Iya betul, ok banget tuh. Tapi saya yg ga sanggup menempuh jarak dr 
ciputat-senayan hehehe. Belum lg harus pulang di atas jam 00.00. Spertinya yg 
sepikiran dgn saya lumayan byk. Di hari trakhir, saat show trakhir slesai jam 
2.15, hanya tinggal 1 sepeda terparkir. Jgn2 pemiliknya sudah buka kamar di 
Hotel Sultan atau Century, jd tak masalah.

Nita 

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: "Benedictus Dwiagus Stepantoro" <[email protected]>

Date: Tue, 10 Mar 2009 13:49:13 
To: <[email protected]>
Subject: RE: [referensi] JJF dan Creative Industries


Mbak Nita,..

Kalau mau nyepeda ke JavaJazz waktu itu, disediakan loh, parkir luas,.. Dan
aman, dijamin keamanannya.

 

Liat attachment

 

 

Anyway,

Kalau Pindah ke kemayoran ajah berpotensi meredup,.. apalagi pindah ke
Kupang. Butuh berapa generator listrik dan tanki air bersih ya,. 

 

 

 

Best Regards,

 

Benedictus Dwiagus S.

http://bdwiagus.blogspot.com

http://bdwiagus.multiply.com 

 

"The most difficult thing in the world is to know how to do a thing and to
watch somebody else doing it wrong, without comment."  - T. H. White

 

:::... Indo-MONEV ...:::

Indo-MONEV is a mailing list to build a network of Indonesian People
anywhere in the world who are interested, dedicated, and profesionalised to
the work on monitoring and evaluation and other related development issues
including development aid works, particularly in Indonesia.

Join in by sending an email to:  [email protected] 

Find also Indo-MONEV in facebook:
<http://www.facebook.com/group.php?gid=34091848127&ref=ts>
http://www.facebook.com/group.php?gid=34091848127&ref=ts 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf
Of [email protected]
Sent: 10 March 2009 13:30
To: [email protected]
Subject: Re: [referensi] JJF dan Creative Industries

 

Yup, bgtulah Peter Gontha, founder JJF bilang (kompas, 1/3). Tmn2 di panitia
jg sdh 'kasak kusuk'. Ini memang baru rencana.
JJC memang strategis, tp ruang2nya sdh tidak cukup. Pdhl hall A+B sbgian
parking area sdh dipakai. Ya maklum, isi festival bkn lg cuma stages for
music perfomance, tapi jg stands alat music, audio, toko kaset, f&b smpai
bank sponsor. Stand rsp pertamina aja ada, utk apa coba. Jadi kbyang kan
bgmn suasananya, ya mirip pasar malam.
Saya jg trmsuk yg kberatan. Bkn apa2, slama ini drpd brmacet2 ria, better
naik taxi walau hrs jalan hingga pintu JCC di gatot sbroto. Nah kalo jadi
pindah, tak tahulah apa moda transp pilihan saya nanti yg aman + nyaman.

Salam,
Nita

Sent from my BlackBerryR
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

  _____  

From: Bambang Tata Samiadji 
Date: Mon, 9 Mar 2009 22:55:59 -0700 (PDT)
To: <[email protected]>
Subject: Re: [referensi] JJF dan Creative Industries


Halo Nita...JJF mau pindah Kemayoran? H...he.. apa nggak salah?

 

Sebaiknya tidak! Jangan mengulangi kesalahan Jakarta Fair yang pindah ke
Kemayoran. 

 

Fair...festival....expo...dsb itu adalah bagian dari gaya hidup. Siapa yang
punya gaya hidup di Jakarta? Ya..orang-orang yang tinggal di belahan Tengah
sampai Selatan (termasuk Tangerang dan Bekasi). 

 

Kalau JJF di Kemayoran.... bakalan tidak populer lagi dan sebentar akan
digantikan oleh gaya hidup lain yang diselenggarakan di sekitar Senayan.

 

Thanks. CU. BTS.

 

 

 



--- On Tue, 3/10/09, arinynta <[email protected]> wrote:


From: arinynta <[email protected]>
Subject: Re: [referensi] JJF dan Creative Industries
To: [email protected]
Date: Tuesday, March 10, 2009, 5:15 AM


Dear bapak-2 milister yth,
ikut ya sedikit....

saya habiskan lwe (long weekend) kali ini dgn " begadang" di JJF.

Hari pertama, sepulang kantor langsung meluncur ke JCC.... seperti biasa,
suasananya festival sudah terasa dari luar. Kemacetan sudah pasti terjadi di
seputaran Senayan. Namun, tidak seperti tahun-tahun lalu, kali ini kemacetan
tidak begitu heboh (ya, setidaknya mobil teman yg saya tebengi, mudah dapat
parkir di Hotel Sultan). Ini bisa jadi karena program sudah diatur
sedemikian rupa, sehingga pengunjung lebih tersebar. Mereka yg mau nonton
Jason Mraz, yg kebanyakan ABG, sudah rela antri dari sekitar jam 3-an, pas
JJF dibuka. Sementara yang mau lihat Dianne Reeves, yg notabene sudah lebih
berumur, pastinya datang selepas jam kantor.

Hari kedua, seperti yang dialami Pak Nuzul, saya juga merasakan kesumpekan
JJC. Bedanya, saya sempat menikmati Chaseiro Reunion dgn komplit. Laura
Fygi, cukup setengah, karena juga mau lihat yg lain. Dgn "terpaksa" saya
lewatkan Glenn, karena saya tak bisa masuk plenarry hall yang tak sudah
sanggup tampung penggemarnya. Hari kedua ini sepertinya memang jadi
"puncak"nya, dari segi pengunjung. Bayangkan saja, ada Jason Mraz [lagi2
saya ga bisa nonton..:(], Chaseiro, Laura Fygi, sampai Matt Bianco. Yg lokal
ada Benny Likumahua, Glenn, & .... Jadi kebayang dong pengunjung yg datang,
dari yg ABG sampai para nini & aki2.., semua tumpleg bleg. 

Hari ketiga, sepertinya mirip dgn hari jumat. hari ini yg tampil slank
(sayang, saya datang kemalaman jadi tidak bisa lihat rocker on jazz), peabo
bryson, brian mcknight (yg bisa membuat miranda gultom teriak2 histeris di
bibir panggung), nita feat michael paulo (yg enak dinikmati sambil lesehan),
maliq yang digelar jelang 00.00 & swing out sister (yg start manggung jam
01.00 hingga 02.15 & jadi penutup JJF yg oke bgt).


SOal JJF dgn creative industries.. . ini juga yg membuat Marie Pagestu rela
dua hari datang ke sini, terus berkeliling lihat2 pameran alat2 musik &
audio juga stand lain... Keduanya pasti ada hubungannya, dan memang
menghidupkan ekonomi secara langsung, walaupun tidak (belum) besar (secara
regional misalnya) dan sifatnya masih temporer. Apakah untuk membuat
creative industries bisa lebih besar & lebih permanen, maka perlu ada
festival sekelas JJF, tidak harus demikian. Saya jadi ingat ketika krisis
1998, sempat tren warung tenda yg dikelola scr kreatif di areal yg cukup
luas. Sayangnya, krisis lewat, berlalu pula tren itu dan satu per satu
kampung warung tenda itu mati. Padahal jika terus dihidupkan di beberapa
tempat, bukan tidak mungkin jadi tempat tujuan wisata kuliner yg ok. Apalagi
jika diisi oleh kegiatan seni yg kreatif. 

 
Soal JJF pindah ke Kemayoran... . JCC memang sudah sanggup terima pengunjung
seperti JJF kali ini. Bayangkan jika ada 15 ribu orang datang dlm sehari,
meski silih berganti, tetap saja membuat suasana tidak nyaman. belum lagi,
ruang2nya sudah harus segera direnovasi. Atap interior byk yg sudah
terlepas, pintu2 kmr mandi sudah banyak yg tambal sulam. 

Rencana kepindahan itu, dilihat secara positif, bisa "menghidupkan"
aktivitas daerah tsb, setidaknya dlm 1 minggu jelang & sesudah acara JJF.
Efeknya setidaknya akan terasa hingga Ancol dan Mangga2. dari kacamata
negatif, pengunjung non-kendaraan pribadi pasti akan kerepotan. maklum
lokasinya, meski masuk wilayah jakarta pusat, tapi urusan transportasi
umumnya minim. kalaupun ada bis, kelasnya metromini. utk itu sebaiknya
panitia menyedia shuttle bus dari/ke lokasi2 tertentu, macam ke parkir timur
Senayan, sehingga tidak saja bisa digunakan bagi pengunjung bermobil, juga
yg enggan bermobil ke sana. maklum, daerah ini masih tenar dgn
"kerawanannya" ... dan ini juga yg hrs dipikirkan matang panitia.. (
komentar dr tmn yg selalu berurusan dgn keamanan JJF, "wah, mesti mulai buka
'kontak' sama yg 'megang' di sana nih, biar aman...")


eh kok jd panjang..... maaf

salam
nita

 

  _____  

New Email names for you!
<http://sg.rd.yahoo.com/aa/mail/domainchoice/mail/signature/*http:/mail.prom
otions.yahoo.com/newdomains/aa/> 
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!

 




Kirim email ke