mailister ysh, Saya setuju penambahan no 10 yang diusulkan pak BTS (yang tidak ada dalam survey tersebut...),,,asalkan "yang baik" telah mencakup aspek kepentingan non responden dan pertimbangan daya dukung/kelayakan/resiko/keberlanjutan lingkungan alamnya. Ke-9 hasil survey tersebut masih terbatas kepada aspek antropogenik, belum termasuk pertimbangan atau kepedulian keberlanjutan ekosistem.
Salam, Abimanyu 2008/7/23 Benedictus Dwiagus S. <[EMAIL PROTECTED]> > Pak Risfan dan Pak BTS,… > > > > 1. Setuju. Mestinya jangan melulu ngebahas soal perda2 yang menghambat > dunia usaha itu. Bosen juga mendengarnya. Toh,nanti perda2 itu juga hilang > sendiri, kalau pemdanya mau belajar dengan benar2,…. > > 2. Trimakasih buat pak risfan, mau berbagi soal 9 indikator survey > KPPOD. Maaf, pak,… No 10-nya bukan 'penataan ruang yang *baik*'? > > > > Best regards, > > > > *Benedictus Dwiagus S.* > > bdwiagus.blogspot.com <http://bdwiagus.blogspot.com> > > > > *Planning**: Much works remain to be done before we can announce our total > failure to make any progress ,...* > > > > > > *From:* [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] *On > Behalf Of *risfano > *Sent:* 23 July 2008 14:16 > *To:* [email protected] > *Subject:* [referensi] Re: Bebani Dunia Usaha, Pemerintah Tolak 2.000 > Perda > > > > > Wah kasihan juga ya KPPOD, sudah serius bikin Survey Tata Kelola Ekonomi > Daerah, yang mencakup 243 kota/kab, di 15 provinsi dengan 12.187 responden. > Tapi yang diliput media kebanykan pidato Menteri Keuangan yang tidak ada 30 > menit. Dan agak klise. > > Untuk balance nya saya coba kutip indikator Survei yang dipakai KPPOD yang > didukung oleh LPEM-UI ini. > > Survei ini sendiri mencakup 9 indikator utama yang dianggap mendukung "*Daya > Tarik Investasi Daerah*" dan respondennya pelaku usaha (mayoritas UKM): > 1. Akses thd Lahan Usaha dan Kepastian Usaha (14%) > 2. Perizinan Usaha (8,8%) > 3. Interaksi Pemda dgn Pelaku Usaha (10%) > 4. Program Pengembangan Usaha (14,8%) > 5. Kapasitas dan Integritas Bupati/Walikota (2%) > 6. Biaya Transaksi di Daerah (9,9%) > 7. Pengelolaan Infrastruktur fisik di Daerah (35,5%) > 8. Keamanan & resolusi konflik (4%) > 9. Peraturan Daerah (1%) > > Angka dalam (%) menunjukkan bobot dari indikator berdasar survei tersebut. > Nampak soal pengelolaan infrastruktur fisik, terutama listrik dan kondisi > jalan. > Kedua, yang berkaitan dengan forum ini, akses terhadap Lahan, kemudahan > perolehan lahan, pengurusan status lahan, dan seringnya penggusuran (yang > menimpa pelaku usaha) menjadi keluhan utama. Di samping Program Pengembangan > Usaha oleh Pemda yang sangat dibutuhkan UMKM. Sementara soal Perda, berbeda > dengan yang disampaikan Menkeu, malah relatif kecil bobot keluhannya kecil. > > Salam, > *Risfan Munir** > *http://urbanis.wordpress.com > > > > > > > > > > --- In [email protected], "Benedictus Dwiagus S." <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > > > Sekedar info & referensi > > > > > > > > > > > > Bebani Dunia Usaha, Pemerintah Tolak 2.000 Perda > > > > http://www.kompas.com/data/photo/2008/01/31/134954p.jpg > > > > > > < > http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/22/12141958/bebani.dunia.usaha.pemer > > intah.tolak.2.000.perda> KOMPAS/LUCKY PRANSISKA > > > > Menteri keuangan Sri Mulyani > > > > Selasa, 22 Juli 2008 | 12:14 WIB > > > > > > Laporan Wartawan PersdaNetwork Hendra Gunawan > > > > JAKARTA,SELASA - Menteri Keuangan yang juga Pelaksana Tugas Menko > > Perekonomian Sri Mulyani Indrawati menyatakan pemerintah akan terus > menindak > > tegas aturan-aturan di daerah yang bermasalah dan dinilai membebani > > masyarakat umum dan para pelaku bisnis. > > > > Dalam catatan pemerintah, hingga pertengahan Juli 2008 telah dievaluasi > > lebih dari 7.200 peraturan daerah (Perda) bidang pajak daerah dan > retribusi > > daerah (PDRD). Hasil evaluasi menunjukkan 28 persennya menjadi perda > > bermasalah. "Sebanyak 2.000 perda PDRD yang dinilai membebani masyarakat > dan > > dunia usaha direkomencdasikan untuk dibatalkan dan direvisi," kata > Sri > > saat penyerahan KPPOD Award Local Economic Governance di Jakarta, Selasa > > (22/7). > > > > Selain ribuan perda tersebut, Sri Mulyani juga telah "mencium" adanya > > rancangan perda (raperda) yang berpotensi menimbulkan masalah. > Menurutnya, > > pemerintah pusat telah mengevaluasi 1.800 ranperda, dari angka tersebut > 66 > > persennya atau 1.200 ranperda dinyatakan tidak layak dan diusulkan > > dibatalkan atau direvisi. "Agar jangan sampai perdanya yang direvisi, ya > > ranperdanya pun dievaluasi dulun," tegasnya. > > > > Ditambahkan, daerah-daerah asal raperda/ranperda yang paling banyak > ditolak > > adalah Provinsi Sumatera Utara, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Selatan, > > Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. > > Aturan-aturan yang ditolak tersebut kebanyakan dari sektor transportasi, > > pertanian, infrastruktur, perindustrian dan perdagangan serta kehutanan. > EWA > > > > > > > > > > > > > > Best regards, > > > > > > > > Benedictus Dwiagus S. > > > > <http://bdwiagus.blogspot.com> bdwiagus.blogspot.com > > > > > > > > Planning: Much works remain to be done before we can announce our total > > failure to make any progress ,... > > > > No virus found in this incoming message. > Checked by AVG - http://www.avg.com > Version: 8.0.138 / Virus Database: 270.5.4/1567 - Release Date: 22/07/2008 > 16:05 > >

