Pak BSP ysm, mengenai pilihan IT dan 'the third way' kita bisa minta
perbandingan dan pendapat gratis dari Cak Andri, Bang Safri, dan
pakar-pakar IT lainnya di milis ini. Apakah pilihan instan juga lebih
baik? Salam.

-ekadj


--- In [email protected], "bspr...@..." <bspr...@...> wrote:
>
>
> Uda Eka ysh,
>
> saya hanya takut dengan rekans yang merasa terganggu dengan warna2
yang selalu coba saya sorongkan sebagai alternatif terhadap pertentangan
antara paham kapitalistik dan kerakyatan.
>
> Saya mencoba menjabarkan ini karena dalam sebuah diskusi di jogja
dengan teman2 pemerhati perkembangan daerah DIY, sampai dengan masalah
pilihan terhadap system IT yang perlu dikembangkan disana.
>
> Ada 2 kelompok dengan argumennya. Kelompok 1 mengatakan kita sebaiknya
memilih branded well backed up software sebagai backbone sistem IT di
DIY. Ini sangat disupport oleh tim Microsoft. Kelompok 2 mengatakan ..
tidak setuju .. lebih baik open system... ini di backup oleh teman2
penggemar LINUX.
>
> Muncul alternatif yang ketiga ... yaitu tidak keduanya. Mereka kaget.
Saya mengatakan, kalau memang mau mengembangkan IT kita sebaiknya
melakukan secara proper. Maka disorongkan ide agar yang dipergunakan
bukan LINUX dan bukan WINDOW sekarang ini ... tetapi DOS yang lama atau
kalau kurang ya dengan Window yang awal yang sudah bebas property right.
Sedangkan komputernya kita bisa menggunakan yang XT atau AT. Toh petani
tidak memerlukan komputer canggih.
>
> Saya mempunyai kecurigaan bahwa baik LINUX atau MICROSOFT keduanya
adalah tetap diatur oleh kapital. Jadi sebenarnya tidak pernah terjadi
apa yang disebut pro kerakyatan itu (mohon tengok You tube dengan judul
The World New Order .... saya benar2 terhenyak karena ternyata dari sisi
manapun ... dari angle manapun ternyata kita berada dalam SATU frame
besar.
>
> Salam
>
> bambang sp
>



Kirim email ke