Halo pak Edi, halo pak Rudi
,
Dari kisah 50 orang dibawa jauh-jauh ke Morotai dan disebutkan bahwa
sebagian besar tidak berminat atau tidak tertarik untuk membahas Morotai
. atau
bahkan lebih tegas lagi dikatakan
tiada semangat membangun Morotai dari semua
yang hadir
. mereka hanya pengen beli perhiasan dari besi putih yang terkenal
itu
.
Kalau begitu .... lalu sebenarnya itu salah siapa dong?...... apa salah yang
diundang?..........apa itu lalu bukan bagian dari penghambur-hamburan uang
(negara)?.....
Farid
Aunur rofiq" [EMAIL PROTECTED] wrote:
Pak Eka,
Saya baru saja membawa 50 orang dari berbagai sektor ke Tobelo dan Morotai
diskusi tentang pusat pertumbuhan di perbatasan, sayang teman dari Penataan
Ruang tidak hadir, namun kita sangat berterima kasih telah ada dokumen yang
kita bisa jadikan pedoman untuk membahas perbatasan ini.
Sayangnya pulau Morotai tidak menjadi perhatian Bupati (mungkin karena akan
mekar menjadi Kabupaten tersendiri). Teman-teman dari sektor juga tidak begitu
tertarik untuk membahas Morotai. Apalagi ada komentar dari teman Ditjen PUM
Depdagri yang mengatakan bahwa Morotai bukanlah daerah perbatasan, karena tidak
mempunyai Base point atau Base line sebagai pulau terluar.
anyway, saya sedikit kecewa dengan tidak adanya semangat membangun Morotai dari
semua yang hadir..... mereka hanya pengen beli perhiasan dari besi putih yang
terkenal itu..
salam
---------------------------------
Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news,
photos & more.
---------------------------------
Building a website is a piece of cake.
Yahoo! Small Business gives you all the tools to get online.