Mas BSP ysh,
Mimpi itu kadang-kadang jadi kenyataan lho, saya ingin kita bahas 
kendala-kendala yang muncul dengan ide ini. Karena saya percaya bahwa "kredit 
usaha" itu lebih produktif daripada "belanja pemerintah", terutama untuk 
memperbesar lapangan kerja. Kalau mimpi mas BSP bisa dilaksanakan, maka misi 
SBY untuk program yang pro poor, pro job dan pro growth akan tercapai.  Tapi 
kenapa tidak boleh dengan BPD... ?
salam


----- Original Message ----
From: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, October 30, 2007 11:34:42 AM
Subject: Re: [referensi] Re: Investasi daerah terbelakang.


Mas BTS, mas Aunur, mas Aby dlsb ysh
Tentang pemanfaatan dana daerah untuk kredit, DIY sudah mempunyai pengalaman 
dan apa yang dikhawatirkan dengan NPL ternyata tidak berlaku. 
Saya hanya bermimpi setelah membaca kembali dan kembali mukadimah UU 45 tentang 
mensejahterakan rakyat dan mencerdaskan kehidupan bangsa itu... saya bermimpi 
sebagai berikut :
Bila setiap kabupaten/kota dan setiap propinsi mengalokasikan dana 10M setiap 
tahun selama 5 tahun berturut-turut. Kemudian dana tersebut dikerjasamakan 
dengan institusi perbankan (tapi jangan BPD he he he... saya punya pengalaman 
yg kurang baik dengan BPD di DIY).. misalnya bank syariah dengan ketentuan 
setiap 10M ditanam, pihak bank harus menyalurkan 40M. Sedangkan uang pemda 
lebih sebagai simpanan dan menjadi semacam agunan (bag to bag). Kemudian bank 
tersebut menyalurkan pada masing2 UMKM dengan maksimal kredit 5 jutaan. 
Mendadak dalam hitungan yang sangat kasar selama 5 tahun tersebut lebih dari 
100 juta penduduk Indonesia menikmati fasilitas ini. 
Saya sudah menyampaikan konsep ini kepada pemerintah pusat dan kelihatannya 
mereka tertarik. 
Tapi ini adalah mimpi lho... krn kita sekarang dan dalam milis ini khan 
diijinkan mimpi tho
Salam
bambang sp


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke