Assalamualaikukum ..

Sanak sadonyo ... nan ambo haormati


Rina....., baca baik baik deh kalimat Uni itu. Uni menantang agar kita bajaleh 
jaleh dalam mengelola harta pusaka kaum. 

Agar supaya jangan timbul subhat dihati masing-masing dari pihak saudara 
laki-laki. 

Bagi Uni menyatakan gampang itu - karena kita tinggal minta segala keperluan 
tetek bengek perempuan dalam rangka urusan pembiayaan - babako ba baki - ba 
anak pisang - ba andam pasumandan kepada mereka yang mengambil bagian harta 
pusaka itu. Termasuk menyelenggarakan " mayit tabujua " - batagak gala '. 
Bukankah Islam memberikan 2 bagian hak kepada laki - laki karena mereka 
memiliki tanggung jawab 2 bagian pula....Uni melakukan hal ini, sebagai test 
case sejauh mana mereka masih merasa jadi orang Minangkabau. 

Namun ternyata..........., mereka tak sanggup menerima tantangan itu. Semuanya 
akhirnya paham dan sadar. Meski ada yang menghujat Uni seperti yang Rina 
sampaikan ini. 

Seperti yang sudah Uni sudah sampaikan dulu, bahwa manfaat harta pusaka itu 
sungguh besar sebagai - sumber pendanaan dalam membiayai keluarga besar. Kalo 
dulu dana ado di lumbuang - kini dana ado di anjungan tunai mandiri. Kalau dulu 
urang manaruko ka sawah - kini urang manuruko di Ruko.

Begitu ya Rina..... Makasih ya komen nyo...
Cium sayang buat si Abang Farel.... Mana ceritanya lagi...??


Wassalam,


 
~ 3vy Nizhamul~
(Kawasan Puspiptek, Kota Tangerang Selatan)




________________________________
Dari: Rina Permadi <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Dikirim: Rabu, 28 September 2011 9:01
Judul: RE: [R@ntau-Net] Neneng ko urang awak kiro no


 
Uni Evy,
 
Maaf ambo manyolo, apo ndak salah koh pernyataan Uni ko?
Terus terang ambo kaget jo usulan Uni ko.
Bukankah pusako tinggi dengan pusako randah adolah sesuatu yang
sangat berbeda implementasinyo di suku awak ko.
 
Pusako tinggi sebagai harato kaum nan awak susah mengetahui
pucuak asli dimanyo nan diamanahi untuak turunan nan antah sampai dima lo, trus
tibo2 akan awak putuih ditangah pas di generasi awak? Bagi ambo itu mengerikan 
tanggung
jawab untuk kaum suku awak turun tamurun hinggo pucuak sampai akarnyo nantik
hinggo kiamat. Btw, iko adolah nan ambo pahami dari ketek dulu di kampuang
sampai kini InsyaAllah indak ka barubah.
 
 
Wassalam
Rina,
 
 
From:[email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf 
Of [email protected]
Sent: Tuesday, September 27, 2011 9:43 PM
To: milis rang minang
Subject: Re: [R@ntau-Net] Neneng ko urang awak kiro no
 
Jujur saja di keluarga besar
kami saya pernah melempar bola panas agar harta pusaka tinggi dibagi. Saya
tawarkan dibagi berdasarkan islam. Dengan catatan kami perempuan melepaskan
segala urusan keluarga kepada pihak laki sesuai dengan tanggung jawab yang
disyariatkan islam. Gampang thoh...kita tinggal by order pada pihak saudara
laki laki. Apa yang kami alami tidak ada yang bersedia menerima tanggung jawab
dalam mengelola. Alasan kaum perempuan yang ligat menunaikan karya sosial untuk
keluarga. 

Demikianlah tanggapan ambo..sekaligus menjelaskan tanggapan sebagai perempuan
minang.



-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke