Dear mailers....
   
  Pembangunan Morotai yang punya sejarah kuat yaitu merupakan basis pertahanan 
Amerika dan sekutunya tidak bisa dijadikan acuan yang kuat untuk mengembangkan 
Morotai keluar dari masalah ketertinggalannya. Sisa-sisa masa kejayaan berupa 
barang-barang rongsokan tidak menjadi hal yang luar biasa, sehingga pendatang 
tidak merasa excited untuk datang kesini, termasuk saya sendiri. Saya berada di 
sana bersama rombongan pak Wawo dan pak Aby, dan kami diberitahukan oleh guide 
kami bahwa masih ada tank2 perang yang masih dapat dilihat dan dilindungi oleh 
AU, maka dengan semangatnya kami menyusuri hutan lebat dengan kondisi setapak 
yang membuat sepatu2 kami bernoda lumpur dan alang2 rumput yang menghiasi baju2 
kami. Namun sesampainya disana, kami memandang sebuah tank yang sangat hitam 
legam, dan tidak lagi jelas bentuknya........, jelas-jelas tidak sepadan 
perjalanan kami yang penuh dengan ranjau hutan dengan melihat tank tersebut, 
belum lagi ban  mobil yang kempes di tengah hutan
 pada malam hari...ihhhhhhhhhhhhhhhh..., saya merasakan kehadiran 
tentara-tentara jepang yang baris-berbaris...., ternyata setelah dilihat lagi 
ternyata supervisi kami pak eko yang dengan isengnya menaruh sapu tangan 
dibawah topinya sehingga mirip tentara jepang...hehehe...
   
  Anyway....., sepanjang perjalanan kami di pulau Morotai tersebut, saya 
pribadi tidak merasakan hawa-hawa adanya sejarah yang kuat di pulau ini, 
kecuali yang dicerita2kan oleh pak Wawo maupun tokoh masyarakat disini, apalagi 
masyarakat Morotai bangga dengan slogan "Morotai dulu..., Jakarta 
sekarang....". Saya sama sekali tidak melihat hubungannya, anda barangkali....?
   
  Saya kira tidak hanya sejarah yang dapat dijadikan perhatian investor untuk 
datang kesini, karena kalo mengandalkan sejarah, yang dijumpai hanyalah 
barang-barang rongsokan masa lalu.
   
  Sekali lagi Infrastruktur yang kuat dapat dijadikan modal bagi pengembangan 
suatu daerah, tidak hanya membuat dokumen2 perencanaan yang sifatnya mengambang 
dan jauh dari realisasi perencanaannya.
   
  Saya setuju dengan Pak Aunur rofiq yang berpendapat kalau di Indonesia, pusat 
layanan lebih ditekankan kepada pusat layanan pemerintah dibandingkan pusat 
layanan ekonomi. karena kita belum berani untuk memisahkan antara pusat layanan 
pemerintahan dengan pusat layanan ekonomi, alasannya mungkin pemerintah tidak 
akan merasakan spread effect dari layanan ekonomi yang berada diluar 
teritorialnya.... :P
   
  Saya berpendapat potensi/sektor unggulan daerah adalah hal utama sebagai 
trigger dalam pengembangan  kawasan, kalaupun ada sejarah yang pernah terjadi, 
maka hanya dijadikan sebagai dukungan pengembangan saja. Khusus untuk Pulau 
Morotai dengan Sejarah yang termasyur itu, untuk awal pengembangan dapat 
dikembangkan dengan pariwisata yang ditekankan untuk kegiatan menelusuri 
jejak-jejak Sejarah yang pernah terjadi. Tidak usah menampilkan rongsokan bekas 
perang dunia, cukup dengan foto-foto lama ( saya rasa dokumentasinya cukup 
banyak dari internet maupun tokoh2 masyarakat Morotai) yang ditampilkan secara 
menarik di sudut-sudut kota Daruba,di bandara Pitu dan menelusuri jejak2 
sejarah sampai pulau Sumsum dimana Mc Arthur pernah bersembunyi. Dengan 
demikian dengan sendirinya penataan kota nya juga dapat diperhatikan sehingga 
program yang saya sebutkan diatas dapat direalisasikan, seiiring dengan itu, 
pengembangan infrastruktur juga dapat diperkuat, hingga wisatawan dapat dengan
 aman dan nyaman, dan tentunya mempunyai niat yang kuat untuk datang ke Pulau 
Morotai.... unforgetted Island.......



       
---------------------------------
Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's Comedy with an Edge to see what's on, 
when. 

Kirim email ke