Rekans ysh,
Programnya Prabowo memang patut dikomentari dengan kritis, terutama program 
mencetak lahan pertanian dan menanam pohon aren....sepertinya ini main-main, 
tetapi ada yang sama antara visinya prabowo dengan komentarnya BTS terhadap 
tulisan bu cut safana......optimis Indonesia bisa maju.

Menurut saya Indonesia memang akan menjadi negara yang patut diperhitungkan 
setelah segala macam "kesalahan manajemen"  dan korupsi masa lalu yang 
menyebabkan kita krisis bisa diperbaiki. Para investor memang masih belum 
percaya dengan Asia Tenggara setelah krisis, tetapi dalam waktu dekat, saya 
optimis kita akan menjadi negara yang sangat menarik. Demokrasi adalah jalan 
menuju kesana, Malaysia sekarang sedang gundah dengan sistem demokrasinya yang 
sangat rentan, karena adanya sekat-sekat etnis.

Bu Cut, Malaysia maupun Singapore memang memacu SDMnya, tetapi mereka sangat 
ketakutan tidak mempunyai cukup "blue collar" yang mau melakukan dirty job. 
Tenaga kerja jenis ini sekarang banyak diisi oleh buruh migran...termasuk 
TKI...dimasa depan pegawai terampil untuk blue collar adalah orang-orang 
kita....dan malaysia maupun singapore akan sangat tergantung pada pekerja jenis 
ini.. padahal kita tahu bahwa ekonomi akan berjalan baik jika ada yang 
melakukan dirty work (ini mencapai 80%)

Blue collar bukan pekerjaan "hina" karena dimasa depan para pekerja ini yang 
semakin terampil akan mempunyai gajih yang tidak jauh berbeda dengan white 
collar atau kantoran. Malaysia akan berhenti tumbuh jika tidak ada pekerja dari 
Indonesia, penduduknya juga cuma 20 juta dan kita tahun setelah krisis global 
ini, negara-negara baratpun akan menjadi lebih proteksionis, yang sangat 
mengandalkan produk dan konsumsi dalam negeri. Maka negara dengan penduduk 
besar sangat diuntungkan, termasuk Indonesia.

Salam
Aunur Rofiq


--- On Sat, 3/14/09, Hannie Waworoentoe <[email protected]> wrote:

> From: Hannie Waworoentoe <[email protected]>
> Subject: Re: [referensi] Re: 8 Program yang ditawarkan Prabowo Subianto
> To: [email protected]
> Date: Saturday, March 14, 2009, 10:21 AM
> BTS, saya sungguh sangat setuju dan sangat terkesan dengan
> segala pamdanganmu , nanti masih ingin saya tanggapi lagi.
> Pak wawo. 
> 
> 
> 
> 
> ________________________________
> From: Bambang Tata Samiadji <[email protected]>
> To: [email protected]
> Sent: Friday, March 13, 2009 11:31:03 PM
> Subject: Re: [referensi] Re: 8 Program yang ditawarkan
> Prabowo Subianto
> 
> 
> Halo Bu Cut, dalam banyak hal tentang Indonesia, saya
> berbeda dengan Anda.
>  
> Soal program dan implementasi, kita sudah berusaha
> melaksanakan sebaik-baiknya berdasarkan UU 25/2004 tentang
> SPPN yaitu penyiapan program, implementasi, output,
> dan...outcome/ impact. Hanya soal impact  khan tidak begitu
> saja bisa dinilai dalam tahun anggaran berkenaan ataupun
> tahun anggaran berikutnya. Perlu evaluasi dan monitoring.
> Dan monev ini juga dilaksanakan sesuai dengan peraturan dan
> perundangan yang ada. Khan tidak ada yang salah dalam public
> administration kita? Kalaupun dalam pelaksanaannya ada yang
> menyimpang, ada pemborosan, dsb, itu khan biasa yang secara
> terus menerus akan diperbaiki. Setiap proses manajemen akan
> terjadi deviasi dan tak perlu disesali.
>  
> Contoh tentang konversi minyak dengan gas dan pembagian
> tabung, saya kira itu suatu kebijakan Indonesia yang sangat
> berani (apakah ada negara yang melaksanakan seperti ini?).
> Dalam prakteknya pembagian tabung itu tidak mulus. Tapi
> segala kericuhan pembagian tabung terus diperbaiki dan
> akhirnya sekarang benar-benar pemakaian tabung sudah
> tersosialisasi dan efektif. Kalaupun masih terjadi masalah,
> secara menerus diperbaiki, Di sinilah Indonesia melakukan
> pembelajaran, ada kegagalan, tapi buahnya keberhasilan.
> Karenanya, Indonesia adalah gudang pembelajaran (the worst
> practice is the best learnt).
>  
> Secara pribadi saya sangat menghargai orang Malaysia,
> mereka sangat menghargai manusia sebagai aset bangsa.
> Begitupun negara kita Indonesia. Memang sepertinya negara
> kita lebih menganggap penduduknya sebagai liability daripada
> aset. Tapi sebetulnya sama saja khan. Kalau ada aset,
> berarti ada liability. Yang beda hanya kesempatan saja.
> Mereka lebih mudah, kita di sini lebih banyak mengalami
> kesulitan (lebih enak saya sebut tantangan). Ini analog
> dengan kita-kita yang nota bene Kelompok Ekonomi Menengah.
> Kalau dibandingkan dengan Kelompok Ekonomi Bawah, seperti
> orang-orang miskin yang ada sekitar kita, apakah kita lebih
> hebat daripada mereka? Koq tidak ya. Kita menikmati
> pendidikan, kita menguasai profesi, dsb itu karena kita
> beruntung. Coba orang -orang miskin itu diberi kesempatan
> yang sama, bisa saja mereka juga sehebat kita, atau lebih
> hebat nkali.
>  
> "Rumput tetangga lebih hijau daripada rumput halaman
> sendiri". Kita merasa mengagumi Malaysia tetangga kita.
> Kota KL itu cukup rapi dan teratur, sangat sedikit dijumpai
> kaki lima, sangat bersih (walau tak sebersih Singapore).
> Apalagi kota baru Putrajaya itu, begitu gemerlap lampu-lampu
> dan air mancur yang semuanya sangat boros enerji.
> Kawasan-kawasan kumuh juga sangat berkurang di KL karena
> Pemerintah memang punya uang untuk merehabilitasi ataupun
> meremajakan kotanya. Persoalan tanah sepertinya tidak rumit
> amat. Penggunaan IT juga sangat memasyarakat, pelayanan kota
> seperti perijinan sudah dengan IT, atau non-contact dengan
> aparat, sehingga sangat efisien, dan Good Governance
> berjalan sebagaimana mestinya. Tak salah kalau kantor
> program UNDP soal Good Governance, yaitu The Urban
> Governance Initiative (TUGI) berkantor di Kuala Lumpur
> Malaysia, dan emoh berkantor di Jakarta. 
>  
> Nah ganti tanya bagaimana orang Malaysia berkunjung ke
> Indonesia? Apakah mereka mual, apakah mereka jijik, apakah
> mereka meremeh dengan sebut Indon? Boleh jadi mereka sangat
> senang dengan negara kita ini. Coba kalau butuh segala
> keperluan pribadi, dalam jarak 50 m kita menemukan warung.
> Mana mungkin di Malaysia bisa begini? Kalau perlu apa-apa
> mesti ke corner-corner,  atau ke kantin-kantin resmi yang
> tak mudah mencapainya. Mau beli baju,...woow. ..It is cheap
> and good. Apalagi kalau lihat Bali, Malaysia akan sangat
> iri, mana ada kelompok budaya dan alam yang begitu surgawi
> seperti Bali itu (dan masih banyak pulau-pulau lain tak
> kalah dengan Bali, misalnya Papua). Mana mungkin orang Malay
> bisa melihat bikini ataupun swimsuit di Asia Islam selain di
> Bali? Memang di Pataya-Thailand juga bisa...dan itu negara
> Budha..tapi ntar bisa keliru ternyata Ladyboy (Kathoey).
> Buat laki-laki buaya Malaysia, Indonesia adalah surga dunia.
> Kayak ginian susah di Malaysia. 
>  Apalagi soal demokrasi dan kebebasan pers, mereka sangat
> iri dengan kita. Jadi orang Malaysia juga melihat
> "Rumput Indonesia lebih hijau dari halamannya
> sendiri".
>  
> Kita tak perlu terlalu khawatir dengan negara kita ini.
> Kita tidak bodoh amat dan malahan kita ini hebat. Coba saja
> Lee Kuan Yew dan Mahatir, mereka sangat hormat sama Pak
> Harto yang mampu memimpin negara yang begitu besar, 
> komplek, dan unik seperti Indonesia ini. Mereka yang kita
> sebut hebat ini, coba suruh pimpin Jakarta saja, belum tentu
> mereka mampu. Atau coba mereka disuruh menjadi Komite Pemilu
> Umum seperti di Indonesia ini, emoh mereka.....Pemilu
> Indonesia,  Pemilu  paling rumit sedunia.
>  
> Jadi kita optimis dengan negara ini. Kalaupun berbagai
> kesulitan dan permasalahan yang begitu berat....kita anggap
> semua adalah tantangan. Indonesia adalah gudang
> pembelajaran. Juga ilmu korupsi, di sini juga jagonya. Cuman
> belum ada yang nulis buku tentang hal ini.
>  
> Thanks. CU. BTS.
>  
>  
>  
> 
> 
> --- On Fri, 3/13/09, cut safana <cutsaff...@yahoo.
> com> wrote:
> 
> 
> From: cut safana <cutsaff...@yahoo. com>
> Subject: Re: [referensi] Re: 8 Program yang ditawarkan
> Prabowo Subianto
> To: refere...@yahoogrou ps.com
> Date: Friday, March 13, 2009, 10:57 AM
> 
> 
> Para milister Ysh,
> Untuk bangsa kita saat ini yang diperlukan  tidak hanya
> sekedar  program (termasuk cara penyediaan dana), tetapi
> yang paling penting nantinya adalah bukti/realisasi program
> (tidak sekedar out put, tetapi  out come & impac nya).
> Contoh kecil : program tabung gas + kompor gas, mohon dichek
> siapa saja yang menerimanya ? (kriteria penerima subsidi
> tidak terlaksana dengan baik, yang penting programnya jalan,
> dan LAKIP 100 %  ....???????) .
>  
> Cerita berikut nyambung atau tidak, tetapi membuat saya
> nelongso, btw  beberapa minggu yll saya  ke negara tetangga
> Malaysia (yang nota bene sering tidak dianggap oleh bangsa
> kita). Saya menyewa taksi yang kebetulan supirnya warga
> negara RI asal Medan dan memperistri orang Malaysia. Ngobrol
> ngolor ngidul, si supir mengatakan (kalimat asli) :
> "disini Bu, Pemerintah menganggap penduduk itu aset
> negara, masyarakat yang sangat tidak mampu diberikan
> kesempatan memiliki apartemen dengan harga murah; anak saya
> yang perempuan dikuliahkan ke Amerika; orang bawahan bisa
> makan seperti apa yang dimakan oleh menteri"....
> ......... ....dst, dst. Saya hanya terdiam; tidak heran jika
> mendengar ini  di negara maju seperti Amerika atau Eropah.
> Patutlah Malaysia mengirim puluhan orang mahasiswa beasiswa
> setiap tahunnya ke Indonesia, pemerintah mereka sedang
> merajut pondasi (termasuk jiwa/karakter) yang kokoh untuk
> kemaslahatan rakyatnya kedepan..... ......... ..
> Salam....... .......
> 
> 
> 
> ________________________________
>  From: Bambang Tata Samiadji <btsamia...@yahoo. com>
> To: refere...@yahoogrou ps.com
> Sent: Friday, March 13, 2009 11:38:04 AM
> Subject: Re: [referensi] Re: 8 Program yang ditawarkan
> Prabowo Subianto
> 
> 
> Bung Eka, dana tidak bisa dicetak begitu saja. Nanti kayak
> Zimbabwe dengan inflasi 66.212%. Kalau Jepang gimana?
>  
> Thanks. CU. BTS.
> 
> --- On Fri, 3/13/09, ffekadj <4ek...@gmail. com>
> wrote:
> 
> 
> From: ffekadj <4ek...@gmail. com>
> Subject: [referensi] Re: 8 Program yang ditawarkan Prabowo
> Subianto
> To: refere...@yahoogrou ps.com
> Date: Friday, March 13, 2009, 4:53 AM
> 
> 
> Salam pak. "Dana" bisa dicetak dalam waktu cepat.
> Namun tantangannya bagaimana program itu bisa dilaksanakan
> tanpa harus mencetak 'dana', seperti pengalaman
> Jepang. Salam.
> -ekadj
> 
> --- In refere...@yahoogrou ps.com, Bambang Tata Samiadji
> <btsamia...@. ..> wrote:
> >
> > Dear all.
> > Â 
> > Ada satu program yang perlu ditambahkan yaitu
> bagaimana mendapatkan dana/investasi  untuk membiayai ke-8
> program tersebut.
> > Â 
> > Thanks. CU. BTS.
> > 
> > --- On Thu, 3/12/09, Benedictus Dwiagus Stepantoro
> bdwia...@... wrote:
> > 
> > 
> > From: Benedictus Dwiagus Stepantoro bdwia...@...
> > Subject: [referensi] 8 Program yang ditawarkan Prabowo
> Subianto
> > To: refere...@yahoogrou ps.com
> > Date: Thursday, March 12, 2009, 8:45 AM
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > Ada yang minta dikritik, nih.
> > Dipersilahken,….
> > Â 
> > 
> > Best Regards,
> > Â 
> > Benedictus Dwiagus S.
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > Â (dari milis pembaca kompas)
> > 
> > Posted by: "Prabowo Subianto" salam.prabowo@
> yahoo.com   salam.prabowo 
> > Wed Mar 11, 2009 3:19 pm (PDT) 
> > 
> > Saudara-Saudara FPKÂ yang saya banggakan,
> > 
> > Jika mendapatkan lampu hijau dari Saudara Agus
> Hamonangan, Moderato r, saya ingin mempost-kan 8Â program
> yang saya tawarkan dan mulai iklankan hari ini. Mengingat
> Saudara semua di sini tajam wawasan, dalam, mengritisi
> usulan program ini. Saya ingin mendengar komentar-komentar
> Saudara di sini.
> > 
> > Jika tak keberatan juga di-CC-kan di: tinyurl.com/
> prabowo, di forum diskusi akan sangat bermanfaat.
> > 
> > 
> > Membangun Kembali Indonesia Raya
> > 8 Program Aksi Untuk Kemakmuran Rakyat
> > 
> > 1. Menjadwalkan kembali pembayaran utang luar negeri
> > 
> > - Mengalihkan dana pembayaran utang luar negeri
> sebagai modal untuk membiayai program pendidikan, kesehatan,
> pangan dan energi, yang murah serta ramah lingkungan.
> > 
> > 2. Menyelamatkan kekayaan negara untuk menghilangkan
> kemiskinan.
> > 
> > - Menjadikan BUMN sebagai lokomotif dan ujung tombak
> kebangkitan ekonomi.
> > - Menghentikan penjualan aset negara yang strategis
> atau yang menguasai hajat hidup orang banyak.
> > - Meninjau kembali semua kontrak pemerintah yang
> merugikan kepentingan nasional.
> > - Mewajibkan eksportir nasional yang menikmati
> fasilitas kredit dari negara untuk menyimpang dana hasil
> ekspornya di bank dalam negeri.
> > - Membangun industri pengolahan untuk memperoleh nilai
> tambah.
> > 
> > 3. Melaksanakan ekonomi kerakyatan
> > 
> > - Mencetak 2 juta Ha lahan baru untuk meningkatkan
> produksi beras, jagung, kedelai, tebu yang dapat
> memperkerjakan 12 juta orang.
> > - Mencetak 4 juta Ha lahan untuk aren (bahan baku bio
> etanol) yang dapat mempekerjakan 24 juta orang.
> > - Membangun pabrik pupuk ureak dan NPK dengan total
> kapasitas 4 juta ton.
> > - Memperbesar permodalan lembaga keuangan mikro untuk
> menyalurkan kredit bagi rakyat kecil.
> > - Membangun sarana transportasi massal.
> > - Modernisasi pasar tradisional untuk pedagang kecil.
> > - Meningkatkan pendapatan per kapita dari USD 2.000
> menuju USD 4.000
> > 
> > 4. Delapan program desa
> > 
> > - Listrik desa.
> > - Bank dan lembaga keuangan desa.
> > - Koperasi desa, lumbung desa, pasar desa..
> > - Air bersih desa.
> > - Klinik desa.
> > - Pendidikan desa.
> > - Infrastruktur pedesaan dan daerah pesisir.
> > - Rumah sehat pedesaan.
> > 
> > 5. Memperkuat sektor usaha kecil
> > 
> > - Prioritas penyaluran kredit perbankan kepada petani,
> nelayan dan pedagang kecil.
> > - Melarang penyaluran kredit bank pemerintah untuk
> pembangunan perumahan dan apartemen mewah, mall, serta
> proyek-proyek mewah lainnya.
> > - Melindungi pedagang pasar tradisional dengan
> melarang pembangunan pasar swalayan berskala besar yang
> tidak sesuai undang-undang.
> > - Melindungi dan memperjuangkan hak-hak buruh migran
> (TKI).
> > 
> > 6. Kemandirian energi
> > 
> > - Membangun pembangkit listrik tenaga panas bumi dan
> air (10.000 MW).
> > - Menyediakan sumber energi dengan mendirikan
> kilang-kilang minyal, pabrik bio etanol dan pabrik DME
> (pengganti LPG).
> > - Membuka 2 juta hingga 4 juta Ha hutan aren - dengan
> sistim tanam tumpangsari - untuk produksi bahan bakar
> etanol, sebagai pengganti BBM impor. Pembukaan lahan ini
> akan menjadikan Indonesia sebagai negara pengekspor bahan
> bakar nabati setelah 7 tahun masa tanam (4 juta Ha hutan
> aren menghasilkan sekitar 56 juta mt etanol/tahun) .
> > 
> > 7. Pendidikan dan kesehatan
> > 
> > - Mencabut undang-undang bahan hukum pendidikan.
> > - Pencabut pajak buku pelajaran dan menghentikan model
> penggantian buku pelajaran setiap tahun.
> > - Melaksanakan kembali program KB (Keluarga
> Berencana).
> > - Meningkatkan peran PKK, Posyandu dan Puskesmas.
> > - Menempatkan sarjana dan dokter baru melalui program
> pemerintah terutama di kantong-kantong kemiskinan.
> > - Menggerakkan revolusi putih dengan menyediakan susu
> untuk anak-anak miskin.
> > 
> > 8. Menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup
> > 
> > - Melakukan penghijauan kembali 59 juta Ha hutan yang
> rusak serta konservasi aneka ragam hayati dan hutan lindung.
> > - Mengamankan dan merehabilitasi daerah aliran sungai.
> > - Mencegah dan menindak tegas pelaku pencemaran
> lingkungan.
> > - Melindungi flora dan fauna sebagai bagian dari aset
> bangsa.
> > 
> > Haluan baru. Pemimpin baru. Terobosan baru.
> > 
> > 
> > Terima kasih saya, 
> > 
> > 
> > Prabowo Subianto
> > Ketua Dewan Pembina
> > Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)


      

Kirim email ke