“Selamat Idul Fitri 1429 H” mohon maaf lahir dan batin……
 
Milister ysh,
 
Sambil tak ingin membuang waktu berharga dihari libur... maafkan saya sudah 
mulai menulis lagi.....
Setelah otokritiknya……. Yang ditulis dalam posting berjudul ‘Mental Block 
Penataan Ruang’….… untuk lebih jauh lagi memahami  pemikiran2 planolog muda 
kita mas Catur….. bagi yang belum sempat  melongok ke blogsnya beliau…. berikut 
saya turunkan  satu kutipannya yang sempat saya longok………
Saya kira saya  tidak usah memohon izin dulu ke mas Catur karena beliau toh 
sudah mempersilahkan kita semua untuk melongok ke blogsnya beliau…..
 
Salam,
aby
 
- - - - - - - - - - - - - - - - - -
 
 
PROGRESIVITAS DUNIA PERENCANAAN
Tuesday, June 24, 2008

Di malam 12 juni 2008, beberapa alumni planologi muda (sekitar 20an orang) dari 
ITB berkumpul di satu sudut cafe di bilangan sudirman. . Latar belakang dari 
masing-masing individu yang berkumpul berbeda-beda, mulai dari Pegawai Negeri, 
Konsultan Perencana Ruang, konsultan di lembaga internasional, konsultan 
properti, peneliti, dan lain sebagainya. 
Orang-orang tersebut berkumpul dengan berbagai alasan dan motif yang 
berbeda-beda, akan tetapi semuanya didasari oleh sebuah kegelisahan terhadap 
apa yang terjadi saat ini di dunia perencanaan, terutama apa yang terjadi di 
kalangan perencana muda 
Dunia perencanaan wilayah sebenarnya bukan sebuah disiplin ilmu yang lama di 
Indonesia. Kita bisa katakan tonggak profesi perencanaan adalah ketika Sekolah 
perencanaan pertama dibuka di tahun 1959 di Bandung. Seiring berjalannya waktu, 
dunia perencanaan mengalami berbagai dinamika yang mewarnai lulusan dari 
masing-masing sekolah perencanaan. Lahirnya UU Penataan Ruang pada tahun 1992 
(43 tahun setelah sekolah perencanaan berdiri), Era dsentralisasi yang 
memperkuat posisi Pemda terhadap Pusat, gelombang partisipasi masyarakat 
setelah era reformasi. Yang terakhir adalah keluarnya UU Penataan ruang yang 
baru, UU 26/2007, yang secara tidak langsung menentukan arah perkembangan 
profesi perencanaan. 
Ratusan bahkan ribuan tenaga perencanaan telah lahir dari berbagai sekolah 
perencanaan di Indonesia. Alumni sekolah perencanaan telah tersebar di berbagai 
macam bidang pekerjaan. Lulusan-lulusan sekolah perencanaan pun telah mengisi 
berbagai level di profesi perencanaan, tidak hanya didominasi oleh satu atau 
dua sekolah perencanaan saja.. seharusnya dengan gambaran tersebut, maka dunia 
perencanaan menuju ke arah yang lebih baik.
Akan tetapi, beberapa perencana muda yang hadir pada forum 12 Juni tidak 
sependapat.. mereka yang hadir merasakan kegelisahan terhadap masa depan dunia 
perencanaan. 
Perencanaan wilayah dan kota telah berubah menjadi sebuah bidang yang tidak 
menarik, tidak berkembang, membosankan, tidak menantang dan tidak ramah 
terhadap para perencana muda. Atau dengan kata lain dunia perencanaan wilayah 
menjadi sebuah bidang yang kurang seksi di tengah era globalisasi saat ini.
Beberapa pemikiran yang mencuat dari diskusi di malam itu (kalo boleh saya 
simpulkan ), sebagai berikut ;

di level alumni muda, terdapat sebuah keputusasaan dari produk rencana yang di 
susun. Banyak yang merasa berkiprah di dunia perencanaan tidak memberikan arti 
banyak bagi pengembangan ruang itu sendiri. Karena produk-produk rencana yang 
di susun ternyata tidak mampu untuk diimpelementasikan sebagai sebuah produk 
nyata dalam mengembangkan ruang, entah itu di level Kota, Kabupaten, Provinsi 
atau Nasional. Kondisi dimana penyusunan produk ruang semata-mata sebagai 
sebuah proyek semata, menimbulkan pesimisme di kalangan para alumni muda yang 
menyebabkan mereka berlomba-lomba untuk keluar dari dunia perencanaan ruang. 
Fenomena ini sebenernya sesuatu yang lumrah terjadi di setiap bidang keilmuan. 
Akan tetapi apabila hal ini berkelanjutan, maka tentunya dapat dibayangkan 
sedikitnya alumni sekolah perencanaan yang berkecimpung di dunia perencanaan. 
Tentunya secara langsung atau tidak langsung dapat mempengaruhi kualitas 
perencanaan itu sendiri. 
Selain dari kondisi di atas, ternyata masih ada sebuah ”kerinduan” dari para 
alumni sekolah perencana terhadap dunia perencanaan ruang. Aktivitas di luar 
dunia perencanaan ruang tidak semata-mata membuat mereka tidak perduli terhadap 
apa yang terjadi di dunia perencanaan. Kebutuhan sebuah media di luar rutinitas 
pekerjaan dimana mereka dapat berdialog mengenai apa yang terjadi di dunia 
perencanaan. Sebuah media dimana ”planning can be fun”. Media dialog yang pada 
akhirnya dapat memperkaya dunia perencanaan tanpa harus berkontribusi langsung 
sebagai perencana ruang. 
Adanya perubahan dalam struktur-budaya masyarakat, perubahan peran birokrasi, 
dan iklim bisnis dan democratisasi yang memberikan peluang bagi perencanaan 
untuk berkiprah lebih jauh mengisi ruang-ruang publik. 
Potensi-potensi para alumni muda sekolah perencanaan saat ini tersebar ke 
berbagai bidang dan penjuru nusantara. Berbagai prestasi pun diraih. Akan 
tetapi hal ini belum terkonsolidasi dengan baik. Sehingga prestasi yang muncul 
ada prestasi individu dan bukan prestasi komunitas dunia perencanaan. Apalagi 
dengan kondisi feodalistik masyarakat Indonesia yang melihat komptensi 
seseorang berdasarkan umur, tidak memberikan kesempatan yang luas bagi 
perencana muda untuk mengekspresikan inovasi dan kreativitas mereka ke publik. 
Bahkan ada sebuah anggapan yang mengatakan ”alumni planologi yang terkenal ke 
publik bukan dikenal sebagai seorang alumni planologi”. Dibutuhkan konsolidasi 
potensi dari para alumni sekolah perencanaan dalam usaha untuk membuat dunia 
perencanaan ”GO PUBLIC”. Ekspose terhadap karya-karya nyata yang dibuat oleh 
alumni-alumni sekolah perencanaan di berbagai bidang diharapkan mampu untuk 
meningkatkan citra perencana di masyarakat.
Dari sedikit persoalan yang berhasil di ekspose oleh rekan-rekan yang 
berkumpul, terbersit keinginan untuk membentuk komunitas dimana alumni muda 
sekolah perencanaan dapat berkomunikasi, berdialog, konsolidasi inovasi, 
bertukar informasi dan fungsi lain yang mampu melakukan mediasi kepentingan 
perencana muda. 
Beberapa pendapat mengenai Komunitas perencana muda yang hendak digagas adalah 

Komunitas perencana muda tidak semata-mata membatasi diri pada usia atau umur 
kelulusan semata. Akan tetapi harus dapat mewakili ide-ide progressif dunia 
perencanaan. Komunitas yang ada mampu mewadahi dan memancing inovasi-inovasi 
baru dalam dunia perencanaan. Komunitas ini diharapkan mewakili ide-ide 
progresif yang ada dan tentunya menginformasikan ke masyarakat. 
Perlu dibuat sebuah konvensi mengenai anggota komunitas. Apakah alumni sekolah 
perencanaan ataukah orang yang berkecimpung di dunia perencana ruang semata. Di 
akhir diskusi hal ini belum kunjung terjawab. 
Perlunya mengajak oerencana-perencana muda bukan hanya dari satu sekolah 
perencanaan saja. Akan tetapi perlu diperluas ke alumni dari sekolah 
perencanaan lainnya di penjuru nusantara. 
forum mampu menjadi ruang berpikir dalam meningkatkan kepedulian terhadap 
kondisi sekitar, termasuk isu2 di dunia perencanaan 
Komunitas yang ada diharapkan dapat lebih ”seksi” dari sekedar kumpul2 formal 
ala organisasi birokratik. Bentuk hubungan peer to peer dikedepankan dari 
sekedar organisatorik semata. Salah satu ide adalah membuat pertemuan rutin 
untuk mendiskusikan hal2 yang bersifat kontemporer dan tidak hanya berhenti 
pada isu perencanaan. Dalam hal ini inisiatif dari setiap anggota komunitas 
sangat diharapkan...
Malam itu diakhiri dengan berbagai perasaan di masing-masing individu yang 
hadir. Optimis, pesimis, tercerahkan, bingun dan lain sebagainya. Diharapkan 
perasaan-perasaan tersebut dapat membentuk sebuah kekuatan untuk bergerak 
bersama dalam perbaikan dunia perencanaan, dimana orang-orang muda dan ide-ide 
segar menjadi ”backbone” dari gerakan tesebut. 
Keberadaan komunitas ini diharapkan mampu menyegarkan dunia perencanaan dengan 
ide-ide baru, orang-orang baru, inovasi-inovasi baru. Komunitas yang mampu 
menjadi solusi bagi dunia perencanaan. 
Jalannya masih panjang... 
Kita tunggu bagaimana kiprah komunitas ini selanjutnya....
 
-Catur-
 
Tulisan di muat di http://perencanamuda.wordpress.com/
 


      

Kirim email ke