Mas Aunur Rofiq, kalau perbankan tidak mau memberi kredit, pemda bisa memberi 
kredit dengan tingkat bunga yang lebih rendah daripada pasaran. Ada dananya dan 
ada peraturannya (PP 24/2005 tentang Standar Akuntansi pemerintahan). Baca 
posting saya yang menanggapi Bung Nuzul. 

Thanks. CU. BTS.

  ----- Original Message ----- 
  From: Aunur rofiq 
  To: [email protected] 
  Sent: Monday, October 29, 2007 9:09 AM
  Subject: Re: [referensi] Re: Investasi daerah terbelakang.



  Mas Achjar ysh,

  "Tanpa mengurangi apresiasi sedikitpun terhadap upaya-upaya mengundang 
investasi ke daerah terkebelakang (dan tetap harus terus dilakukan),  koq 
rasa-rasanya tidak banyak diskusi tentang upaya untuk meningkatkan sense of 
enterpreneurship masyarakat di daerah (terkebelakang). Timbul kesan bahwa 
investasi yang dimaksud adalah skala menengah atau besar, dan cenderung dimulai 
dari "orang luar" dulu."  


  Tanggapan:

  Saya rasa bukan "sense of enterpreneurship" masyarakat di daerah tidak ada, 
tetapi akses ke perbankan yang limited. Yang saya maksud investasi bukan hanya 
dari luar tetapi pengusaha lokal yang ingin mengembangkan usahanya, terkendala 
dengan bank policy, yang memberi kekuasaan pada bank cabang sangat terbatas. 
Perusahaan daerah tidak akan berkembang tanpa dukungan dari sisi perbankan. 
Coba lihat apa yang dilakukan oleh Malaysia terhadap sistem perbankan untuk 
mendorong pengusaha lokal, mereka punya komitmen, yakni penjaminan kredit, 
sehingga perbankan mereka mau membiayai proyek-proyek di daerah tanpa harus 
bertransaksi di KL.

  salam  



  __________________________________________________
  Do You Yahoo!?
  Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
  http://mail.yahoo.com 

   

Kirim email ke