Uda Eka ysh,

saya hanya takut dengan rekans yang merasa terganggu dengan warna2 yang selalu 
coba saya sorongkan sebagai alternatif terhadap pertentangan antara paham 
kapitalistik dan kerakyatan.

Saya mencoba menjabarkan ini karena dalam sebuah diskusi di jogja dengan teman2 
pemerhati perkembangan daerah DIY, sampai dengan masalah pilihan terhadap 
system IT yang perlu dikembangkan disana.

Ada 2 kelompok dengan argumennya. Kelompok 1 mengatakan kita sebaiknya memilih 
branded well backed up software sebagai backbone sistem IT di DIY. Ini sangat 
disupport oleh tim Microsoft. Kelompok 2 mengatakan .. tidak setuju .. lebih 
baik open system... ini di backup oleh teman2 penggemar LINUX.

Muncul alternatif yang ketiga ... yaitu tidak keduanya. Mereka kaget. Saya 
mengatakan, kalau memang mau mengembangkan IT kita sebaiknya melakukan secara 
proper. Maka disorongkan ide agar yang dipergunakan bukan LINUX dan bukan 
WINDOW sekarang ini ... tetapi DOS yang lama atau kalau kurang ya dengan Window 
yang awal yang sudah bebas property right. Sedangkan komputernya kita bisa 
menggunakan yang XT atau AT. Toh petani tidak memerlukan komputer canggih. 

Saya mempunyai kecurigaan bahwa baik LINUX atau MICROSOFT keduanya adalah tetap 
diatur oleh kapital. Jadi sebenarnya tidak pernah terjadi apa yang disebut pro 
kerakyatan itu (mohon tengok You tube dengan judul The World New Order .... 
saya benar2 terhenyak karena ternyata dari sisi manapun ... dari angle manapun 
ternyata kita berada dalam SATU frame besar.

Salam

bambang sp

 

Kirim email ke