Kalau menurut sumber tak resmi,. BPPT menemukan keretakan bendungan November
tahun lalu,..

Trus kat sumber tak resmi juga  ada upaya perbaikan tapi gak jelas,
perbaikanseperti apa,. 

 

Regards,

 dwiagus 

http://bdwiagus.blogspot.com

http://bdwiagus.multiply.com 

 

"The most difficult thing in the world is to know how to do a thing and to
watch somebody else doing it wrong, without comment."  - T. H. White

 

:::... Indo-MONEV ...:::

Indo-MONEV is a mailing list to build a network of Indonesian People
anywhere in the world who are interested, dedicated, and profesionalised to
the work on monitoring and evaluation and other related development issues
including development aid works, particularly in Indonesia.

Join in by sending an email to:  [email protected] 

Find also Indo-MONEV in facebook:
<http://www.facebook.com/group.php?gid=34091848127&ref=ts>
http://www.facebook.com/group.php?gid=34091848127&ref=ts 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf
Of Bambang Tata Samiadji
Sent: 31 March 2009 10:57
To: [email protected]
Subject: Re: [referensi] Tanggul Jebol, siapa yang salah?

 


Halo Mbak Rita, saya setuju dengan Global Warning itu. Harus kita sikapi
bersama untuk mengurangi emisi karbon di dunia ini. Aku sendiri sering naik
bus umum, ngurangi penggunaan plastik, dsb yang aku bisa.

 

By the way, apa hubungan hujan deras di Yogya dengan Situ Gintung?

 

Selain dapat informasi dari BMG, dan saya rasakan sendiri pada Kamis malam
(rumah saya tak jauh dari Situ Gintung) bahwa hujan pada Kamis malam itu
sangat rendah. Tapi memang di daerah hulunya, yaitu Bogor,  memang ada
kiriman air. Malam itu kali di komplek saya (yang hulunya kawasan
Parung-Bogor) permukaannya cukup tinggi.

 

Menurut informasi tidak resmi, tinggi permukaan Situ Gintung normal-normal
saja. Maklum di sana khan ada pintu airnya. Semuanya terkontrol
kelihatannya. Malahan ada yang mengatakan ketingggian permukaan agak turun
daripada ketika terjadi hujan deras. Informasi resmi dari PU (yang dikatakan
Dirjen SDA) penyebabnya karena hujan deras dan permukaan air tinggi sehingga
tidak kuat menahan tekanan air. Kita sih maklum saja atas keterangan itu
karena keterangan begitu untuk memaklumkan masyarakat umum supaya dianggap
bencana alam. Dengan demikian tidak ada yang salah karena cukup menyalahkan
Tuhan saja yang bikin hujan. Tapi karena kita punya kerendahan hati, kita
mengatakan salah kita semua, salahnya dibagi bersama sehingga kecil-kecil,
dan seperti yang diinginkan, semua harus maklum.

 

Thanks. CU. BTS.

--- On Tue, 3/31/09, rita probowati <[email protected]> wrote:


From: rita probowati <[email protected]>
Subject: Re: [referensi] Tanggul Jebol, siapa yang salah?
To: [email protected]
Date: Tuesday, March 31, 2009, 3:04 AM

Boleh juga saya menambahkan lagi..lagi.. dan lagi..

Masih seputar jebolnya tanggul Situ Gintung

 

Tanpa menyalahkan siapa-siapa. . tak ada satu pun yang bisa disalahkan...
Karena semua adalah kesalahan kita semua...semua. .semua..

Lo koq?...

Melalui perenungan yang mendalam..

BMG pun tidak salah kalo mengatakan curah hujan rendah pd waktu itu..

Karena curah hujan memang terasa hanya sejenak.. 

Namun di kota kami yogyakarta.. dan kota lain pun tentu jg merasakan..

Perbedaan hujan dari biasanya..

Saya sampai bilang ke keluarga pd waktu itu..

Betapa ngerinya hujan hari2 ini kita rasakan..

tekanan hujan itu yg justru patut kita perhitungkan. .

Sangat tinggi..! bahkan saya sempat menangkap adanya gumpalan es pd saat
mulai turun..!

 

Nah.. kalo sudah terjadi demikian..

Adakah bisa kita hub. dengan pemanasan global..?

Secara tak langsung tentu ada..

Disadari ato tidak..

Pemanasan global..yg berakibat pada pencairan gunung es..

bikin permukaan laut naik dan semakin melebar..

Secara math saja.. ato hitung2an bodoh.. perluasan dan 

peningkatan vol. air laut..

pasti penguapan semakin besar.. kan..

Nah ..untuk keseimbangan. .

awan juga menurunkan hujannya sesuai porsi badan dia

yang semakin gendut..

Nah..

Kalo turunnya cepat dan tekanannya tinggi..

Sementara limpasan waduk Sit Gin..yg sudah dalam

perhitungan tepat pada waktu perencanaan dengan tekanan

hujan sedemikian akan mampu terlimpas run-offnya.. ya ndak masalah..

Tp... tekanan air yg begitu deras... pd saat ini sdh berbeda dgn masa lalu..

ya otomatislah ndak seimbang yg masuk dan keluar..

istilahnya Mbludag untuk orang Jawa..

Yo..wae.. so..pasti air kena i kaki2 bendung.. Jebollah..

itu si Situ Gintung..

Logika..

So.. yuk bareng2 minimalisir tu.. Global Warming..

Kalo ndak.. bencana2 lain siap mengintai..kita. .


 


  _____  


From: bogel gaduik <bogel_gaduik@ yahoo.co. id>
To: refere...@yahoogrou ps.com
Sent: Monday, March 30, 2009 11:49:22 PM
Subject: Re: [referensi] Tanggul Jebol, siapa yang salah?


boleh saya menambahkan 

setau saya catatan musibah situ gintung itu telah ada sejak peradaban
manusia ini belum ada ............. ......
jadi kita tak perlu menuding siapa2

nah ini sedikit info kebetulan rumah saya dekat sekali dengan lokasi

" menurut cerita yg ada situ gintung adalah sebuah danau yg ada sejak jaman
buyut dari mertua saya . danau itu di kuasai oleh sebangsa siluman yg
berbentuk ular diameter ular tersebut kira2 10 meter dan panjangnya wala
ualam. nah 10 tahun belakangan ini tempat tersebut memang jadi persengketaan
antara pemerintah pusat dan daerah . sebab jika pusat memfasilitasi tempat
itu takut kalau daerah yg menikmati hasilnya begitu juga sebaliknya [ maklum
tempat wiasata] nah 2 tahun belakangan ini ada renovasi di situ gintung itu,
di obok2 deh tu situ gintung  [tampa meberikan sesajian kali]  nah siluman
yg menguasai daerah itu merasa terganggu [ dalam hati siluman itu ngedumel
sialan tempat gue dah ngak asik nih ] dia memutuskan untuk cari tempat baru
............ .naah kali pesanggrahan lah jadi sasaranya .........nah ketika
dia pergi jalan keluarnya ya terpaksa jebol itu tanggul yg mengarah ke kali
pesanggrahan ............ jadi bebas deh dia tapi bikin sengsara saudara2
kita yg ada di jalur yg dia lewati  he he he he he ''

percaya ngak percaya mangsaya pikirin ..........




best regards


al 

--- Pada Sen, 30/3/09, cut safana <cutsaff...@yahoo. com> menulis:


Dari: cut safana <cutsaff...@yahoo. com>
Topik: Re: [referensi] Tanggul Jebol, siapa yang salah?
Kepada: refere...@yahoogrou ps.com <http://ps.com/> 
Tanggal: Senin, 30 Maret, 2009, 1:02 PM

Para Milister Ysh,

Kasus musibah Situ Gintung dapat menjadi pelajaran yang paling baik  bagi
Pemerintah/Pemda maupun masyarakat, dilihat dari berbagai sudut/aspek hukum,
tugas/fungsi, kewenangan/hak, dsb. Pengalaman saya di Direktorat Sungai
(kebetulan pada Subdit Operasi & Pemeliharaan) , Ditjen Pengairan, yang
menangani sungai, danau/situ Th 1991 - 1994, saat itu semua program
dikonsultasikan dengan Bappenas, sedangkan pembiayaan dengan Ditjen
Anggaran. Pada dekade tsb, dan saya kira sampai saat ini, yang namanya
program 'pemeliharaan' dan 'perbaikan' seperti 'normalisasi sungai/danau'
sangat sulit disetujui, kalaupun ada persentasenya sangat kecil sekali
dibandingkan untuk pembangunan/ peningkatan konstruksi lainnya yang
berdampak langsung (katanya), seperti irigasi, jalan (sektor ke PU an),
sementara lingkup kewenangan Dit. Sungai, Danau dan Waduk saat ini dari
ujung NAD s.d. Irian Jaya/disesuaikan PP 38/2004, untuk Situ Gintung dibawah
pembinaan Balai Besar WS Ciliwung - Cisadane. Bila diruntut, saat ini banyak
sekali anterian pekerjaan-pekerjaan bersifat pemeliharaan dan perbaikan,
dari sekolah dasar yang rusak, puskesmas,  pendangkalan/ penyempitan sungai,
saluran primer/sekunder irigasi (dengan biaya investasi yang sangat besar),
............ ......sampai dengan kebutuhan penelitian yang sulit disetujui
(kesehatan, pertanian, perindustrian) . Namun demikian, belajar dari posting
refrensi selama ini, kita perlu optimis memandang kedepan, semoga pola
alokasi anggaran semakin baik, dan Indonesia terus membaik dan jaya.

 

Salam hangat

cut  

 

  _____  

From: Bambang Tata Samiadji <btsamia...@yahoo. com>
To: refere...@yahoogrou ps.com
Sent: Sunday, March 29, 2009 5:55:18 PM
Subject: [referensi] Tanggul Jebol, siapa yang salah?


Kalau sudah terjadi musibah, maka banyak yang saling menyalahkan. 
Sebuah catatan imajiner (ada sumber nyata, ada yang karangan) :

1. Ada yang mengatakan bahwa jebolnya tanggul itu karena curah hujan yang
tinggi./ Tapi pihak BMG mengatakan curah hujan pada Kamis malam itu sangat
rendah. Pihak BMG memastikan bahwa jebolnya tanggul bukan karena curah hujan
yang tinggi.

2. Ada yang mengatakan dulu Situ Gintung itu luasnya 31 ha, sekarang tinggal
23 ha karena dipakai permukiman. Berkurangnya daya tampung situ ini sehingga
tidak mampu menampung guyuran hujan yang tinggi dan akhirnya jebol. /Loh...
bukannya kalau situ (danau) itu volumenya berkurang tekanannya menjadi lebih
rendah? Mestinya semakin mengecil volume danau, justru tidak membuat tanggul
jebol toh..

3. Masyarakat bilang, sebelumnya sudah ada retak-retak dan sudah dilaporkan
kepada Pemerintah, tapi tidak ada respon. /Tapi Balai Besar DAS Ciliwung
yang sehari-hari memelihara Situ Gintung membantah bahwa tidak ada
retak-retak dan tidak ada laporan ke kami. /Loh..jadi lapor ke siapa? Kalau
cuma lapor kelurahan, atau ke kecamatan... ya..mereka tahu apa?

4. Pemda Tangerang mengatakan bahwa soal Situ Gintung itu bukan kewenangan
wajib Pemda, tetapi sepenuhnya tanggung jawab Pemerintah Pusat, dalam hal
ini Departemen PU. /Pemerintah cq PU mengaku bahwa itu memang tanggung jawab
Dep. PU. Dep. PU merasa sudah melaksanakan kewajibannya dengan memelihara
dan mengeluarkan dana besar untuk Situ Gintung. Tapi Dep. PU sesuai dengan
UU tidak bisa mengontrol tumbuhnya pemukiman dekat tanggul yang akan
menganggu kestabilan tanggul. Soal pemukiman jelas tanggung jawab Pemda
Tangerang. /Nah lho...

5. Ada yang mengkritik lagi kepada Pemerintah Belanda dan Pemerintah RI
sekarang yang mewarisi. Mengapa Belanda pada tahun 1933 hanya membuat
bendungan berupa urugan tanah saja, mengapa tidak dibuat bendungan beton
yang kuat?/ Menurut Dep. PU, membuat tanggul dengan beton yang melingkar itu
mahal dan teknologi yang cukup tinggi. Masalahnya bukan soal biaya ataupun
teknologi, tapi batuan bawah di Indonesia itu berupa batuan muda. Jadi bila
pake beton, tetap saja pegangan beton pada batuan muda tidak kuat,..nanti
bisa jebol juga. /Betul juga ya...

6. Kalau begitu.., dengan tangggul yang berupa urugan tanah saja...suatu
ketika akan jebol dan memakan korban. Artinya soal tanggul jebol hanya soal
waktu saja.. Artinya juga... soal korban yang akan jatuh seperti sudah
diketahui..atau direncanakan. .wah kejam nian Pemerintah ini.
/Bukan begitu! Itu kejadian buruk yang tidak diinginkan. Oleh karenanya ada
jalur atau ruang yang bebas dari pemukiman di arah hilir bila tanggul
benar-benar jebol dan air tumpahan akan langsung masuk ke sungai
Pasanggrahan. /Nah..sekarang tanggul benar-benar jebol dan ternyata ruang
yang seharusnya kosong untuk jalannya air danau bila tanggul jebol ternyata
sudah banyak pemukiman... .. KALAU BEGITU SALAH SIAPA YA...?

Thanks. CU. BTS.

 

  _____  

Selalu bisa chat di profil jaringan, blog, atau situs web
<http://sg.rd.yahoo.com/id/messenger/pingbox/mailtagline/*http:/id.messenger
.yahoo.com/pingbox/>  pribadi! 
Yahoo! memungkinkan Anda selalu bisa chat melalui Pingbox. Coba! 

 



Kirim email ke