Dear All, Pak Ekadj, barangkali memang terkesan berat...tetapi yah sudah terlanjur harus demikian. Ini memang impian lama Pak, sejak tahun 2003, kami peneliti lapangan di Parangtritis ingin berbagi dan mengembangkan wacana bagaimana menerapkan cara pandang fenomenologi dalam arsitektur dan perencanaan, skala meso semacam dan seluas fenomena Parangtritis. Bahan laporan banyak dan ingin dibagikan melalui dunia cyber.
Tujuan yang lain memang ada, sebab di arsitektur dan planning di FT UGM terjadi dinamika perkembangan yang menarik dalam metodologi penelitian. Konon awalnya penelitian di pascasarjana Ars&Plan UGM dimulai dengan positivisme, kemudian pendulum bergerak ke rasionalisme, lantas menuju ke dominasi fenonemologi dan sekarang mulai memasuki CSR...dari diskusi intern beberapa waktu yang lalu Prof Adjun sudah menunjukkan tanda-tanda akan muncul bayi baru paradigma Teori Kritis.....dst. Nah, menurut saya, pemahaman fenomenologi di dalam iklim akademik kami belum mantap....kadang orang memilihnya karena sekedar ikut-ikutan tanpa dasar yang mantap....apalagi ada indikasi mahasiswa memilih karena "isaku iki"....parahnya...pakai slogan "pokokke iki".... Saya ingin mengundang dialog mendalam dengan semua pihak dan dialog itu terdokumentasi dengan baik....sebab melalui milis intern ternyata juga nggak maju-maju dialognya....jika di buat dalam blog kan menjadi lebih tertata....kayaknya begitu....sementara dalam diskusi CSR kemarin saya mendapat sebutan "ketua partai fenomenologi"....karena riset saya menggunakan itu...dan sedang bersaing dengan ketua partai CSR rekan se-almamater dari jurusan planning Undip.....tetapi yang terakhir ini adalah motivasi yang kesekian.....jadi ada tujuan untuk memantapkan eksistensi partai fenomenologi dalam pemilu 2009....heheheheee... Tentang Eyang Wawo,....saya merasa belum layak berjumpa dengan beliau...saya sudah cukup puas dapat belajar via dialog di dunia cyber....takut gelagapan kalau jumpa darat...meski ingin tahu banyak tentang informasi Pak John Rahasia dan seputar keprihatinannya itu..... Salam, Djarot Purbadi http://arsitekturnusantara.wordpress.com http://fenonemologiarsitektur.wordpress.com --- On Sun, 10/5/08, ekadj08 <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: ekadj08 <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [referensi] Re: Bloggers from Referensi To: [email protected] Date: Sunday, October 5, 2008, 1:24 AM Pak Djarot ysh, Kelihatannya blok kedua ini temanya agak 'berat' ya pak? Mengenai rumah tradisional itu, saya pernah melihat proses pembuatan atapnya, dilakukan secara bergotong royong. Kalau tidak salah bahannya terbuat dari daun ... (mirip daun lontar). Dulu rumah-rumah Bali juga pakai daun ini, seperti contoh di Werdhapura. Tapi sayang karena bahan ini langka, sekarang banyak diganti dengan alternatif lain. Kayaknya Pak Wawo lagi dekat tuh, di seputaran titik nol koma nol. Salam. -ekadj --- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, Djarot Purbadi <[EMAIL PROTECTED] .> wrote: > > Pak Ekadj dan sahabat semua, > > Mohon dukungan atas terbitnya satu lagi blog yang saya bikin, tentang fenonemologi arsitektur, semoga ada sahabat yang berkenan berbagi pengalaman, pengetahuan dan apa saja yang akhirnya akan saling mengembangkan diantara kita, supaya sumbangan kita bagi kepentingan negara dan bangsa menjadi lebih berkualitas. Tetapi, yah isinya baru sedikit dan akan terus dikembangkan, misalnya melalui beberapa mosaik pemikiran saya yang tersebar dan akan saya kumpulkan... .. > > Salam, > > Djarot Purbadi > > > > Silahkan kunjungi blog kami http://arsitekturnu santara.wordpres s.com > dan http://fenomenologi arsitektur. wordpress. com

