Assalamualaikum
w.w 

 

Angku2/Bapak2/Ibu2/
sarato dunsanak dipalanta nanambo hormati

 

Sato ambo saketek tentang persolan yang saat ini
sedang angat-angatnya dibicarakan yaitu, tentang UU pemerintahan Desa, yang
konon kabarnya sebentar lagi akan dibicarakan di DPR pusat, maka sehubungan
dengan itu bersama ini  izikanlah ambo
memberikan inpormasi yang mungkin ada gunanya sehubungan dengan hal tersebut. 
Selama
ini ada beberapa pendapat  yang  sering kita dengar kenapa nagari dirobah
menjadi Desa di Sumatera Barat, alasan tersebut antara lain adalah : Yang 
pertama, disebabkan oleh keluarnya UU no. 5 tahun 1979 Tentang
pemerintahan Desa, Yang ke dua, adalah
bertujuan untuk mendapatkan dana pembangunan 
lebih besar dari pusat, untuk Sumbar. 

Jika
kita lihat kebelakang, yaitu sebelum UU no 5 tahun 1979 keluar, jumlah Jorong
Suimatera Barat yang di samakan dengan Desa di luar Sumatera Barat sudah
berjumlah 3.516 Jorong, hal tersebut sesuai dengan Surat Keputusan Mendagri
dibawah ini :

 

(1)  
SK Mendagri no. 17
tahun 1977 tentang penetapan Jumlah Desa di Seluruh Indonesia, yang mana di
Sumbar telah di tetapkan Jumlah Desa sebanyak 
3.516 Desa.

(2)  
Dan hal tersebut di
pertegas oleh  SK Mendagri no. 379  tahun 1977 untuk hal yang sama.

 

Kemudian
di ikuti oleh  SK Gebernur Sumbar, pada
waktu itu adalah  Sbb:

  
     SK Gubernur Kepala Daerah
Sumatera Barat no. 257 tahun 1977, tgl 23 Juli  tahun 1977 dan surat penjelasan 
SK 105 tgl 22
Juli 1977.

 

a.     
Jumlah  3.516 Desa dimaksud sama dengan Jumlah Jorong
dalam Daerah Tingkat II di Sumatera Barat, dengan pengrertian, bahwa Jorong
Sama dengan Desa dan merupakan bagian dari nagari

b.     
Hak Otonomi
tetap dimiliki oleh Nagari, begitu juga lembaga-lembaga dalam Krapatan Nagari,
seperti pengadilan perdamaian nagari, tetap  merupakan perangkat Pemerintahan 
Nagari.

     

 UU no. 5 tahun
1979, tidak mengahruskan terjadinya perobahan Nagari Jadi Desa,  Berobahnya 
Nagari Jadi Desa, itu adalah
kehinginan dari pemerintahan Sumatera Barat pada waktu itu, dengan mengeluarkan
SK Gebernur Sumbar no. 162 tahun 1983 tgl 1 Agustus 1983, yang berjarak ampir 4
      tahun antara keluarnya UU no. 5
tahun 1979 dengan SK Gubernur Sumbar 
tersebut.

 

Alasan untuk mendapatkan dana pembangunan lebih
banyak dari             pusat,   yaitu dengan memperbanyak jumlah Desa, itupun
rasanya tidak beralasan, seperti yang telah kita kemukan diatas

Kemudian, Pemda Sumatera Barat mengeluarkan Perda
no.13 tahun 1983. yang menyatakan Nagari sebagai kumpulan masyarakat Adat. Hal
tersebut mungkin setelah dibrasakan dan disadari adanya kekeliruan yang 
menimbulkan
permasalahan yang di akibat perobahan Nagari jadi Desa, malah ada yang
mengatakan “sebagai pujuak mampagadang tangih”

      
Selanjutnya jika kita lihat perkembang yang ada sampai pada saat ini, yang
mana jumlah Nagari, Desa, dan Kelurahan di Sumatera Barat berjumlah 1013 buah,
jadi kalau di bandingkan dengan jumlah Jorong yang telah di samakan dengan Desa
di luar Sumbar pada tahun 1977, yang mana berjumlah Jorong sebesar 3,516 buah.
Kita tidak tahu kenapa jumlah tersebut malah menjadi kecil sampai saat ini, jika
dibandingkan dengan sebelum keluarnya UU no.5 1979. 

      
Itulah inpormasi yang dapek ambo sampikan, dengan harapan kiranya jangan
sampai duo kali urang tuo kahilang tunggkek, atau jangan sampai dapek pinjaik
hilang kapak, atau gadang batuka jo nan ketek, nan gadang maimbuah pulo, semoga
bermanfaat hendaknya, mohon maaf bila ado kesalahan, dan terima kasih ateh
sagalo perhatian.

 

Wassalam,

 

Azmi  Dt.
Bagindo (59)

 

 

 

 



--- Pada Kam, 7/7/11, Darwin Chalidi <[email protected]> menulis:

Dari: Darwin Chalidi <[email protected]>
Judul: Re: [R@ntau-Net] RUU DESA Versi DPD ANCAM NAGARI
Kepada: [email protected]
Tanggal: Kamis, 7 Juli, 2011, 6:40 PM

Sanak Parapatiah,
Kan alah ado adigiomnyo KALAU BISA DIPERSULIT KENAPA DIPERMUDAH dan yg
memimpin dan calon pemimpin bapikiano sarupo investor.
Quick Return dgn High profit

On 7/7/11, [email protected] <[email protected]> wrote:
>
> Antah a nan sabanano tajadi goh. Di Eropah sono urang ingin basatu, malah
> negara disatuakan. Dek mrk bapandapek makin gadang dan basatu jadi kuat.
>
> Eh kok diawak, dek maarokan sidakah (DAU, DAK) dari pusat, malah ingin
> basiarak jo dunsanak. Propinsi dibalah, kabupaten di preteli, kecamatan
> dicomot, nagari dibagi, jorong atah ka gorong lo lai.
>
> Apo iyo dakek jo pemerintahan (prov, kab) mako manjadi elok pembangunan.
> Nama nan kacontoh. Bari mambangun kantua megah iyo, itu dek maarokan
> manautujui proyek. Kann tando tangan ado aragono. Masalah nagari (prov, kab)
> urusan bulakang, toh den ndak sato lai.
>
> Kalau dipadiakan, iyo kahanyuik sanagari (negara) awakko. Iko dek alah jadi
> niak manaangan tangan maarokan sidakah cako.
>
> Handakno, pemimpin mambari sumangat, mamotivasi, mambuka peluang supayo
> wargano basatu, sailia samudiak, samo manyinsiangkan langan baju mambangun
> nagari baik hardware (ekonomi) maupun software (pendidikan) sahinggo bisa
> berdikari. Jan mangeluh, awak indak punyo SDA, jadi sulik kamaju. Jepang
> (nan ado aia jo batu janno), Singapore (aia sajo mambali) baa mangko bisa.
> Kann iyo cadiak nan paralu.
>
> Ayo bangsaku bersatulah awak, pagadang kemampuan, kalau paralu satukan
> babarapo kabupaten/kota, apolai nagari,. Jan nagari nan dibalah. Surau
> diruntuahi, kudian suku gai dibalah. Campakan lah duh. Itu karajo urang nan
> ingin jadi rajo ketek samiang no duh.
>
> Salam
> St. Parapatiah 58 Jkt
> Sent from my powered by Sinyal Kuat INDOSAT.BlackBerry®
> “rang awak bisano samo bakarajo, indak bisa bakarajo samo”
> ==bersama menebar rahmat, TDA==
>
> -----Original Message-----
> From: "Joesrinal" <[email protected]>
> Sender: [email protected]
> Date: Tue, 05 Jul 2011 12:56:26
> To: [email protected]<[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: RE: [R@ntau-Net] RUU DESA Versi DPD ANCAM NAGARI
>
> Sato ciek...sabana nyo pemekaran Nagari/Jo rong...nan jaleh mangamcam
> ...tanah pusako tinggi,nan kasudahanyo urang bacakak rami... Baa tu
> Dunsanak2..wass
> -----Original Message-----
> From: Nofendri T. Lare
> Sent:  05/07/2011, 1:46  PM
> To: [email protected]
> Subject: RE: [R@ntau-Net] RUU DESA Versi DPD ANCAM NAGARI
>
>
> GUBERNUR SURATI BUPATI, KAJI PEMEKARAN NAGARI
> Selasa, 05 Juli 2011 02:37
>
> PADANG, HALUAN - Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Desa yang memunculkan
> wacana adanya alokasi bantuan lebih besar untuk desa, telah memicu semangat
> pemekaran wilayah administrasi Pemerintahan Nagari di Sumbar.
>
> Namun ternyata tidak semu-dah itu untuk memekarkan nagari. Sebab berdasarkan
> pasal 2 ayat (1) PP No.72 tahun 2005, desa harus dibentuk atas prakarsa
> masyarakat dengan mem-perha-tikan asal usul desa dan kondisi sosial budaya
> masyarakatnya.
>
> Karena itu pula, Gubernur Sumbar melayangkan surat untuk seluruh bupati di
> Sumbar, yang meminta agar para bupati mela-kukan kajian dan analisa serta
> kesepakatan ninik mamak, alim ulama dan cerdik pandai serta tokoh masyarakat
> nagari yang akan dime-karkan.
>
> Kepala Biro Pemerintahan dan Kependudukan Setdaprov Sumbar, Fachril Murad
> kepada Haluan Senin (5/7), di Padang menga-takan, RUU tentang Desa
> benar-benar telah mempesona sebagain daerah kabupaten di Sumbar.
>
> "Salah satunya Pemkab Pesisir Selatan yang secara drastis meme-karkan nagari
> di daerahnya hingga mencapai 183 nagari. Padahal awalnya hanya berjumlah
> sekitar 76 nagari," terang Fachril.
>
> Dalam suratnya tertanggal 10 Juni 2011 yang ditujukan kepada seluruh bupati,
> Gubernur Sumbar menyebutkan, pemekaran nagari membawa konse-kwensi
> penye-diaan PNS untuk jabatan Sekre-taris -Nagari. Sebab berdasarkan UU
> No.32 tahun 2004 dan Permendagri No.72 tahun 2005, jabatan Sekretaris Nagari
> diisi oleh PNS.
>
> Selanjutnya pemekaran nagari dapat dilakukan atas prakarsa masyarakat dengan
> memperhatikan asal usulnya dan kondisi sosial budaya masyarakat, sehingga
> dalam hal ini perlu pengkajian dan analisa serta kesepakatan ninik mamak,
> alim ulama dan cerdik pandai serta tokoh masyarakat nagari yang akan
> dimekarkan.
>
> Konsekwensi lainnya dari pemekaran nagari yang harus ditanggung daerah
> adalah kewa-jiban Pemkab untuk mem-berikan alokasi dana desa minimal 10
> persen dari dana perimbangan yang diterima kabupaten setelah dikurangi
> belanja pegawai.
>
> "Korelasinya, semakin banyak jumlah nagari maka semakin kecil dana yang
> diterima oleh Peme-rintahan Nagari, sehingga keman-dirian dan otonomi Nagari
> semakin sulit diwujudkan," katanya.
>
> Ditambahkan Gubernur, ber-tam--bahnya jumlah nagari juga akan menam-bah
> jumlah jorong/Korong/kampong. Tentunya hal ini akan semakin mem-beratkan
> APBD kabupaten untuk membiayai honor Kepala Jorong/Korong/Kampung dan juga
> honor Kepala UIrusan dan staf yang akan mengisi struktur organisasi
> Peme-rintahan Nagari hasl pemekaran.
>
> "Kondisi ini tentunya bakal menye-dot anggaran untuk meme-nuhi kebu-tuhan
> Pemerintahan Nagari hasil pemekaran, baik sarana dan parasarana serta
> belanja aparaturnya. Jadi diminta saudara untuk mengkajinya lebih dalam
> dulu," jelasnya.
>
> Alangkah baiknya jika para bupati  memfokuskan perhatian-nya untuk pembinaan
> berke-lanjutan terhadap Pemerintahan Nagari. Selain itu juga diminta
> mengalokasikan anggarannya untuk melaksanakan Diklat Peningkatan Kompetensi
> Sekre-taris Na-gari/Desa yang telah diangkat sebagai -PNS sebagai pengganti
> Diklat Pr-ajabatan yang tidak mereka ikuti-.
>
> Rakor
>
> Sementara mulai malam ini Selasa (5/7), Pemprov -Sumbar menggelar Rapat
> Koordin-asi Aparat Pembina Pemerin-tahan Terendah di salah satu hotel di
> Bukittinggi. Peserta yang hadir dianta-ranya Ketua LKAAM, Ketua Forwana
> se-Sumbar dan para Kabag Pemerin-tahan Nagari seluruh Pemkab di Sumbar.
>
> Kegiatan ini dimaksudkan untuk menghasilkan rumusan yang akan disampaikan ke
> pemerintah pusat terhadap RUU tentang Desa yang diusulkan Kemendagri.
>
> "Kita akan membahas RUU tentang Desa yang merupakan usulan dari Kemendagri.
> Rumusan pertemuan itu akan kita sampaikan ke Mendagri sebagai sebuah
> ma-sukan," kata fachril Murad. (h/vie)
>
> Wassalam
> Nofend/34+/M-CKRG
>
> => MARI KITA RAMaIKAN PALANTA SESUAI DENGAN VISI-NYA!!
> Forum komunikasi, diskusi dan silaturahmi menggunakan email ini sangat
> dianjurkan selalu dalam koridor topik: yang berhubungan dengan Ranah Minang,
> Urang Awak di ranah dan rantau, Adat dan Budaya Minangkabau serta Provinsi
> Sumatera Barat.
>
> -----Original Message-----
> From: [email protected] [mailto:[email protected]]
> Sent: 04 Juli 2011 10:18
>
> RUU DESA Versi DPD ANCAM NAGARI
> Harian Haluan, Senin, 4 Juli 2011
>
> Asraferi Sabri
>
> Kementerian Dalam Ne--geri, sejak dua tahun lalu, merencanakan me-mecah UU
> 32/2004. UU ter-sebut awalnya mencakup/mengatur tentang Pe-me-rintahan
> Daerah, Pimi-lukada dan tentang Desa. Pemerintah akan me-me-cahnya menjadi
> tiga UU. Masing-masing berdiri sendiri. Sekarang, ada dua RUU tentang Desa,
> sedang diproses. Pertama, yang disusun Mendagri (baca; pemerintah). Kedua,
> yang disusun DPD (Dewan Perwakilan Daerah).
>
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke