Yth Pak Mod, Pak Risfan, teman-teman,

Perlu digarisbawahi pengamatan Pak Risfan "... ditengah hujan aturan, bentuk
dan tools perencanaan dari Pusat, mereka {Pemda, RM] mencoba menerapkannya
secara proporsional ..." Hemat saya, inilah kekuatan terbesar rakyat NKRI,
dan satu-satunya harapan kita berhasil sebagai bangsa.

Buku Disiplin Berpikir Sistem dari Pak Poernomosidi Hadjisarosa itu tiga
tahun lalu pernah saya pegang juga di sentral buku bekas Kwitang, harganya
Rp 65.000 uang tak cukup tak jadi beli. Kiranya itu terbitan Jogya, Pak Poer
mendirikan dan mengajar IMBI (Institut Manajemen Bisnis Indonesia) di sana
--- sebagai filial yang di Jakarta --- sekitar 1990-an. Saya ingin sekali
kontak para alumninya.

Klaim Pak Poer adalah, Disiplin Berpikir Sistem dapat (dan perlu) diterapkan
kepada penelaahan issue (permasalahan) yang bersifat organik, hidup,
kehidupan, supaya kita jangan salah meyusun paradigma, dan menjadi salah
pula jika harus mencari pemecahan persoalannya. Sebagian besar bidang yang
diatasi beliau dengan penerapan cara berpikir itu ada saya pribadi
berkesempatan mengikutinya cukup mendalam: Jaringan Jalan Nasional,
Transmigrasi, Pengembangan Wilayah, Pengembangan Kota, Pengendalian Wilayah
Aliran Sungai, Bisnis. Tentu lebih banyak lagi yang tidak saya ketahui.

Uniknya, untuk pak Poer segala kumpulan produk yang ada input atau outputnya
berupa manusia atau keadaan kehidupan manusia, adalah suatu Sistem. Maka
'wilayah' adalah sebuah sistem dari sejumlah satuan permukiman manusia ---
mulai mega-metro-kota hingga teratak --- yang teratur terukur besar-kecil
dekat-jauh, tumbuh-kembangnya, maka perlu dianalisa dan ditangani memakai
pendekatan sistem untuk mengenal mekanismenya, sampai memanfaatkan mekanisme
itu dalam hal tindakan perencanaan dan pengendalian. Diluar itu beliau tak
ambil pusing!

 

Wassalam,

RMaris

 

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf
Of Risfan M
Sent: 08 Mei 2009 4:58
To: [email protected]
Subject: RE: [referensi] Kanan-Kiri Oke (Respon untuk Pak Risfan dan semua
rekans)

 

Rekans ysh,

Terlepas dari perudangannya yang jalan sendiri-sendiri, dalam praktek
sebetulnya Pemda realistis dalam penerapannya.

Contohnya, kemarin pagi di Kota Batu, saat diskusi Pengembangan Ekonomi
Lokal, pihak Pemkot presentasi strateginya: pertama bicara Visi, Misi Kota
dan strategi/prioritas (dari RPJMD); lalu paparan potensi daerah, kendala
fisik-lingkungan, dan strategi, program yang diplot dalam peta STRUKTUR
RUANG (perbagian wilayah kota, subpusat2, kerangka prasarana), sampai
disituacuan mereka tentu rencana tata ruang.

Dalam kerangka ruang itu diplot lokasi KSP-KSP (kawasan sentra produksi) nya
orang Pertanian. Juga sentra/kampung industri kecil. Yang tentu acuannya
ialah konsep dari masing-masing sektor. (Mungkin demikian juga untuk sektor
kesehatan, ada peta kerawanan dst, cuma krn sedang diskusi ekonomi jadi tak
diplot).

Kemudian diuraikan TAHAPAN PROGRAM d an kegiatan dalam pengembangan ekonomi
lokal dan wilayahnya.

Kesimpulan saya, ditengah hujan aturan, bentuk dan tools perencanaan dari
Pusat, mereka mencoba menerapkannya secara proporsional. Visi, Misi (RPJMD)
sebagai nya"pengarah" dan penentu target; RTRW dijadikan "acuan" lokasil;
lalu rencana sektoral (Renstra, Renja SKPD) untuk penyusunan
program/kegiatan tiap urusan.

NB: untuk Pak Risman, disela diskusi saya lihat Kadis nya mengeluarkan buku
Disiplin Berfikir untuk Manajemen/Bisnis, karangannya Pak Poernomosidhi.

Salam,
R. Munir





 
<http://geo.yahoo.com/serv?s=97359714/grpId=3920924/grpspId=1705043695/msgId
=8293/stime=1241733481/nc1=3848585/nc2=3848643/nc3=5689702> _,_._,___

No virus found in this incoming message.
Checked by AVG - www.avg.com
Version: 8.5.325 / Virus Database: 270.12.16/2094 - Release Date: 05/03/09
16:51:00


Kirim email ke