Ass Wr Wb Da Tas,Dinda Ephi sarato adi dunsanak kasadonyo,

Terimakasih banyak kiriman informasinya Da Tas ini.Kasus Neneng ko hanya satu 
kasus nyata dari banyak kasus serupa sabananyo Da Tas,yang terjadi dengan urang 
Minang,dan ambo pribadi alah menemui kasus ko beberapa kali.

Harta yang dibeli dari hasil jerih payah orang tua, tata cara warisnya banyak 
memakai aturan adat Minangkabau,dimana hanya anak perempuan saja yang dapat  
waris sementara anak laki2 tidak kebagian,begitu aturan adat Minangkabau kata 
mereka,dan ini berlaku baik untuk harta2 nan lataknyo di Kampuang mereka 
sendiri maupun nan lataknyo di luar Kampuang.Seperti kasus Neneng ini,di Kota 
Pekanbaru contohnya,sudah barang tentu harta ko termasuk harta yang berada di 
luar kampuang.

Walaupun alah jaleh2 bahwa orang Minang ko beragama Islam,tetapi dalam hal 
waris harta bali urang tua,ternyata banyak mereka yang masih tetap memakai 
aturan adat Minangkabau juo,bukan aturan agama Islam (Bukan aturan Allah SWT 
nan dipakainyo).

Iko bana fenomena nan sering,ambo temui di kehidupan urang awak kiniko Da Tas.

Ambo pribadi alah mancubo maluruihkan masalah ko di beberapa kasus 
serupa,supaya memakai aturan agama lah dalam membagi harta pencarian dan bali 
urang tua, tetapi ternyata indak ta tarimo dengan dek mereka do.Dan 
akhirnya,tidak jarang pertengkaran dan bacak2 lah terjadi, karena ada pihak 
yang tidak mau memakai aturan agama Islam untuk diterapkan...karena mereka 
bersikeras memakai aturan adat Minangkabau...Karena kito urang Minang kata 
Mereka...

Pertanyaan ambo :

Siapakah yang salah dan yang bertanggung jawab untuk meluruskan pandangan hidup 
yang salah seperti ini?

Kesimpulan ambo :

Jadi alah bagalimang antaro harta yang haq dengan harta yang haram di banyak 
urang Minang ambo liek,sahinggo hidup mereka ambo perhatikan "Kurang 
Berkah",jauh dari ketenangan hidup.Walaupun kito bantu bana,indak juo barubah 
nasibnyo do....Ka di pangakan???...,karena bisa jadi, Allah SWT sendiri tidak 
ridho dengan mereka.....

Wasalam,
Kurnia Chalik

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf 
Of tasrilmoeis
Sent: Tuesday, September 27, 2011 7:54 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [R@ntau-Net] Neneng ko urang awak kiro no

Ephi,
He he, hukum waris Minang lah babaok ka Pakanbaru. Ko cocok bana jo diskusi Mak 
Datuak Azmi jo Kurnia tantang pusako tinggi.
Cubo lah caliak baliak diskusi tu

Wassalam
Tan Ameh (52+)

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf 
Of Ephi Lintau
Sent: Tuesday, September 27, 2011 7:41 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] Neneng ko urang awak kiro no

adoloh nan menarik dek Ambo Mak....., masih balaku juo hukum waris minang... 
anak padusi paling berhak manarimo harta warisan, sedangkan dlm islam kan ndak 
baitu....? ambo cuman mandanga2 carito sajo..ttg hukum waris diminangkabau..., 
mungkin ado dunsanak di palanta RN ko nan punyo sumber literatur baa sistem 
warisan minang kabau ?

tarimokasih sabalunnyo...

salam
Ephi
2011/9/27 tasrilmoeis 
<[email protected]<mailto:[email protected]>>

Berita detikcom, Neneng istri Pak Nazar ko urang awak kiro no.

Tan Ameh

"Berdasarkan adat Minang, anak perempuan terakhir paling berhak menerima harta 
warisan. Karenanya tanah rumah itu dihibahkan ke Neneng yang paling bungsu. 
Surat hibah rumah itu kepada Neneng ada sama kami," kata Zul.

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke