> 2. Trimakasih buat pak risfan, mau berbagi soal 9 indikator survey
KPPOD.
> Maaf, pak,. No 10-nya bukan 'penataan ruang yang baik'?
Mudah-mudahan KPPOD tanggap ya, karena pada saat launching kemarin
masalah tata ruang juga diungkap oleh beberapa Pemda yang sempat bicara.
Menyangkut kejalasan dan kepatuhan kepada RTRW, maupun konflik antar
peruntukan.
Info lain, Menkeu menyatakan bahwa untuk pertama kalinya, mulai APBN
2009 nanti alokasi anggaran untuk Daerah (DAU, DBH, DAK) besarnya sudah
"melampaui" alokasi untuk departemen/lembaga tingkat nasional. Ini
adalah fakta yang tentu mempengaruhi asumsi-asumsi dalam diskusi kita
tentang posisi rencana pembangunan skala wilayah.
Masalahnya, antara lain infrastruktur ekonomi utama kewenangannya bukan
di kota/kabupaten. Sementara 'pusat' dananya sangat terbatas untuk
membangun infrastruktur fisik. Sedang untuk maintenance saja sekarang
sudah ngos-ngosan. Mungkinkah kerja sama antar daerah digalakkan? Dengan
menggunakan instrumen regional development plan/management?
Salam,
Risfan Munir
http://urbanis.wordpress.com <http://urbanis.wordpress.com>
>
>
>
> Best regards,
>
>
>
> Benedictus Dwiagus S.
>
> bdwiagus.blogspot.com
>
>
>
> Planning: Much works remain to be done before we can announce our
total
> failure to make any progress ,...
>
>
>
>
>
> From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf
> Of risfano
> Sent: 23 July 2008 14:16
> To: [email protected]
> Subject: [referensi] Re: Bebani Dunia Usaha, Pemerintah Tolak 2.000
Perda
>
>
>
>
> Wah kasihan juga ya KPPOD, sudah serius bikin Survey Tata Kelola
Ekonomi
> Daerah, yang mencakup 243 kota/kab, di 15 provinsi dengan 12.187
responden.
> Tapi yang diliput media kebanykan pidato Menteri Keuangan yang tidak
ada 30
> menit. Dan agak klise.
>
> Untuk balance nya saya coba kutip indikator Survei yang dipakai KPPOD
yang
> didukung oleh LPEM-UI ini.
>
> Survei ini sendiri mencakup 9 indikator utama yang dianggap mendukung
"Daya
> Tarik Investasi Daerah" dan respondennya pelaku usaha (mayoritas UKM):
> 1. Akses thd Lahan Usaha dan Kepastian Usaha (14%)
> 2. Perizinan Usaha (8,8%)
> 3. Interaksi Pemda dgn Pelaku Usaha (10%)
> 4. Program Pengembangan Usaha (14,8%)
> 5. Kapasitas dan Integritas Bupati/Walikota (2%)
> 6. Biaya Transaksi di Daerah (9,9%)
> 7. Pengelolaan Infrastruktur fisik di Daerah (35,5%)
> 8. Keamanan & resolusi konflik (4%)
> 9. Peraturan Daerah (1%)
>
> Angka dalam (%) menunjukkan bobot dari indikator berdasar survei
tersebut.
> Nampak soal pengelolaan infrastruktur fisik, terutama listrik dan
kondisi
> jalan.
> Kedua, yang berkaitan dengan forum ini, akses terhadap Lahan,
kemudahan
> perolehan lahan, pengurusan status lahan, dan seringnya penggusuran
(yang
> menimpa pelaku usaha) menjadi keluhan utama. Di samping Program
Pengembangan
> Usaha oleh Pemda yang sangat dibutuhkan UMKM. Sementara soal Perda,
berbeda
> dengan yang disampaikan Menkeu, malah relatif kecil bobot keluhannya
kecil.
>
> Salam,
> Risfan Munir
> http://urbanis.wordpress.com
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> --- In [email protected], "Benedictus Dwiagus S." bdwiagus@
> wrote:
> >
> > Sekedar info & referensi
> >
> >
> >
> >
> >
> > Bebani Dunia Usaha, Pemerintah Tolak 2.000 Perda
> >
> > http://www.kompas.com/data/photo/2008/01/31/134954p.jpg
> >
> >
> >
>
<http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/22/12141958/bebani.dunia.usaha.p\
emer
> > intah.tolak.2.000.perda> KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
> >
> > Menteri keuangan Sri Mulyani
> >
> > Selasa, 22 Juli 2008 | 12:14 WIB
> >
> >
> > Laporan Wartawan PersdaNetwork Hendra Gunawan
> >
> > JAKARTA,SELASA - Menteri Keuangan yang juga Pelaksana Tugas Menko
> > Perekonomian Sri Mulyani Indrawati menyatakan pemerintah akan terus
> menindak
> > tegas aturan-aturan di daerah yang bermasalah dan dinilai membebani
> > masyarakat umum dan para pelaku bisnis.
> >
> > Dalam catatan pemerintah, hingga pertengahan Juli 2008 telah
dievaluasi
> > lebih dari 7.200 peraturan daerah (Perda) bidang pajak daerah dan
> retribusi
> > daerah (PDRD). Hasil evaluasi menunjukkan 28 persennya menjadi perda
> > bermasalah. "Sebanyak 2.000 perda PDRD yang dinilai membebani
masyarakat
> dan
> > dunia usaha direkomencdasikan untuk dibatalkan dan direvisi,"
kata
> Sri
> > saat penyerahan KPPOD Award Local Economic Governance di Jakarta,
Selasa
> > (22/7).
> >
> > Selain ribuan perda tersebut, Sri Mulyani juga telah "mencium"
adanya
> > rancangan perda (raperda) yang berpotensi menimbulkan masalah.
Menurutnya,
> > pemerintah pusat telah mengevaluasi 1.800 ranperda, dari angka
tersebut 66
> > persennya atau 1.200 ranperda dinyatakan tidak layak dan diusulkan
> > dibatalkan atau direvisi. "Agar jangan sampai perdanya yang
direvisi, ya
> > ranperdanya pun dievaluasi dulun," tegasnya.
> >
> > Ditambahkan, daerah-daerah asal raperda/ranperda yang paling banyak
> ditolak
> > adalah Provinsi Sumatera Utara, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera
Selatan,
> > Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan dan Kalimantan
Tengah.
> > Aturan-aturan yang ditolak tersebut kebanyakan dari sektor
transportasi,
> > pertanian, infrastruktur, perindustrian dan perdagangan serta
kehutanan.
> EWA
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > Best regards,
> >
> >
> >
> > Benedictus Dwiagus S.
> >
> > <http://bdwiagus.blogspot.com> bdwiagus.blogspot.com
> >
> >
> >
> > Planning: Much works remain to be done before we can announce our
total
> > failure to make any progress ,...
> >
>
>
>
> No virus found in this incoming message.
> Checked by AVG - http://www.avg.com
> Version: 8.0.138 / Virus Database: 270.5.4/1567 - Release Date:
22/07/2008
> 16:05
>