Pak Djarot ysh, Kelihatannya blok kedua ini temanya agak 'berat' ya pak? Mengenai rumah tradisional itu, saya pernah melihat proses pembuatan atapnya, dilakukan secara bergotong royong. Kalau tidak salah bahannya terbuat dari daun ... (mirip daun lontar). Dulu rumah-rumah Bali juga pakai daun ini, seperti contoh di Werdhapura. Tapi sayang karena bahan ini langka, sekarang banyak diganti dengan alternatif lain.
Kayaknya Pak Wawo lagi dekat tuh, di seputaran titik nol koma nol. Salam. -ekadj --- In [email protected], Djarot Purbadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Pak Ekadj dan sahabat semua, > > Mohon dukungan atas terbitnya satu lagi blog yang saya bikin, tentang fenonemologi arsitektur, semoga ada sahabat yang berkenan berbagi pengalaman, pengetahuan dan apa saja yang akhirnya akan saling mengembangkan diantara kita, supaya sumbangan kita bagi kepentingan negara dan bangsa menjadi lebih berkualitas. Tetapi, yah isinya baru sedikit dan akan terus dikembangkan, misalnya melalui beberapa mosaik pemikiran saya yang tersebar dan akan saya kumpulkan..... > > Salam, > > Djarot Purbadi > > > > Silahkan kunjungi blog kami http://arsitekturnusantara.wordpress.com > dan http://fenomenologiarsitektur.wordpress.com

