BTS, saya sungguh sangat setuju dan sangat terkesan dengan segala pamdanganmu , nanti masih ingin saya tanggapi lagi. Pak wawo.
________________________________ From: Bambang Tata Samiadji <[email protected]> To: [email protected] Sent: Friday, March 13, 2009 11:31:03 PM Subject: Re: [referensi] Re: 8 Program yang ditawarkan Prabowo Subianto Halo Bu Cut, dalam banyak hal tentang Indonesia, saya berbeda dengan Anda. Soal program dan implementasi, kita sudah berusaha melaksanakan sebaik-baiknya berdasarkan UU 25/2004 tentang SPPN yaitu penyiapan program, implementasi, output, dan...outcome/ impact. Hanya soal impact khan tidak begitu saja bisa dinilai dalam tahun anggaran berkenaan ataupun tahun anggaran berikutnya. Perlu evaluasi dan monitoring. Dan monev ini juga dilaksanakan sesuai dengan peraturan dan perundangan yang ada. Khan tidak ada yang salah dalam public administration kita? Kalaupun dalam pelaksanaannya ada yang menyimpang, ada pemborosan, dsb, itu khan biasa yang secara terus menerus akan diperbaiki. Setiap proses manajemen akan terjadi deviasi dan tak perlu disesali. Contoh tentang konversi minyak dengan gas dan pembagian tabung, saya kira itu suatu kebijakan Indonesia yang sangat berani (apakah ada negara yang melaksanakan seperti ini?). Dalam prakteknya pembagian tabung itu tidak mulus. Tapi segala kericuhan pembagian tabung terus diperbaiki dan akhirnya sekarang benar-benar pemakaian tabung sudah tersosialisasi dan efektif. Kalaupun masih terjadi masalah, secara menerus diperbaiki, Di sinilah Indonesia melakukan pembelajaran, ada kegagalan, tapi buahnya keberhasilan. Karenanya, Indonesia adalah gudang pembelajaran (the worst practice is the best learnt). Secara pribadi saya sangat menghargai orang Malaysia, mereka sangat menghargai manusia sebagai aset bangsa. Begitupun negara kita Indonesia. Memang sepertinya negara kita lebih menganggap penduduknya sebagai liability daripada aset. Tapi sebetulnya sama saja khan. Kalau ada aset, berarti ada liability. Yang beda hanya kesempatan saja. Mereka lebih mudah, kita di sini lebih banyak mengalami kesulitan (lebih enak saya sebut tantangan). Ini analog dengan kita-kita yang nota bene Kelompok Ekonomi Menengah. Kalau dibandingkan dengan Kelompok Ekonomi Bawah, seperti orang-orang miskin yang ada sekitar kita, apakah kita lebih hebat daripada mereka? Koq tidak ya. Kita menikmati pendidikan, kita menguasai profesi, dsb itu karena kita beruntung. Coba orang -orang miskin itu diberi kesempatan yang sama, bisa saja mereka juga sehebat kita, atau lebih hebat nkali. "Rumput tetangga lebih hijau daripada rumput halaman sendiri". Kita merasa mengagumi Malaysia tetangga kita. Kota KL itu cukup rapi dan teratur, sangat sedikit dijumpai kaki lima, sangat bersih (walau tak sebersih Singapore). Apalagi kota baru Putrajaya itu, begitu gemerlap lampu-lampu dan air mancur yang semuanya sangat boros enerji. Kawasan-kawasan kumuh juga sangat berkurang di KL karena Pemerintah memang punya uang untuk merehabilitasi ataupun meremajakan kotanya. Persoalan tanah sepertinya tidak rumit amat. Penggunaan IT juga sangat memasyarakat, pelayanan kota seperti perijinan sudah dengan IT, atau non-contact dengan aparat, sehingga sangat efisien, dan Good Governance berjalan sebagaimana mestinya. Tak salah kalau kantor program UNDP soal Good Governance, yaitu The Urban Governance Initiative (TUGI) berkantor di Kuala Lumpur Malaysia, dan emoh berkantor di Jakarta. Nah ganti tanya bagaimana orang Malaysia berkunjung ke Indonesia? Apakah mereka mual, apakah mereka jijik, apakah mereka meremeh dengan sebut Indon? Boleh jadi mereka sangat senang dengan negara kita ini. Coba kalau butuh segala keperluan pribadi, dalam jarak 50 m kita menemukan warung. Mana mungkin di Malaysia bisa begini? Kalau perlu apa-apa mesti ke corner-corner, atau ke kantin-kantin resmi yang tak mudah mencapainya. Mau beli baju,...woow. ..It is cheap and good. Apalagi kalau lihat Bali, Malaysia akan sangat iri, mana ada kelompok budaya dan alam yang begitu surgawi seperti Bali itu (dan masih banyak pulau-pulau lain tak kalah dengan Bali, misalnya Papua). Mana mungkin orang Malay bisa melihat bikini ataupun swimsuit di Asia Islam selain di Bali? Memang di Pataya-Thailand juga bisa...dan itu negara Budha..tapi ntar bisa keliru ternyata Ladyboy (Kathoey). Buat laki-laki buaya Malaysia, Indonesia adalah surga dunia. Kayak ginian susah di Malaysia. Apalagi soal demokrasi dan kebebasan pers, mereka sangat iri dengan kita. Jadi orang Malaysia juga melihat "Rumput Indonesia lebih hijau dari halamannya sendiri". Kita tak perlu terlalu khawatir dengan negara kita ini. Kita tidak bodoh amat dan malahan kita ini hebat. Coba saja Lee Kuan Yew dan Mahatir, mereka sangat hormat sama Pak Harto yang mampu memimpin negara yang begitu besar, komplek, dan unik seperti Indonesia ini. Mereka yang kita sebut hebat ini, coba suruh pimpin Jakarta saja, belum tentu mereka mampu. Atau coba mereka disuruh menjadi Komite Pemilu Umum seperti di Indonesia ini, emoh mereka.....Pemilu Indonesia, Pemilu paling rumit sedunia. Jadi kita optimis dengan negara ini. Kalaupun berbagai kesulitan dan permasalahan yang begitu berat....kita anggap semua adalah tantangan. Indonesia adalah gudang pembelajaran. Juga ilmu korupsi, di sini juga jagonya. Cuman belum ada yang nulis buku tentang hal ini. Thanks. CU. BTS. --- On Fri, 3/13/09, cut safana <cutsaff...@yahoo. com> wrote: From: cut safana <cutsaff...@yahoo. com> Subject: Re: [referensi] Re: 8 Program yang ditawarkan Prabowo Subianto To: refere...@yahoogrou ps.com Date: Friday, March 13, 2009, 10:57 AM Para milister Ysh, Untuk bangsa kita saat ini yang diperlukan tidak hanya sekedar program (termasuk cara penyediaan dana), tetapi yang paling penting nantinya adalah bukti/realisasi program (tidak sekedar out put, tetapi out come & impac nya). Contoh kecil : program tabung gas + kompor gas, mohon dichek siapa saja yang menerimanya ? (kriteria penerima subsidi tidak terlaksana dengan baik, yang penting programnya jalan, dan LAKIP 100 % ....???????) . Cerita berikut nyambung atau tidak, tetapi membuat saya nelongso, btw beberapa minggu yll saya ke negara tetangga Malaysia (yang nota bene sering tidak dianggap oleh bangsa kita). Saya menyewa taksi yang kebetulan supirnya warga negara RI asal Medan dan memperistri orang Malaysia. Ngobrol ngolor ngidul, si supir mengatakan (kalimat asli) : "disini Bu, Pemerintah menganggap penduduk itu aset negara, masyarakat yang sangat tidak mampu diberikan kesempatan memiliki apartemen dengan harga murah; anak saya yang perempuan dikuliahkan ke Amerika; orang bawahan bisa makan seperti apa yang dimakan oleh menteri".... ......... ....dst, dst. Saya hanya terdiam; tidak heran jika mendengar ini di negara maju seperti Amerika atau Eropah. Patutlah Malaysia mengirim puluhan orang mahasiswa beasiswa setiap tahunnya ke Indonesia, pemerintah mereka sedang merajut pondasi (termasuk jiwa/karakter) yang kokoh untuk kemaslahatan rakyatnya kedepan..... ......... .. Salam....... ....... ________________________________ From: Bambang Tata Samiadji <btsamia...@yahoo. com> To: refere...@yahoogrou ps.com Sent: Friday, March 13, 2009 11:38:04 AM Subject: Re: [referensi] Re: 8 Program yang ditawarkan Prabowo Subianto Bung Eka, dana tidak bisa dicetak begitu saja. Nanti kayak Zimbabwe dengan inflasi 66.212%. Kalau Jepang gimana? Thanks. CU. BTS. --- On Fri, 3/13/09, ffekadj <4ek...@gmail. com> wrote: From: ffekadj <4ek...@gmail. com> Subject: [referensi] Re: 8 Program yang ditawarkan Prabowo Subianto To: refere...@yahoogrou ps.com Date: Friday, March 13, 2009, 4:53 AM Salam pak. "Dana" bisa dicetak dalam waktu cepat. Namun tantangannya bagaimana program itu bisa dilaksanakan tanpa harus mencetak 'dana', seperti pengalaman Jepang. Salam. -ekadj --- In refere...@yahoogrou ps.com, Bambang Tata Samiadji <btsamia...@. ..> wrote: > > Dear all. >  > Ada satu program yang perlu ditambahkan yaitu bagaimana mendapatkan > dana/investasi  untuk membiayai ke-8 program tersebut. >  > Thanks. CU. BTS. > > --- On Thu, 3/12/09, Benedictus Dwiagus Stepantoro bdwia...@... wrote: > > > From: Benedictus Dwiagus Stepantoro bdwia...@... > Subject: [referensi] 8 Program yang ditawarkan Prabowo Subianto > To: refere...@yahoogrou ps.com > Date: Thursday, March 12, 2009, 8:45 AM > > > > > > > > > Ada yang minta dikritik, nih. > Dipersilahken,…. >  > > Best Regards, >  > Benedictus Dwiagus S. > > > > > > > > >  (dari milis pembaca kompas) > > Posted by: "Prabowo Subianto" salam.prabowo@ yahoo.com  salam.prabowo > Wed Mar 11, 2009 3:19 pm (PDT) > > Saudara-Saudara FPK yang saya banggakan, > > Jika mendapatkan lampu hijau dari Saudara Agus Hamonangan, Moderato r, saya > ingin mempost-kan 8 program yang saya tawarkan dan mulai iklankan hari ini. > Mengingat Saudara semua di sini tajam wawasan, dalam, mengritisi usulan > program ini. Saya ingin mendengar komentar-komentar Saudara di sini. > > Jika tak keberatan juga di-CC-kan di: tinyurl.com/ prabowo, di forum diskusi > akan sangat bermanfaat. > > > Membangun Kembali Indonesia Raya > 8 Program Aksi Untuk Kemakmuran Rakyat > > 1. Menjadwalkan kembali pembayaran utang luar negeri > > - Mengalihkan dana pembayaran utang luar negeri sebagai modal untuk membiayai > program pendidikan, kesehatan, pangan dan energi, yang murah serta ramah > lingkungan. > > 2. Menyelamatkan kekayaan negara untuk menghilangkan kemiskinan. > > - Menjadikan BUMN sebagai lokomotif dan ujung tombak kebangkitan ekonomi. > - Menghentikan penjualan aset negara yang strategis atau yang menguasai hajat > hidup orang banyak. > - Meninjau kembali semua kontrak pemerintah yang merugikan kepentingan > nasional. > - Mewajibkan eksportir nasional yang menikmati fasilitas kredit dari negara > untuk menyimpang dana hasil ekspornya di bank dalam negeri. > - Membangun industri pengolahan untuk memperoleh nilai tambah. > > 3. Melaksanakan ekonomi kerakyatan > > - Mencetak 2 juta Ha lahan baru untuk meningkatkan produksi beras, jagung, > kedelai, tebu yang dapat memperkerjakan 12 juta orang. > - Mencetak 4 juta Ha lahan untuk aren (bahan baku bio etanol) yang dapat > mempekerjakan 24 juta orang. > - Membangun pabrik pupuk ureak dan NPK dengan total kapasitas 4 juta ton. > - Memperbesar permodalan lembaga keuangan mikro untuk menyalurkan kredit bagi > rakyat kecil. > - Membangun sarana transportasi massal. > - Modernisasi pasar tradisional untuk pedagang kecil. > - Meningkatkan pendapatan per kapita dari USD 2.000 menuju USD 4.000 > > 4. Delapan program desa > > - Listrik desa. > - Bank dan lembaga keuangan desa. > - Koperasi desa, lumbung desa, pasar desa.. > - Air bersih desa. > - Klinik desa. > - Pendidikan desa. > - Infrastruktur pedesaan dan daerah pesisir. > - Rumah sehat pedesaan. > > 5. Memperkuat sektor usaha kecil > > - Prioritas penyaluran kredit perbankan kepada petani, nelayan dan pedagang > kecil. > - Melarang penyaluran kredit bank pemerintah untuk pembangunan perumahan dan > apartemen mewah, mall, serta proyek-proyek mewah lainnya. > - Melindungi pedagang pasar tradisional dengan melarang pembangunan pasar > swalayan berskala besar yang tidak sesuai undang-undang. > - Melindungi dan memperjuangkan hak-hak buruh migran (TKI). > > 6. Kemandirian energi > > - Membangun pembangkit listrik tenaga panas bumi dan air (10.000 MW). > - Menyediakan sumber energi dengan mendirikan kilang-kilang minyal, pabrik > bio etanol dan pabrik DME (pengganti LPG). > - Membuka 2 juta hingga 4 juta Ha hutan aren - dengan sistim tanam > tumpangsari - untuk produksi bahan bakar etanol, sebagai pengganti BBM impor. > Pembukaan lahan ini akan menjadikan Indonesia sebagai negara pengekspor bahan > bakar nabati setelah 7 tahun masa tanam (4 juta Ha hutan aren menghasilkan > sekitar 56 juta mt etanol/tahun) . > > 7. Pendidikan dan kesehatan > > - Mencabut undang-undang bahan hukum pendidikan. > - Pencabut pajak buku pelajaran dan menghentikan model penggantian buku > pelajaran setiap tahun. > - Melaksanakan kembali program KB (Keluarga Berencana). > - Meningkatkan peran PKK, Posyandu dan Puskesmas. > - Menempatkan sarjana dan dokter baru melalui program pemerintah terutama di > kantong-kantong kemiskinan. > - Menggerakkan revolusi putih dengan menyediakan susu untuk anak-anak miskin. > > 8. Menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup > > - Melakukan penghijauan kembali 59 juta Ha hutan yang rusak serta konservasi > aneka ragam hayati dan hutan lindung. > - Mengamankan dan merehabilitasi daerah aliran sungai. > - Mencegah dan menindak tegas pelaku pencemaran lingkungan. > - Melindungi flora dan fauna sebagai bagian dari aset bangsa. > > Haluan baru. Pemimpin baru. Terobosan baru. > > > Terima kasih saya, > > > Prabowo Subianto > Ketua Dewan Pembina > Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)

