Pak Ekadj Ysh,

Terima kasih atas apresiasinya dan sebutan baru yang sebenarnya belum pas buat 
saya karena ada yang lebih layak. Nuwun. Data pada blog penghuni kota selama 
ini masih akan menyajikan catatan-catatan lama yang saya inginkan isinya 
betul-betul menghujam ke jantung mosaik fenomena. Blog ini ingin menjadi 
partner pemikiran para planner yang piawai dalam pemikiran level lebih abstrak. 
Maksudnya, blog ini dapat menyajikan berbagai keragaman (kapita selekta) 
fenomena lapangan biar seringkali di tengok ketika kita berbicara di 
awang-awang. Kadang ia menjadi bahan yang bisa digunakan untuk menguji 
butir-butir pemikiran kita yang bisa kemana-mana.

Jika ada sahabat yang sekualitas Andrea Hirata, tentu informasi-informasi di 
blog ini juga bisa digunakan untuk menulis dongeng atau kisah-kisah yang 
menarik, sebab para penulis kreatif itu biasanya memang menggunakan bahan - 
bahan kehidupan manusia menjadi inspirasi di dalam tulisannya. Kisah Laskar 
Pelangi dan Pak Saleh merupakan kisah yang bisa membuka mata hati untuk 
mengubah diri sendiri menjadi berhati cerdas....

Salam,



Djarot Purbadi



http://arsitekturnusantara.wordpress.com

http://fenonemologiarsitektur.wordpress.com

--- On Tue, 10/7/08, - ekadj <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: - ekadj <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [referensi] Re: Bloggers from Referensi
To: [email protected]
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Date: Tuesday, October 7, 2008, 10:26 PM










    
            Pak Djarot ysh,
Kembali selamat saya ucapkan atas blog baru-nya. Kalau sudah punya 3 atau 
lebih, sebenarnya bapak ini sudah bisa disebut sebagai 'juragan'.
Kelihatannya yang baru ini sedikit humanis ya pak. Saya teringat sekitar 30 
tahun yang lalu masih suka bikin cerpen, dan banyak mengisahkan beberapa spot 
kehidupan perkotaan. Ada sebuah cerpen yang masih saya ingat karena saya 
terbitkan di buletin sekolah dan kemudian di harian Bukit Barisan; gara-gara 
itu saya ditegur kepala sekolah dan hampir saja dikeluarkan. Kisahnya tentang 
Pak Saleh, seorang guru sekolah yang sudah tua dan setia dengan profesinya. 
Setiap hari mengayuh sepeda ke sekolah dari kediamannya yang jauh. Hidupnya 
sangat sederhana, disiplin, dan menolak berbagai pemberian, dan mengerjakan 
tugasnya secara tulus, hingga akhir hayatnya. Kebetulan dulu sekolahnya Cak 
Andri itu adalah sekolah paling top di Kota Medan (seperti SD PN Timah). 
Biasanya musim-musim lebaran seperti ini para guru tidak ada yang membuat atau 
membeli baju baru dan kue-kue; karena selalu ada 'droping' dari mana-mana.

 
Saya baru nonton film 'Laskar Pelangi', dan sangat menyentuh. Ada 'rasa lokal' 
yang patut dikecap. Salut untuk Bung Ikra untuk penokohan karakternya.
 
Salam,
 
-ekadj


2008/10/7 Djarot Purbadi [EMAIL PROTECTED] com











Pak Ekadj dan sahabat semua,

Mulai hari ini telah ada trio-blog yang saya terbitkan dan siap disantap 
informasinya oleh siapapun. Blog baru tentang penghuni-penghuni ruang kota, 
yang sementara ini masih mempublish catatan lama. Catatan tersebut saya rasa 
ada gunanya bagi banyak orang dan banyak sudut kepentingan. Tulisan itu hasil 
dari investigasi saya sendiri, semacam catatan lapangan yang agak terstruktur. 


Salam,

Djarot Purbadi

http://arsitekturnu santara.wordpres s.com
http://fenonemologi arsitektur. wordpress. com

http://penghunikota .wordpress. com 
 
. 
 


      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke