dear all milisters,
ikut juga ah soal jebolnya bendung situ gintung

gampangnya memang menyalahkan alam (Tuhan), karena Dia tidak bisa protes.
tapi saya juga setuju dgn mas BTS, ini adalah kesalahan kita semua:
- kesalahan yang memberi ijin. sudah tahu daerahnya berupa tebing curam yg 
cekungannya jadi jalan air limpasan bendung, kok ya dibiarkan or dikasih ijin.
- kesalahan yang tidak memelihara. kita ini suka lupa, bahwa yang ada di 
sekitar kita, baik bentukan alam apalagi manusia harus dirawat, biar terus 
lestari. apalagi kalau buatan manusia yang punya "masa operasi"
- kesalahan yang membiarkan. pasti sudah ada yg tahu, kalau ada yg salah, kok 
tidak diberitahu.

salam,
nita





________________________________
From: Bambang Tata Samiadji <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, March 31, 2009 10:56:34
Subject: Re: [referensi] Tanggul Jebol, siapa yang salah?


Halo Mbak Rita, saya setuju dengan Global Warning itu. Harus kita sikapi 
bersama untuk mengurangi emisi karbon di dunia ini. Aku sendiri sering naik bus 
umum, ngurangi penggunaan plastik, dsb yang aku bisa.
 
By the way, apa hubungan hujan deras di Yogya dengan Situ Gintung?
 
Selain dapat informasi dari BMG, dan saya rasakan sendiri pada Kamis malam 
(rumah saya tak jauh dari Situ Gintung) bahwa hujan pada Kamis malam itu sangat 
rendah. Tapi memang di daerah hulunya, yaitu Bogor,  memang ada kiriman air. 
Malam itu kali di komplek saya (yang hulunya kawasan Parung-Bogor) permukaannya 
cukup tinggi.
 
Menurut informasi tidak resmi, tinggi permukaan Situ Gintung normal-normal 
saja. Maklum di sana khan ada pintu airnya. Semuanya terkontrol kelihatannya. 
Malahan ada yang mengatakan ketingggian permukaan agak turun daripada ketika 
terjadi hujan deras. Informasi resmi dari PU (yang dikatakan Dirjen SDA) 
penyebabnya karena hujan deras dan permukaan air tinggi sehingga tidak kuat 
menahan tekanan air. Kita sih maklum saja atas keterangan itu karena keterangan 
begitu untuk memaklumkan masyarakat umum supaya dianggap bencana alam. Dengan 
demikian tidak ada yang salah karena cukup menyalahkan Tuhan saja yang bikin 
hujan. Tapi karena kita punya kerendahan hati, kita mengatakan salah kita 
semua, salahnya dibagi bersama sehingga kecil-kecil, dan seperti yang 
diinginkan, semua harus maklum.
 
Thanks. CU. BTS.

--- On Tue, 3/31/09, rita probowati <ritaprobowati@ yahoo.com> wrote:


From: rita probowati <ritaprobowati@ yahoo.com>
Subject: Re: [referensi] Tanggul Jebol, siapa yang salah?
To: refere...@yahoogrou ps.com
Date: Tuesday, March 31, 2009, 3:04 AM


Boleh juga saya menambahkan lagi..lagi.. dan lagi..
Masih seputar jebolnya tanggul Situ Gintung
 
Tanpa menyalahkan siapa-siapa. . tak ada satu pun yang bisa disalahkan.. .
Karena semua adalah kesalahan kita semua...semua. .semua..
Lo koq?...
Melalui perenungan yang mendalam..
BMG pun tidak salah kalo mengatakan curah hujan rendah pd waktu itu..
Karena curah hujan memang terasa hanya sejenak.. 
Namun di kota kami yogyakarta.. dan kota lain pun tentu jg merasakan..
Perbedaan hujan dari biasanya..
Saya sampai bilang ke keluarga pd waktu itu..
Betapa ngerinya hujan hari2 ini kita rasakan..
tekanan hujan itu yg justru patut kita perhitungkan. .
Sangat tinggi..! bahkan saya sempat menangkap adanya gumpalan es pd saat mulai 
turun..!
 
Nah.. kalo sudah terjadi demikian..
Adakah bisa kita hub. dengan pemanasan global..?
Secara tak langsung tentu ada..
Disadari ato tidak..
Pemanasan global..yg berakibat pada pencairan gunung es..
bikin permukaan laut naik dan semakin melebar..
Secara math saja.. ato hitung2an bodoh.. perluasan dan 
peningkatan vol. air laut..
pasti penguapan semakin besar.. kan..
Nah ..untuk keseimbangan. .
awan juga menurunkan hujannya sesuai porsi badan dia
yang semakin gendut..
Nah..
Kalo turunnya cepat dan tekanannya tinggi..
Sementara limpasan waduk Sit Gin..yg sudah dalam
perhitungan tepat pada waktu perencanaan dengan tekanan
hujan sedemikian akan mampu terlimpas run-offnya.. ya ndak masalah..
Tp... tekanan air yg begitu deras... pd saat ini sdh berbeda dgn masa lalu..
ya otomatislah ndak seimbang yg masuk dan keluar..
istilahnya Mbludag untuk orang Jawa..
Yo..wae.. so..pasti air kena i kaki2 bendung.. Jebollah..
itu si Situ Gintung..
Logika..
So.. yuk bareng2 minimalisir tu.. Global Warming..
Kalo ndak.. bencana2 lain siap mengintai..kita. .

 

________________________________
 From: bogel gaduik <bogel_gaduik@ yahoo.co. id>
To: refere...@yahoogrou ps.com
Sent: Monday, March 30, 2009 11:49:22 PM
Subject: Re: [referensi] Tanggul Jebol, siapa yang salah?


boleh saya menambahkan 

setau saya catatan musibah situ gintung itu telah ada sejak peradaban manusia 
ini belum ada ............ . ......
jadi kita tak perlu menuding siapa2

nah ini sedikit info kebetulan rumah saya dekat sekali dengan lokasi

" menurut cerita yg ada situ gintung adalah sebuah danau yg ada sejak jaman 
buyut dari mertua saya . danau itu di kuasai oleh sebangsa siluman yg berbentuk 
ular diameter ular tersebut kira2 10 meter dan panjangnya wala ualam. nah 10 
tahun belakangan ini tempat tersebut memang jadi persengketaan antara 
pemerintah pusat dan daerah . sebab jika pusat memfasilitasi tempat itu takut 
kalau daerah yg menikmati hasilnya begitu juga sebaliknya [ maklum tempat 
wiasata] nah 2 tahun belakangan ini ada renovasi di situ gintung itu, di obok2 
deh tu situ gintung  [tampa meberikan sesajian kali]  nah siluman yg menguasai 
daerah itu merasa terganggu [ dalam hati siluman itu ngedumel sialan tempat gue 
dah ngak asik nih ] dia memutuskan untuk cari tempat baru ............ .naah 
kali pesanggrahan lah jadi sasaranya .........nah ketika dia pergi jalan 
keluarnya ya terpaksa jebol itu tanggul yg mengarah ke kali pesanggrahan 
............ jadi bebas deh dia tapi bikin sengsara
 saudara2 kita yg ada di jalur yg dia lewati  he he he he he ''

percaya ngak percaya mangsaya pikirin ..........




best regards


al 

--- Pada Sen, 30/3/09, cut safana <cutsaff...@yahoo. com> menulis:


Dari: cut safana <cutsaff...@yahoo. com>
Topik: Re: [referensi] Tanggul Jebol, siapa yang salah?
Kepada: refere...@yahoogrou ps.com
Tanggal: Senin, 30 Maret, 2009, 1:02 PM


Para Milister Ysh,
Kasus musibah Situ Gintung dapat menjadi pelajaran yang paling baik  bagi 
Pemerintah/Pemda maupun masyarakat, dilihat dari berbagai sudut/aspek hukum, 
tugas/fungsi, kewenangan/hak, dsb. Pengalaman saya di Direktorat Sungai 
(kebetulan pada Subdit Operasi & Pemeliharaan) , Ditjen Pengairan, yang 
menangani sungai, danau/situ Th 1991 - 1994, saat itu semua program 
dikonsultasikan dengan Bappenas, sedangkan pembiayaan dengan Ditjen Anggaran. 
Pada dekade tsb, dan saya kira sampai saat ini, yang namanya program 
'pemeliharaan' dan 'perbaikan' seperti 'normalisasi sungai/danau' sangat sulit 
disetujui, kalaupun ada persentasenya sangat kecil sekali dibandingkan untuk 
pembangunan/ peningkatan konstruksi lainnya yang berdampak langsung (katanya), 
seperti irigasi, jalan (sektor ke PU an), sementara lingkup kewenangan Dit. 
Sungai, Danau dan Waduk saat ini dari ujung NAD s.d. Irian Jaya/disesuaikan PP 
38/2004, untuk Situ Gintung dibawah pembinaan Balai Besar WS
 Ciliwung - Cisadane. Bila diruntut, saat ini banyak sekali anterian 
pekerjaan-pekerjaan bersifat pemeliharaan dan perbaikan, dari sekolah dasar 
yang rusak, puskesmas,  pendangkalan/ penyempitan sungai, saluran 
primer/sekunder irigasi (dengan biaya investasi yang sangat besar), 
............ ......sampai dengan kebutuhan penelitian yang sulit disetujui 
(kesehatan, pertanian, perindustrian) . Namun demikian, belajar dari posting 
refrensi selama ini, kita perlu optimis memandang kedepan, semoga pola alokasi 
anggaran semakin baik, dan Indonesia terus membaik dan jaya.
 
Salam hangat
cut  




________________________________
 From: Bambang Tata Samiadji <btsamia...@yahoo. com>
To: refere...@yahoogrou ps.com
Sent: Sunday, March 29, 2009 5:55:18 PM
Subject: [referensi] Tanggul Jebol, siapa yang salah?



Kalau sudah terjadi musibah, maka banyak yang saling menyalahkan. 
Sebuah catatan imajiner (ada sumber nyata, ada yang karangan) :

1. Ada yang mengatakan bahwa jebolnya tanggul itu karena curah hujan yang 
tinggi./ Tapi pihak BMG mengatakan curah hujan pada Kamis malam itu sangat 
rendah. Pihak BMG memastikan bahwa jebolnya tanggul bukan karena curah hujan 
yang tinggi.

2. Ada yang mengatakan dulu Situ Gintung itu luasnya 31 ha, sekarang tinggal 23 
ha karena dipakai permukiman. Berkurangnya daya tampung situ ini sehingga tidak 
mampu menampung guyuran hujan yang tinggi dan akhirnya jebol. /Loh... bukannya 
kalau situ (danau) itu volumenya berkurang tekanannya menjadi lebih rendah? 
Mestinya semakin mengecil volume danau, justru tidak membuat tanggul jebol toh..

3. Masyarakat bilang, sebelumnya sudah ada retak-retak dan sudah dilaporkan 
kepada Pemerintah, tapi tidak ada respon. /Tapi Balai Besar DAS Ciliwung yang 
sehari-hari memelihara Situ Gintung membantah bahwa tidak ada retak-retak dan 
tidak ada laporan ke kami. /Loh..jadi lapor ke siapa? Kalau cuma lapor 
kelurahan, atau ke kecamatan... ya..mereka tahu apa?

4. Pemda Tangerang mengatakan bahwa soal Situ Gintung itu bukan kewenangan 
wajib Pemda, tetapi sepenuhnya tanggung jawab Pemerintah Pusat, dalam hal ini 
Departemen PU. /Pemerintah cq PU mengaku bahwa itu memang tanggung jawab Dep. 
PU. Dep. PU merasa sudah melaksanakan kewajibannya dengan memelihara dan 
mengeluarkan dana besar untuk Situ Gintung. Tapi Dep. PU sesuai dengan UU tidak 
bisa mengontrol tumbuhnya pemukiman dekat tanggul yang akan menganggu 
kestabilan tanggul. Soal pemukiman jelas tanggung jawab Pemda Tangerang. /Nah 
lho...

5. Ada yang mengkritik lagi kepada Pemerintah Belanda dan Pemerintah RI 
sekarang yang mewarisi. Mengapa Belanda pada tahun 1933 hanya membuat bendungan 
berupa urugan tanah saja, mengapa tidak dibuat bendungan beton yang kuat?/ 
Menurut Dep. PU, membuat tanggul dengan beton yang melingkar itu mahal dan 
teknologi yang cukup tinggi. Masalahnya bukan soal biaya ataupun teknologi, 
tapi batuan bawah di Indonesia itu berupa batuan muda. Jadi bila pake beton, 
tetap saja pegangan beton pada batuan muda tidak kuat,..nanti bisa jebol juga. 
/Betul juga ya...

6. Kalau begitu.., dengan tangggul yang berupa urugan tanah saja...suatu ketika 
akan jebol dan memakan korban. Artinya soal tanggul jebol hanya soal waktu 
saja.. Artinya juga... soal korban yang akan jatuh seperti sudah 
diketahui..atau direncanakan. .wah kejam nian Pemerintah ini.
/Bukan begitu! Itu kejadian buruk yang tidak diinginkan. Oleh karenanya ada 
jalur atau ruang yang bebas dari pemukiman di arah hilir bila tanggul 
benar-benar jebol dan air tumpahan akan langsung masuk ke sungai Pasanggrahan. 
/Nah..sekarang tanggul benar-benar jebol dan ternyata ruang yang seharusnya 
kosong untuk jalannya air danau bila tanggul jebol ternyata sudah banyak 
pemukiman... .. KALAU BEGITU SALAH SIAPA YA...?

Thanks. CU. BTS.


 
________________________________
 Selalu bisa chat di profil jaringan, blog, atau situs web pribadi! 
Yahoo! memungkinkan Anda selalu bisa chat melalui Pingbox. Coba! 
 

   


      Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com. 
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke