Ha......ha......hari ginie (kato2 anak mudo di Jakarta) ndak do koropsi 
(mudah2an setelah membaco tulisan bapak kito sadonyo dijauhkan dari korupsi 
terutamo nan bahubungan jo jalan raya). Menenai tulisan paka Baktiar Muin 
memang 
batua, kalo utk spesefikasi sekian utk ukuran tonase sekian, yg menjadi masalah 
adolah daya dukuang tanah. Kondisi nagari awak nan lereng jo lambah itu nan 
kurang memungkinkan tonase gadang nan lewat. Kasus Sitinjau Lauik, longsor 
merupakan momok yg sangat menakuikkan. Jan kan nagari awak, sepanjang jalur 
pulau jawa sajo baratuih2 meter malah baratuik kilo meter jalan rusak parah, 
itu 
nan daya dukuang tanahnyo kareh dan merupokan urek nadi pertumbuahan nasional. 
Memang pembatasan tonase merupakan solusi dan jua manjadi sumber penghematan 
utk 
negara dari sisi pemborosan perawatan jalan nan menyedot anggaran negara yg 
ndak 
tanguang2. Dijawa sajo jalan lah takah tu parahnyo apolagi di ranah nan 
anggarannyo tabatas.
Ide yg terbaik utk kargo diranah adolah transpor kereta api. Dipisahkan antaro 
umum jo barang merupakan sebuah kecerdasan dari pado tiok tahun banyaknyo 
angaran terserap utk perbaikan jalan raya di Sum Bar. Potensi ATM nyo sangaik 
gadang disiko.


Nanang, Jkt



________________________________
Dari: "[email protected]" <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Rab, 13 Juli, 2011 10:27:20
Judul: Re: [R@ntau-Net] RE: Tonase Truk di Sumbar

Assalamualaikum.

Bahaso Aluih pak Bakhtiar Muin..barangkali, jauhkan penyelewengan/korupsi 
ketika 
membangun jalan raya!!tapi bisa kah?? Agak mustahil pembangunan projek apapun 
di 
Indonesia bebas dari korupsi..

Ramalan Pak BM memang hampir tapek bana : akan melahirkan pungli/korupsi nan 
baru pulo..ka ba'a juo lai..susah bana membenteras budaya korupsi nan alah 
mendarah dagiang..terutama bagi para 'tukang teken'...

Maaf kalau indak berkenan..

Wassalam

Ryan 44 Ipoh
Sent by DiGi from my BlackBerry® Smartphone
________________________________

From:  "Bakhtiar Muin PhD" <[email protected]> 
Sender:  [email protected] 
Date: Wed, 13 Jul 2011 07:21:39 +0700
To: <[email protected]>
ReplyTo:  [email protected] 
Cc: <[email protected]>
Subject: [R@ntau-Net] RE: Tonase Truk di Sumbar

Assalamualaikum:
 
Daya dukung jalannya yg harus ditingkatkan, bukan membatasi truk2  berkapasitas 
40 ton. Tekanan ban maksimal 100 kg/cm2. Kalau jalannya dikerjakan dgn baik, 
ngak bakalan jalannya rusak. Jalan non toll Jakarta- Bandung, dilalui truk2 
dengan muatan lebih dari 40 ton, jalannya mulus saja, kecuali dekat ke 
Cikampek, 
tanah dasarnya tidak begitu bagus.
 
Kalau jalan2 lintas Sumatera dikerjakan dengan baik, sesuai dengan design dan 
spesifikasinya, truk muatan berapapun, jalannya tidak bakal rusak. Membatasi 
tonnage truk, menyuburkan korupsi, menyuburkan pungli.
 
PT Semen Padang menghasilkan semen 6 juta ton pertahun. Jalan Trans Sumatera, 
bisa pakai beton, batu banyak, semen berlimpah, murah meriah.
Jalan yg ada sekarang dilapisi beton saja 35 cm, bisa tahan paling tidak 20-40 
tahun. Sekali lima tahun dilapisi aspal 5 cm.
 
Wassalam
Bakhtiar Muin
 
 Topik: Tonase Truk di Sumbar
[email protected] Jul 12 01:44PM ^
 
Babarapo waktu yang lalu ambo pernah mangabakan kondisi jalur tengah jalan 
lintas Sumatra antaro Muaro Bungo - Solok-Padang
 
Jalan nan lumayan leba dan luruih didisain untuak kecepatan sekitar 100km/jam. 
Bahkan pado spot tertentu speedometer oto ambo bisa mancapai 160km/jam untuk 
beberapa menit
 
Sejak ratusan truk batubara serta CPO jo nan bermuatan semen mengangkut muatan 
sekitar 40 ton jalan itu mulai hancua
Bulan yang lewat ambo menempuh jalur tersebut lebih banyak menggunakan 
persnelling 2-3 sajo. Kecepatan sekitar 20-40 km sajo
 
Sejak beberapa bulan yang lewat alah diagiah tau dek Muspida supaya muatan 
kendaraan tsb tidak melebihi ketentuan yang berlaku
 
Terhitung 1 July diadakan lagi sosialisasi dilapangan supaya aturan tsb 
dipatuhi. Mulai kemaren dilakukan penilangan di jembatan timbang oleh Tim 
Terpadu dan STNK mobil yang bermasalah distempel
 
Kalau stempel pelanggaran telah sampai 3 buah. STNK mobil akan dicabut. 
Sehingga 
mobil tidak boleh dioperasikan lagi
 
 
Sayang niat baik pemerintah tsb memperoleh respon Negatif dari pengemudi dan 
pengusaha angkutan
 
Ada yang menaikkan biaya angkut. Bahkan terjadi pemogokan ribuan truk
 
Sebagai rakyat yang membayar pajak, kita sangat berharap ketentuan tonase 
kendaraan tsb dipatuhi pengemudi dan pengusaha angkutan
 Hendaknya Pemerintah tetap memberlakukan hal ini supaya usia jalan dapat 
diperpanjang dan tidak menggerogoti APBN/APBD demi mengikuti sekelompok dunia 
angkutan ini
 Kalau perlu tidak dikeluarkan lagi STNK untuk mobil berat ini. Sehingga 
jalanan 
bisa bebas dari mobil berat tsb
 
---TR
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
 
"Dasriel A Noeha" <[email protected]> Jul 12 01:53PM ^
 
Fungsi jalan mengandung beberapa factor atau fungsi;
Ekonomis, truk termasuk disini. Sosial, bus dan kendaraan masuk disini, 
entertainment/private, oto mak Taufik masuk kategori ini. Official, kendaraan 
dinas pemerintah masuk disini, hukum, kendraraan tentara dan polisi masuk di 
fungsi ini.
Jadi Jalan mengandung aspect multi fungsi.
Yang tidak jalan adalah border limit masing2 fungsi. Shg truch overloaded, 
mobil 
polisi ngbut, mobil pejabat pakai sirene, mobil pribadi minggir, motor masuk 
jalan tol, dlsb
Celakanya itu terjadi di RI
 
Wass
 
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
 


 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib 
mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib 
mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
  • ... Bakhtiar Muin PhD
    • ... taufiqrasjid
      • ... Darwin Chalidi
    • ... asmun sjueib
      • ... asmun sjueib
        • ... taufiqrasjid
          • ... asmun sjueib
    • ... ryanfirdaus67
      • ... asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang
        • ... sjamsir_sjarif
    • ... taufiqrasjid
      • ... St Parapatiah
    • ... taufiqrasjid

Kirim email ke