Pak Fadjar, Pak BTS, Pak BSP, Pak Risfan, Pak Nuzul, dan rekan-rekan
ysh,

Saya kira topik ini cukup menarik kita kembangkan dalam beberapa waktu
ke depan, hingga terlihat formulasi 'ekonomi bejo' itu secara lebih
akademik. Topiknya kurang lebih : "dengan semangat kerakyatan, kita
lanjutkan ekonomi bejo secara lebih cepat dan lebih baik". Mohon
sarannya.

Salam,

-ekadj


--- In [email protected], <efha_mardians...@...> wrote:
>
> Sangat menarik, Pak Bambang...
>
> Mungkin ini adalah suatu paradigma lain dari paradigma
kapitalis/merkantilis..
> Apakah ini merupakan suatu "paradigma spiritualis"....?
>
> Suatu pembelajaran yang patut kita renungkan...
>
> Salam,
>
> Fadjar Undip
>
>
> --- On Thu, 5/28/09, bspr...@... bspr...@... wrote:
>
>
> From: bspr...@... bspr...@...
> Subject: Re: [referensi] Ekonomi Bejo [1 Attachment]
> To: [email protected]
> Date: Thursday, May 28, 2009, 3:06 PM
>
>
>
>
>
> [Attachment(s) from bspr...@... included below]
>
>
>
> Mas BTS, rekan milister yth,
> mas BTS mengatakan :
> Yang paling beruntung dalam kehidupan sepanjang sejarah umat manusia
adalah Pemerintah Indonesia. Karena semakin hari rakyatnya semakin tidak
paham apakah Pemerintah Indonesia berhasil atau gagal. Semakin tidak
memiliki kepekaan dan sasmita apakah mereka dicintai atau tidak oleh
pemerintahnya. Semakin kehilangan ukuran apakah dari pemerintahnya
mereka memperoleh kesetiaan dan semangat pengabdian, ataukah
pengkhinatan dan proses penghancuran.
>
> Lha itulah mas apa nggak 'huhebat' ... dengan memerintah begini saja
Indonesia tetap masih 'survive'. Lha wong saat negara lain kesulitan
untuk menjaga agar pertumbuhan itu tidak negatif ... eh malah Indonesia
tanpa susah payah ... dan belum tentu ini usaha pemerintah lho ... masih
bisa bilang 4% dan bisa naik lagi.
>
> Tetapi terkait dengan pertumbuhan ekonomi ... saya mendapatkan power
point dari teman saya tentang negara Buthan... mungkin bisa disimak.
Tapi mohon maaf aki Aby jangan diprotes dulu ya kalau ini negaranya
kecil jadi gampang ngurusnya. Soalnya yang ingin saya sampaikan adalah
hakekat konsepnya.
>
> Salam
>
> bambang sp
>



Kirim email ke