak rami... Baa tu
> Dunsanak2..wass
> -----Original Message-----
> From: Nofendri T. Lare
> Sent:  05/07/2011, 1:46  PM
> To: [email protected]
> Subject: RE: [R@ntau-Net] RUU DESA Versi DPD ANCAM NAGARI
>
>
> GUBERNUR SURATI BUPATI, KAJI PEMEKARAN NAGARI
> Selasa, 05 Juli 2011 02:37
>
> PADANG, HALUAN - Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Desa yang memunculkan
> wacana adanya alokasi bantuan lebih besar untuk desa, telah memicu semangat
> pemekaran wilayah administrasi Pemerintahan Nagari di Sumbar.
>
> Namun ternyata tidak semu-dah itu untuk memekarkan nagari. Sebab berdasarkan
> pasal 2 ayat (1) PP No.72 tahun 2005, desa harus dibentuk atas prakarsa
> masyarakat dengan mem-perha-tikan asal usul desa dan kondisi sosial budaya
> masyarakatnya.
>
> Karena itu pula, Gubernur Sumbar melayangkan surat untuk seluruh bupati di
> Sumbar, yang meminta agar para bupati mela-kukan kajian dan analisa serta
> kesepakatan ninik mamak, alim ulama dan cerdik pandai serta tokoh masyarakat
> nagari yang akan dime-karkan.
>
> Kepala Biro Pemerintahan dan Kependudukan Setdaprov Sumbar, Fachril Murad
> kepada Haluan Senin (5/7), di Padang menga-takan, RUU tentang Desa
> benar-benar telah mempesona sebagain daerah kabupaten di Sumbar.
>
> "Salah satunya Pemkab Pesisir Selatan yang secara drastis meme-karkan nagari
> di daerahnya hingga mencapai 183 nagari. Padahal awalnya hanya berjumlah
> sekitar 76 nagari," terang Fachril.
>
> Dalam suratnya tertanggal 10 Juni 2011 yang ditujukan kepada seluruh bupati,
> Gubernur Sumbar menyebutkan, pemekaran nagari membawa konse-kwensi
> penye-diaan PNS untuk jabatan Sekre-taris -Nagari. Sebab berdasarkan UU
> No.32 tahun 2004 dan Permendagri No.72 tahun 2005, jabatan Sekretaris Nagari
> diisi oleh PNS.
>
> Selanjutnya pemekaran nagari dapat dilakukan atas prakarsa masyarakat dengan
> memperhatikan asal usulnya dan kondisi sosial budaya masyarakat, sehingga
> dalam hal ini perlu pengkajian dan analisa serta kesepakatan ninik mamak,
> alim ulama dan cerdik pandai serta tokoh masyarakat nagari yang akan
> dimekarkan.
>
> Konsekwensi lainnya dari pemekaran nagari yang harus ditanggung daerah
> adalah kewa-jiban Pemkab untuk mem-berikan alokasi dana desa minimal 10
> persen dari dana perimbangan yang diterima kabupaten setelah dikurangi
> belanja pegawai.
>
> "Korelasinya, semakin banyak jumlah nagari maka semakin kecil dana yang
> diterima oleh Peme-rintahan Nagari, sehingga keman-dirian dan otonomi Nagari
> semakin sulit diwujudkan," katanya.
>
> Ditambahkan Gubernur, ber-tam--bahnya jumlah nagari juga akan menam-bah
> jumlah jorong/Korong/kampong. Tentunya hal ini akan semakin mem-beratkan
> APBD kabupaten untuk membiayai honor Kepala Jorong/Korong/Kampung dan juga
> honor Kepala UIrusan dan staf yang akan mengisi struktur organisasi
> Peme-rintahan Nagari hasl pemekaran.
>
> "Kondisi ini tentunya bakal menye-dot anggaran untuk meme-nuhi kebu-tuhan
> Pemerintahan Nagari hasil pemekaran, baik sarana dan parasarana serta
> belanja aparaturnya. Jadi diminta saudara untuk mengkajinya lebih dalam
> dulu," jelasnya.
>
> Alangkah baiknya jika para bupati  memfokuskan perhatian-nya untuk pembinaan
> berke-lanjutan terhadap Pemerintahan Nagari. Selain itu juga diminta
> mengalokasikan anggarannya untuk melaksanakan Diklat Peningkatan Kompetensi
> Sekre-taris Na-gari/Desa yang telah diangkat sebagai -PNS sebagai pengganti
> Diklat Pr-ajabatan yang tidak mereka ikuti-.
>
> Rakor
>
> Sementara mulai malam ini Selasa (5/7), Pemprov -Sumbar menggelar Rapat
> Koordin-asi Aparat Pembina Pemerin-tahan Terendah di salah satu hotel di
> Bukittinggi. Peserta yang hadir dianta-ranya Ketua LKAAM, Ketua Forwana
> se-Sumbar dan para Kabag Pemerin-tahan Nagari seluruh Pemkab di Sumbar.
>
> Kegiatan ini dimaksudkan untuk menghasilkan rumusan yang akan disampaikan ke
> pemerintah pusat terhadap RUU tentang Desa yang diusulkan Kemendagri.
>
> "Kita akan membahas RUU tentang Desa yang merupakan usulan dari Kemendagri.
> Rumusan pertemuan itu akan kita sampaikan ke Mendagri sebagai sebuah
> ma-sukan," kata fachril Murad. (h/vie)
>
> Wassalam
> Nofend/34+/M-CKRG
>
> => MARI KITA RAMaIKAN PALANTA SESUAI DENGAN VISI-NYA!!
> Forum komunikasi, diskusi dan silaturahmi menggunakan email ini sangat
> dianjurkan selalu dalam koridor topik: yang berhubungan dengan Ranah Minang,
> Urang Awak di ranah dan rantau, Adat dan Budaya Minangkabau serta Provinsi
> Sumatera Barat.
>
> -----Original Message-----
> From: [email protected] [mailto:[email protected]]
> Sent: 04 Juli 2011 10:18
>
> RUU DESA Versi DPD ANCAM NAGARI
> Harian Haluan, Senin, 4 Juli 2011
>
> Asraferi Sabri
>
> Kementerian Dalam Ne--geri, sejak dua tahun lalu, merencanakan me-mecah UU
> 32/2004. UU ter-sebut awalnya mencakup/mengatur tentang Pe-me-rintahan
> Daerah, Pimi-lukada dan tentang Desa. Pemerintah akan me-me-cahnya menjadi
> tiga UU. Masing-masing berdiri sendiri. Sekarang, ada dua RUU tentang Desa,
> sedang diproses. Pertama, yang disusun Mendagri (baca; pemerintah). Kedua,
> yang disusun DPD (Dewan Perwakilan Daerah).
>
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke