Mas Djarot ysh, memang banyak contoh dapat dipelajari dari berbagai kasus, baik yang mau dipilih sebagai sampel penelitian sehingga dapat dikaji peluang generalisasinya, ataupun yang mau dikaji keunikannya sebagai studi kasus. Saya duga acara anda tersebut akan sangat berharga sebagai referensi, terutama bagi yang berminat di bidangnya dan pemanfaatannya dalam kasus yanng serupa. Sukses deh.
Salam, Abimanyu 2008/7/22 Djarot Purbadi <[EMAIL PROTECTED]> > Ya Mas Abimanyu, jumpa lagi. > > > > Kelihatannya memang begitu, tetapi ketika kita ingin mendalami persoalan > tertentu secara mendalam, misalnya tentang kehandalan sistem ICT perusahaan > besar setingkat Indosat maka untuk menemukan teori yang digeneralisasi jelas > sulit. Dalam presentasi yang pernah saya lihat, ada rekan dari fakultas > ekonomi yang menganalisis 3 perusahaan besar seperti itu dengan tujuan > merumuskan "teori baru" tentang kehandalan sistem ICT suatu perusahaan skala > gigantis itu. Pendalaman datanya memang sangat mendalam, bahkan lebih banyak > menggunakan cara-cara kualitatif, termasuk analisis dokumen-dokumen > perusahaan yang sangat banyak. > > > > Memang tujuan penelitiannya adalah mengembangkan teori baru, sebab diawali > dengan penemuan suatu teori yang sudah obsolete atau tidak berlaku di suatu > kondisi. Kemudian dicoba untuk direparasi dengan cara penelitian CSR tadi. > Ada yang lain, yaitu kasusnya memang harus unik, dan tujuannya bukan > mereparasi teori melainkan menjelaskan fenomena unik yang einmalig itu > dengan penggalian data yang sangat mendalam. Misalnya, kasus penembakan > mahasiswa di kampus USA, itu kasus yang unik dan dicoba mencari kejelasan > mengapa bisa terjadi seperti itu. Jadi tujuannya mencari eksplanasi atas > suatu kejadian yang unik, selanjutnya supaya hal-hal tertentu bisa dicegah > atau diarahkan. Begitu. > > > > Soal salah kaprah, teman saya punya datanya dari riset-riset di berbagai > tempat, yang katanya akan dipresentasikan dalam diskusi itu. Dia memang > punya pijakan dan mencoba kritis melihat "sampel" sebagai kasus dan "kasus" > sebagai fokus penelitian. > > > > Salam, > > Djarot > > --- On *Tue, 7/22/08, abimanyu takdir alamsyah <[EMAIL PROTECTED]>*wrote: > > From: abimanyu takdir alamsyah <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: Re: [referensi] CASE STUDY RESEARCH > To: [email protected] > Date: Tuesday, July 22, 2008, 3:09 PM > > Halo Mas Djarot, > > Sepengetahuan saya, pengertian penelitian 'studi kasus' sederhana saja: > Kalau obyek penelitian bersifat umum, teori yang diperoleh dapat > digeneralisasi maka obyek tersebut bukan 'studi kasus' tapi sekadar 'kasus" > atau sampel penelitian. Sedangkan kalau obyek penelitian bersifat khas, > tidak diketahui atau diduga tidak ada kesamaan kondisi atau permasalahan > penelitiannya di lokasi lain atau kasus serupa, maka penelitian bersifat > "studi kasus'. > Jadi saya tidak melihat ada masalah sehingga membuat kita salah kaprah. > > Sekian dulu, > > Abimanyu > > > > 2008/7/22 Djarot Purbadi <[EMAIL PROTECTED] com <[EMAIL PROTECTED]>>: > >> Dear Sobats, >> >> >> >> Ada berita bahwa di jurusan Arsitektur dan Perencanaan UGM sedang >> disiapkan sebuah Diskusi Terbuka yang akan memperbincangkan CASE STUDY >> RESEARCH. Mengapa ? Prof. Achmad Djunaedi sedang membimbing tiga orang >> mahasiswa S3 yang menggunakan strategi riset studi kasus yang mungkin umum >> di dunia lain tetapi "jarang" terjadi di Arsitektur dan Perencanaan. Nah, >> disini saya mohon pencerahan sobat semua, apakah sinyalemen tersebut benar ? >> Apakah CSR bagus dan tetap diterapkan dalam dunia Arsitektur dan Planning ? >> Maklum, saya juga sedang ada di pinggiran pengetahuan tentang CSR tersebut ! >> >> >> >> Sobat saya, salah satu cantrik yang dibimbing itu mengatakan bahwa >> penggunaan kata-kata "Studi Kasus" dalam berbagai riset telah salah kaprah. >> Ada yang memaknai kasus sebagai Lokus, sedangkan yang lain mengartikan >> sebagai Fokus. Nah di dalam diskusi terbuka tersebut akan diperjelas, >> khususnya dengan mendatangkan seorang pakar studi kasus dari Unair, kalau >> nggak salah DR. Basuki.... siapa kenal ? >> >> >> >> Mengapa CSR ini akan diangkat dan digunakan dalam riset-riset Arsitektur >> dan Planning ? Arsitektur dan Perencanaan seringkali memerlukan "teori >> kontemporer" yang bermakna untuk mengatasi problema-problema secara mendasar >> namun kadangkala kejadian-kejadian yang dapat dikaji untuk menghasilkan >> teori yang diharapkan tidak tersedia secara cukup. Kasus heritage seperti >> "Hotel Toegoe" di Jogja atau "Lawang Sewu" di Semarang yang berubah karena >> melintasi waktu historis tidak banyak, maka apakah kasus-kasus "monumental" >> semacam itu tidak layak digunakan untuk membangun teori tertentu jika kelak >> akan dimanfaatkan untuk menata kawasan tengah kota yang bertebaran dengan >> bangunan-bangunan bersejarah ? Apakah kasus-kasus yang sedikit tidak dapat >> dimanfaatkan untuk melahirkan "pegangan" bagi tindakan penataan ruang >> kehidupan yang bersifat kontemporer ? >> >> >> >> Rencananya diskusi terbuka akan diadakan 28 Agustus 2008 hanya sehari >> saja, tempatnya di Jurusan Arsitektur dan Perencanaan UGM. Itu kalau tidak >> ada perubahan... ..sementara ini dibayangkan yang datang hanya sekitar 60 >> orang, supaya diskusi dapat fokus dan menarik..... sssss sebentar lagi >> poster informasi akan segera diedarkan, sebab sedang dibuat yang menarik ! >> >> >> >> Salam, >> >> Djarot >> >> > > >

