Setuju Bu Cut, kelihatannya kita selalu 'satu hati'.

Setuju Pak BTS, itu bila 'dana' sudah menjadi 'modal pembangunan', seperti
kasus Zimbabwe. Padahal kebijakan nasional kita menyebutkan bila 'modal
pembangunan' itu adalah sdm, kekayaan alam, dst; sehingga akhirnya
melahirkan istilah-istilah seperti penatagunaan tanah, penatagunaan udara,
penatagunaan air, dan penatagunaan sumber daya alam lainnya. Permasalahan
terpenting adalah : mudeng nggak kita dengan istilah-istilah ini?
Jepang sedikit yang saya ketahui sudah menjadikan sdm sebagai modal
pembangunan. Pertumbuhan sdm seiring dengan pertumbuhan ekonomi. Mohon
periksa lampiran, bahan yang saya peroleh dari Onishi, Mohon dilihat
'stepping'nya bila kemajuan ekonomi selalu seiring dengan kemajuan sdm,
terkecuali 'fenomena baru' pasca 2000; namun ini pun terpatahkan dengan
'fenomena China'.

Kunci lain saya kira 'privatisasi', sehingga sebenarnya semua program
kecuali 1 dan 7 itu bisa diserahkan kepada 'non-Pemerintah'. Namun perlu
kita minta pendapat Pak Indra dkk yang lebih memahami kasus Jepang 'dan
Malaysia' ini. Salam.

-ekadj


2009/3/13 cut safana [email protected]

>    Para milister Ysh,
> Untuk bangsa kita saat ini yang diperlukan  tidak hanya sekedar  program
> (termasuk cara penyediaan dana), tetapi yang paling penting nantinya adalah
> bukti/realisasi program (tidak sekedar out put, tetapi  out come & impac
> nya). Contoh kecil : program tabung gas + kompor gas, mohon dichek siapa
> saja yang menerimanya ? (kriteria penerima subsidi tidak terlaksana dengan
> baik, yang penting programnya jalan, dan LAKIP 100 %  ....???????).
>
> Cerita berikut nyambung atau tidak, tetapi membuat saya nelongso, btw
> beberapa minggu yll saya  ke negara tetangga Malaysia (yang nota bene sering
> tidak dianggap oleh bangsa kita). Saya menyewa taksi yang kebetulan supirnya
> warga negara RI asal Medan dan memperistri orang Malaysia. Ngobrol ngolor
> ngidul, si supir mengatakan (kalimat asli) : "disini Bu, Pemerintah
> menganggap penduduk itu aset negara, masyarakat yang sangat tidak mampu
> diberikan kesempatan memiliki apartemen dengan harga murah; anak saya yang
> perempuan dikuliahkan ke Amerika; orang bawahan bisa makan seperti apa yang
> dimakan oleh menteri".................dst, dst. Saya hanya terdiam; tidak
> heran jika mendengar ini  di negara maju seperti Amerika atau
> Eropah. Patutlah Malaysia mengirim puluhan orang mahasiswa beasiswa setiap
> tahunnya ke Indonesia, pemerintah mereka sedang merajut pondasi (termasuk
> jiwa/karakter) yang kokoh untuk kemaslahatan rakyatnya
> kedepan................
> Salam..............
>
>  ------------------------------
> *From:* Bambang Tata Samiadji <[email protected]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Friday, March 13, 2009 11:38:04 AM
> *Subject:* Re: [referensi] Re: 8 Program yang ditawarkan Prabowo Subianto
>
>     Bung Eka, dana tidak bisa dicetak begitu saja. Nanti kayak Zimbabwe
> dengan inflasi 66.212%. Kalau Jepang gimana?
>
> Thanks. CU. BTS.
>
> --- On *Fri, 3/13/09, ffekadj <4ek...@gmail. com>* wrote:
>
>
> From: ffekadj <4ek...@gmail. com>
> Subject: [referensi] Re: 8 Program yang ditawarkan Prabowo Subianto
> To: refere...@yahoogrou ps.com
>
> Date: Friday, March 13, 2009, 4:53 AM
>
>   Salam pak. "Dana" bisa dicetak dalam waktu cepat. Namun tantangannya
> bagaimana program itu bisa dilaksanakan tanpa harus mencetak 'dana', seperti
> pengalaman Jepang <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/4806>.
> Salam.
> -ekadj
>
> --- In refere...@yahoogrou ps.com, Bambang Tata Samiadji <btsamia...@. ..>
> wrote:
> >
> > Dear all.
> > Â
> > Ada satu program yang perlu ditambahkan yaitu bagaimana mendapatkan
> dana/investasi  untuk membiayai ke-8 program tersebut.
> > Â
> > Thanks. CU. BTS.
> >
> > --- On Thu, 3/12/09, Benedictus Dwiagus Stepantoro bdwia...@... wrote:
> >
> >
> > From: Benedictus Dwiagus Stepantoro bdwia...@...
> > Subject: [referensi] 8 Program yang ditawarkan Prabowo Subianto
> > To: refere...@yahoogrou ps.com
> > Date: Thursday, March 12, 2009, 8:45 AM
> >
> > Ada yang minta dikritik, nih.
> > Dipersilahken,….
> > Â
> >
> > Best Regards,
> > Â
> > Benedictus Dwiagus S.
> >
> >
> > Â (dari milis pembaca kompas)
> >
> > Posted by: "Prabowo Subianto" salam.prabowo@ yahoo.com   salam.prabowo
> > Wed Mar 11, 2009 3:19 pm (PDT)
> >
> > Saudara-Saudara FPKÂ yang saya banggakan,
> >
> > Jika mendapatkan lampu hijau dari Saudara Agus Hamonangan, Moderato r,
> saya ingin mempost-kan 8Â program yang saya tawarkan dan mulai iklankan hari
> ini. Mengingat Saudara semua di sini tajam wawasan, dalam, mengritisi usulan
> program ini. Saya ingin mendengar komentar-komentar Saudara di sini.
> >
> > Jika tak keberatan juga di-CC-kan di: tinyurl.com/ prabowo, di forum
> diskusi akan sangat bermanfaat.
> >
> >
> > Membangun Kembali Indonesia Raya
> > 8 Program Aksi Untuk Kemakmuran Rakyat
> >
> > 1. Menjadwalkan kembali pembayaran utang luar negeri
> >
> > - Mengalihkan dana pembayaran utang luar negeri sebagai modal untuk
> membiayai program pendidikan, kesehatan, pangan dan energi, yang murah serta
> ramah lingkungan.
> >
> > 2. Menyelamatkan kekayaan negara untuk menghilangkan kemiskinan.
> >
> > - Menjadikan BUMN sebagai lokomotif dan ujung tombak kebangkitan ekonomi.
> > - Menghentikan penjualan aset negara yang strategis atau yang menguasai
> hajat hidup orang banyak.
> > - Meninjau kembali semua kontrak pemerintah yang merugikan kepentingan
> nasional.
> > - Mewajibkan eksportir nasional yang menikmati fasilitas kredit dari
> negara untuk menyimpang dana hasil ekspornya di bank dalam negeri.
> > - Membangun industri pengolahan untuk memperoleh nilai tambah.
> >
> > 3. Melaksanakan ekonomi kerakyatan
> >
> > - Mencetak 2 juta Ha lahan baru untuk meningkatkan produksi beras,
> jagung, kedelai, tebu yang dapat memperkerjakan 12 juta orang.
> > - Mencetak 4 juta Ha lahan untuk aren (bahan baku bio etanol) yang dapat
> mempekerjakan 24 juta orang.
> > - Membangun pabrik pupuk ureak dan NPK dengan total kapasitas 4 juta ton.
> > - Memperbesar permodalan lembaga keuangan mikro untuk menyalurkan kredit
> bagi rakyat kecil.
> > - Membangun sarana transportasi massal.
> > - Modernisasi pasar tradisional untuk pedagang kecil.
> > - Meningkatkan pendapatan per kapita dari USD 2.000 menuju USD 4.000
> >
> > 4. Delapan program desa
> >
> > - Listrik desa.
> > - Bank dan lembaga keuangan desa.
> > - Koperasi desa, lumbung desa, pasar desa.
> > - Air bersih desa.
> > - Klinik desa.
> > - Pendidikan desa.
> > - Infrastruktur pedesaan dan daerah pesisir.
> > - Rumah sehat pedesaan.
> >
> > 5. Memperkuat sektor usaha kecil
> >
> > - Prioritas penyaluran kredit perbankan kepada petani, nelayan dan
> pedagang kecil.
> > - Melarang penyaluran kredit bank pemerintah untuk pembangunan perumahan
> dan apartemen mewah, mall, serta proyek-proyek mewah lainnya.
> > - Melindungi pedagang pasar tradisional dengan melarang pembangunan pasar
> swalayan berskala besar yang tidak sesuai undang-undang.
> > - Melindungi dan memperjuangkan hak-hak buruh migran (TKI).
> >
> > 6. Kemandirian energi
> >
> > - Membangun pembangkit listrik tenaga panas bumi dan air (10.000 MW).
> > - Menyediakan sumber energi dengan mendirikan kilang-kilang minyal,
> pabrik bio etanol dan pabrik DME (pengganti LPG).
> > - Membuka 2 juta hingga 4 juta Ha hutan aren - dengan sistim tanam
> tumpangsari - untuk produksi bahan bakar etanol, sebagai pengganti BBM
> impor. Pembukaan lahan ini akan menjadikan Indonesia sebagai negara
> pengekspor bahan bakar nabati setelah 7 tahun masa tanam (4 juta Ha hutan
> aren menghasilkan sekitar 56 juta mt etanol/tahun) .
> >
> > 7. Pendidikan dan kesehatan
> >
> > - Mencabut undang-undang bahan hukum pendidikan.
> > - Pencabut pajak buku pelajaran dan menghentikan model penggantian buku
> pelajaran setiap tahun.
> > - Melaksanakan kembali program KB (Keluarga Berencana).
> > - Meningkatkan peran PKK, Posyandu dan Puskesmas.
> > - Menempatkan sarjana dan dokter baru melalui program pemerintah terutama
> di kantong-kantong kemiskinan.
> > - Menggerakkan revolusi putih dengan menyediakan susu untuk anak-anak
> miskin.
> >
> > 8. Menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup
> >
> > - Melakukan penghijauan kembali 59 juta Ha hutan yang rusak serta
> konservasi aneka ragam hayati dan hutan lindung.
> > - Mengamankan dan merehabilitasi daerah aliran sungai.
> > - Mencegah dan menindak tegas pelaku pencemaran lingkungan.
> > - Melindungi flora dan fauna sebagai bagian dari aset bangsa.
> >
> > Haluan baru. Pemimpin baru. Terobosan baru.
> >
> >
> > Terima kasih saya,
> >
> >
> > Prabowo Subianto
> > Ketua Dewan Pembina
> > Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)
>
> .
>
> 
>

Kirim email ke