Kembali ke laptop,. 

 

Mungkin indikator yang semi-terukur itu bisa dilihat pada tataran
kebijakannya dan konsep implementasinya, dan tak perlu ada ukuran-ukuran
tertentu yang butuh itung2an dsb,. 

Misal: Ketika Kota Solo membenah pasar tradisionalnya dan membuat daerah
wisata kuliner yang menampung beberapa sektor informal,. atau kota malang
yang menolak membangun mall dan membantu SME terutama yang sektor informal
mendapatkan ruang usahanya,..  Lantas sudah cukup jadi indikator yang
memadai untuk dianggap sudah memenuhi amanat UUPR itu,..  Jadi tak perlu
ukuran-ukuran 20% wilayah dijadikan ruang khusus untuk sektor informal, atau
80% pelaku sektor informal yang terdata sudah mendapat ruang usahanya,. 

 

Sepertinya untuk melihat apakah sebuah kota sudah memenuhi amanat UUPR untuk
menyediakan ruang bagi sektor informal, akan tergantung pada kreativitas si
pengelola kota membuat indikatornya,..  

 

Best Regards,

 

Benedictus Dwiagus S.

http://bdwiagus.blogspot.com

http://bdwiagus.multiply.com 

 

"The most difficult thing in the world is to know how to do a thing and to
watch somebody else doing it wrong, without comment."  - T. H. White

 

:::... Indo-MONEV ...:::

Indo-MONEV is a mailing list to build a network of Indonesian People
anywhere in the world who are interested, dedicated, and profesionalised to
the work on monitoring and evaluation and other related development issues
including development aid works, particularly in Indonesia.

Join in by sending an email to:  [email protected] 

Find also Indo-MONEV in facebook:
<http://www.facebook.com/group.php?gid=34091848127&ref=ts>
http://www.facebook.com/group.php?gid=34091848127&ref=ts 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf
Of abimanyu takdir alamsyah
Sent: 12 February 2009 11:53
To: [email protected]
Subject: Re: [referensi] intermezzo - Re: Indikator RTR kota sdh menyiapkan
ruang utk Sekt Informal?

 

Saya juga setuju terukur pak Eka ysh, 

Apapun alat pembangunannya (maupu  RPJP, RPJM, RTRW, pembangunan ekonomi
pasar/rakyat, dll), pada akhir setiap periode bila jumlah penduduk asal yang
semula kurang sejahtera semakin sedikit dan luas serta kondisi lingkungan
alam yang semula berada di bawah standar semakin berkurang, pembangunan
tersebut dapat dianggap berhasil (berapapun tingkat keberhasilannya). 

Terukur disini adalah angka-angka nyata dengan individu yang nyata (bukan
agregat  = tidak terukur) dan dapat diidentifikasi/diukur di lapangan secara
nyata. Ukuran dapat saja disepakati (dipertahankan lebih dahulu kelayakannya
dalam kampanye pembangunan) pada awal program berdasarkan kepentingan
pemangku kepentingan.

Keberhasilan dari aspek manusia misalnya kekurangan penghasilan penduduk
asal terhadap pengeluarannya semakin kecil (sesuai kondisi daerahnya
masing-masing), penduduk lokal: yang tidak punya atau kehilangan pekerjaan,
yang kualitas hidup di bawah ukuran standar baku kesehatan dan gizi semakin
sedikit, tidak punya tempat tinggal, memiliki status tidak legal, tergusur
oleh pendatang baru, tidak siap menanggulangi risiko kriminalitas,
kecelakaan, bencana, dsb semakin berkurang. 

Keberhasilan dalam aspek ekologis misalnya berkurangnya luas hutan
lindung/suaka/bakau/terumbu karang/padamg lanun setempat yang rusak,
meningkatnya jumlah dan kualitas air minum memenuhi standar kesehatan yang
dapat dinikmati penduduk asal, dll.

Mengapa penduduk asal atau lingkungan lokal sebagai ukuran utamanya? karena
bila kondisi lokal semakin baik, maka biaya untuk berpindah, berkomuter,
menggunakan sarana antara, pemborosan pemanfaatan sumber daya alam, dll akan
semakin berkurang, manfaat pembangunan setempat lebih besar, hilangnya
sumber daya dan energi setempat bagi kepentingan luar yang sukar diukur
manfaatnya bagi setempat semakin kecil. Peningkatan potensi lokal semakin
terduga.

Pendekatan ini sangat berbeda dengan konsep persaingan pasar oleh pelaku
yang tidak berbasis lokal, yang banyak menghasil pelaku hit and run. Kalau
tidak menghasilkan manfaat komersial atau kompetitif lagi pindah lokasi,
tanpa tanggung jawab terhadap lokasi setempat, ternasuk komunitas setempat
maupun lingkungan alam setempat. 

Jadi, kalau terukur, kembangkanlah ukuran yang benar-benar relevan dengan
keterukuran tersebut (manusia dan alam setempat), bukan maya atau berasal
dari angka statistik diatas kertas atau kurs bank yang berfluktuasi antar
negara dan foot lose. 

Abimanyu




On Thu, Feb 12, 2009 at 10:56 AM, ffekadj <[email protected]> wrote:


Yang jelas Pak Benny, dengan adanya revolusi BB maka semuanya jadi lebih
terukur.

Powered by So'e StrawBerry(R)

--- In [email protected] <mailto:referensi%40yahoogroups.com> ,
beherma...@... wrote:
>
> Sy pilih yg terukur pak....apalagi sdh dituntut makin rinci...bgmn yg
lain?
> Powered by Telkomsel BlackBerryR
>
> -----Original Message-----
> From: isoedrad...@...
>
> Date: Thu, 12 Feb 2009 03:18:09
> To: [email protected] <mailto:referensi%40yahoogroups.com> 
> Subject: Re: Indikator RTR kota sdh menyiapkan ruang utk Sekt
Informal? RE: [referensi] Sektor Informal Perkotaan
>
>
> Ada dua sifat planner yg sering saya hadapi.
> 1. Yg suka dgn pemikiran2 tapi tdk ada ukurannya.
> 2. Ada yg suka semuanya pengen terukur.
> Nah, tinggal pilih yg mana.
>
> Powered by Telkomsel BlackBerryR

 



Kirim email ke