Pak Iman, Pak Aby, Pak ATA, dkk ysh.

Mohon kiranya dapat diidentifikasi kelompok-kelompok yang masuk dalam
ekonomi kerakyatan ini, supaya penanganan dan pengembangannya dapat
lebih fokus/terpisah. Mungkin ciri umumnya adalah : pelakunya miskin dan
mandiri.

Pedagang tradisional : pedagang yang menempati lapak-lapak usaha di
pasar-pasar tradisional, dengan jenis usaha: sembako, tekstil murah,
perlengkapan rumah tangga, barang-barang bekas, dll. Pada musim kampanye
kemarin, kelompok ini paling sering dikunjungi oleh para
capres/cawapres.

Pedagang kaki lima : pedagang yang menempati lapak-lapak temporer di
ruang-ruang publik, dan termasuk di dalamnya yang bergerak secara
mobile. Beberapa di antaranya : pedagang asongan, makanan, mainan, dll.
Pada musim-musim tertentu para pedagang ini sering dikunjungi oleh
Satpol PP.

Pedagang illegal : pedagang yang tidak memiliki izin usaha, tidak
membayar pajak, termasuk juga menjual barang-barang haram; dapat
berusaha di ruang-ruang publik maupun privat. Beberapa di antaranya :
pedagang asongan, ibu-ibu yang nyambi jualan pada waktu arisan, pedagang
narkoba, usaha rumah tangga, nelayan merangkap pedagang di tengah laut,
lobbiest, pedagang suara, dll.

Yang agak sulit pengelompokannya seperti sales door-to-door, pedagang
jasa (buruh garuk), dlsb.

Mohon pencerahannya lebih lanjut, khususnya dalam rangka pengembangan
ekonomi bejo-ajo-inang-daeng kita. Salam.

-ekadj


--- In [email protected], hengky abiyoso <watashi...@...> wrote:
>
> ++++: Saya dapat cerita dari teman yg ketamuan kerabatnya dari kampung
pinggir kota dan menginap dirumahnya. Kerabat ini membawa anak kecil
kurus berumur delapan tahun. Hari pertama, waktu makannya malam, 
teman ini  menawarkan makan kepada kerabatnya khususnya kepada anak
kecilnya. Apa jawab si anak? Menolak makan dan dia bingung kho malam
disuruh makan! Tukas anaknya, kan udah makan "tadi siang".
> Kenapa?  Astagfirullah. Anak ini rupanya tdk biasa makan
malam,  terbiasa makan hanya 1 kali dlm  sehari, siang saja!
Teman ini terenyuh dan berlinang air mata. Ya Allah, beginikah kehidupan
kerabatku, yg dulu sahabatku, aku tahu masa kecil sahabatku, dulu serba
cukup.Â
> Keluarga  kerabat ini hanya representatif dari jutaan orang miskin
Indonesia, yg mungkin sdh terbiasa makan 1 kali sehari atau pola pola
hidup miskin lainnya untuk bisa bertahan hidup dibumi Nusantara yg
katanya kaya raya.
> >>>>: Teman bpk itu seharusnya jangan2 buru2 meneteskan airmata dulu
pak…… siapa tahu cara makan 1 kali sehari disiang hari adlh
bagian dari kearifan lokal dari para leluhur kita dulu yg malah perlu
dilestarikan……. Terbukti makan kelebihan jadi obesitas,
kolesterol, stroke, jantung dsb… malah minum susupun menurut
Prof. Hiromi Shinya, penulis buku laris The Miracle of Enzyme katanya,
susu sapi adalah makanan/minuman paling buruk untuk
manusia………....
> Â
> ++++: Teman dr BKKBN cerita, bahwa puluhan juta Balita di Indonesia
malnutrisi alias kekurangan gizi, yg berakibat pertumbuhan otak anak
anak tdk dpt optimal, artinya perkembangan IQnya akan dibawah rata2, dan
biasanya orang ini  , kemampuan edukasinya lemahn tdk bisa sampai
pada level manajerial,  alias hanya bisa bekerja  sebagai
pegawai  rendahan, buruh, pembantu, tukang sapu dan selevelnya. 
Inilah nanti modal bangsa Indonesia kelak sebagai penerus bangsa,
mudah2an tdk sbg pensupply TKI terus.
> >>>>>: Pak Iman….. dulu ada presiden kita yg memerintah bahkan
lbh dari 30 tahun dan keluarganya kayaknya tak pernah kurang
gizi…… tapi kok rekor edukasi anak2nya pada nggak tinggi juga
ya?......:--)).. tapi emang iya siih…. Biar gitu kemampuannya utk
menghitung dan memiliki duit ternyata pd diatas level manajerial jg
siih…….:--))
> Â
> +++++: Cerita lain……..
> >>>>>:
> Â
> Salam,



Kirim email ke