Pak Djarot ysh, Kembali selamat saya ucapkan atas blog baru-nya. Kalau sudah punya 3 atau lebih, sebenarnya bapak ini sudah bisa disebut sebagai 'juragan'. Kelihatannya yang baru ini sedikit humanis ya pak. Saya teringat sekitar 30 tahun yang lalu masih suka bikin cerpen, dan banyak mengisahkan beberapa spot kehidupan perkotaan. Ada sebuah cerpen yang masih saya ingat karena saya terbitkan di buletin sekolah dan kemudian di harian Bukit Barisan; gara-gara itu saya ditegur kepala sekolah dan hampir saja dikeluarkan. Kisahnya tentang Pak Saleh, seorang guru sekolah yang sudah tua dan setia dengan profesinya. Setiap hari mengayuh sepeda ke sekolah dari kediamannya yang jauh. Hidupnya sangat sederhana, disiplin, dan menolak berbagai pemberian, dan mengerjakan tugasnya secara tulus, hingga akhir hayatnya. Kebetulan dulu sekolahnya Cak Andri itu adalah sekolah paling top di Kota Medan (seperti SD PN Timah). Biasanya musim-musim lebaran seperti ini para guru tidak ada yang membuat atau membeli baju baru dan kue-kue; karena selalu ada 'droping' dari mana-mana.
Saya baru nonton film 'Laskar Pelangi', dan sangat menyentuh. Ada 'rasa lokal' yang patut dikecap. Salut untuk Bung Ikra untuk penokohan karakternya. Salam, -ekadj 2008/10/7 Djarot Purbadi [EMAIL PROTECTED] > Pak Ekadj dan sahabat semua, > > Mulai hari ini telah ada trio-blog yang saya terbitkan dan siap disantap > informasinya oleh siapapun. Blog baru tentang penghuni-penghuni ruang kota, > yang sementara ini masih mempublish catatan lama. Catatan tersebut saya rasa > ada gunanya bagi banyak orang dan banyak sudut kepentingan. Tulisan itu > hasil dari investigasi saya sendiri, semacam catatan lapangan yang agak > terstruktur. > > Salam, > > Djarot Purbadi > > http://arsitekturnusantara.wordpress.com > http://fenonemologiarsitektur.wordpress.com > http://penghunikota.wordpress.com > . > > >

