Buat para Perencana yang sedang ngutak-atik pulau
Morotai, mohon wawasan nya dapat diperluas dan lebih
seimbang bahwa di Morotai juga terhampar lautan yang
luas, yang laya sumberdaya perikanan dan pulau-pulau
kecil yang Indah. 

Saya khawatir kalo hanya mengandalkan sumberdaya di
darat, untuk pengembangan pulau-pulau kecil kita akan
terjebak kembali pada pengembangan
perkebunan/pertanian (yang pasti tidak mencapai skala
ekonomi) dan pertambangan (yang merusak lingkungan).
Ujung-ujungnya pasti kalah bersaing dengan pulau-pulau
besar.  

Ada satu pulau/desa Possi yang pernah jadi Desa
Teladan Nasional pada tahun 1998. Pulau-pulau itu
secara ekonomi lebih berorientasi ke Ternate dan
Tobelo daripada pusat pemerintahan di Daruba.

Pemahaman orientasi ekonomi semacam itu sudah lazim di
wilayah kepulauan seperti Maluku dan NTT. Jarak
geografis menjadi sangat nisbi bila kita berada di
laut. Semboyan "Kemana angin bertiup di situ kapal
berlabuh" - kiranya masih berlaku sekalipun sudah
menggunakan kapal bermesin. 

Pelajaran yang dapat ditarik adalah kita harus lihat
bahwa pengembangan Morotai tidak bisa dibatasi dengan
Morotai semata, tetapi juga dengan pulau-pulau
lainnya, sebagai satu "gugus kepulauan" (termasuk
wilayah lautnya).

Wawasan maritim harus menjadi paradigma dalam proses
perencanaan di Indonesia, utamanya di wilayah "seribu
pulau" MALUKU.
 
Wassalam,
AAS

--- ully irma maulina <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Dear mailers....
>    
>   Pembangunan Morotai yang punya sejarah kuat yaitu
> merupakan basis pertahanan Amerika dan sekutunya
> tidak bisa dijadikan acuan yang kuat untuk
> mengembangkan Morotai keluar dari masalah
> ketertinggalannya. Sisa-sisa masa kejayaan berupa
> barang-barang rongsokan tidak menjadi hal yang luar
> biasa, sehingga pendatang tidak merasa excited untuk
> datang kesini, termasuk saya sendiri. Saya berada di
> sana bersama rombongan pak Wawo dan pak Aby, dan
> kami diberitahukan oleh guide kami bahwa masih ada
> tank2 perang yang masih dapat dilihat dan dilindungi
> oleh AU, maka dengan semangatnya kami menyusuri
> hutan lebat dengan kondisi setapak yang membuat
> sepatu2 kami bernoda lumpur dan alang2 rumput yang
> menghiasi baju2 kami. Namun sesampainya disana, kami
> memandang sebuah tank yang sangat hitam legam, dan
> tidak lagi jelas bentuknya........, jelas-jelas
> tidak sepadan perjalanan kami yang penuh dengan
> ranjau hutan dengan melihat tank tersebut, belum
> lagi ban  mobil yang kempes di tengah hutan
>  pada malam hari...ihhhhhhhhhhhhhhhh..., saya
> merasakan kehadiran tentara-tentara jepang yang
> baris-berbaris...., ternyata setelah dilihat lagi
> ternyata supervisi kami pak eko yang dengan isengnya
> menaruh sapu tangan dibawah topinya sehingga mirip
> tentara jepang...hehehe...
>    
>   Anyway....., sepanjang perjalanan kami di pulau
> Morotai tersebut, saya pribadi tidak merasakan
> hawa-hawa adanya sejarah yang kuat di pulau ini,
> kecuali yang dicerita2kan oleh pak Wawo maupun tokoh
> masyarakat disini, apalagi masyarakat Morotai bangga
> dengan slogan "Morotai dulu..., Jakarta
> sekarang....". Saya sama sekali tidak melihat
> hubungannya, anda barangkali....?
>    
>   Saya kira tidak hanya sejarah yang dapat dijadikan
> perhatian investor untuk datang kesini, karena kalo
> mengandalkan sejarah, yang dijumpai hanyalah
> barang-barang rongsokan masa lalu.
>    
>   Sekali lagi Infrastruktur yang kuat dapat
> dijadikan modal bagi pengembangan suatu daerah,
> tidak hanya membuat dokumen2 perencanaan yang
> sifatnya mengambang dan jauh dari realisasi
> perencanaannya.
>    
>   Saya setuju dengan Pak Aunur rofiq yang
> berpendapat kalau di Indonesia, pusat layanan lebih
> ditekankan kepada pusat layanan pemerintah
> dibandingkan pusat layanan ekonomi. karena kita
> belum berani untuk memisahkan antara pusat layanan
> pemerintahan dengan pusat layanan ekonomi, alasannya
> mungkin pemerintah tidak akan merasakan spread
> effect dari layanan ekonomi yang berada diluar
> teritorialnya.... :P
>    
>   Saya berpendapat potensi/sektor unggulan daerah
> adalah hal utama sebagai trigger dalam pengembangan 
> kawasan, kalaupun ada sejarah yang pernah terjadi,
> maka hanya dijadikan sebagai dukungan pengembangan
> saja. Khusus untuk Pulau Morotai dengan Sejarah yang
> termasyur itu, untuk awal pengembangan dapat
> dikembangkan dengan pariwisata yang ditekankan untuk
> kegiatan menelusuri jejak-jejak Sejarah yang pernah
> terjadi. Tidak usah menampilkan rongsokan bekas
> perang dunia, cukup dengan foto-foto lama ( saya
> rasa dokumentasinya cukup banyak dari internet
> maupun tokoh2 masyarakat Morotai) yang ditampilkan
> secara menarik di sudut-sudut kota Daruba,di bandara
> Pitu dan menelusuri jejak2 sejarah sampai pulau
> Sumsum dimana Mc Arthur pernah bersembunyi. Dengan
> demikian dengan sendirinya penataan kota nya juga
> dapat diperhatikan sehingga program yang saya
> sebutkan diatas dapat direalisasikan, seiiring
> dengan itu, pengembangan infrastruktur juga dapat
> diperkuat, hingga wisatawan dapat dengan
>  aman dan nyaman, dan tentunya mempunyai niat yang
> kuat untuk datang ke Pulau Morotai.... unforgetted
> Island.......
> 
> 
> 
>        
> ---------------------------------
> Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's Comedy with
> an Edge to see what's on, when. 



       
____________________________________________________________________________________
Building a website is a piece of cake. Yahoo! Small Business gives you all the 
tools to get online.
http://smallbusiness.yahoo.com/webhosting 

Kirim email ke