Rupanya pak Aby ini tdk memahami jam biologis orang, mangkanya orang diminta 
puasa cukup 1 bulan pertahun, kan ngga sepanjang tahun.
Dan rupanya pak Aby ini lebih suka masa lalu ketimbang masa depan? 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: hengky abiyoso <[email protected]>

Date: Sat, 20 Jun 2009 17:09:59 
To: <[email protected]>
Cc: <[email protected]>
Subject: Re: [referensi] Kemiskinan dan Ekonomi Kerakyatan.


++++: Saya dapat cerita dari teman yg ketamuan kerabatnya dari kampung pinggir 
kota dan menginap dirumahnya. Kerabat ini membawa anak kecil kurus berumur 
delapan tahun. Hari pertama, waktu makannya malam,  teman ini  menawarkan makan 
kepada kerabatnya khususnya kepada anak kecilnya. Apa jawab si anak? Menolak 
makan dan dia bingung kho malam disuruh makan! Tukas anaknya, kan udah makan 
"tadi siang". 
Kenapa?  Astagfirullah. Anak ini rupanya tdk biasa makan malam,  terbiasa makan 
hanya 1 kali dlm  sehari, siang saja! Teman ini terenyuh dan berlinang air 
mata. Ya Allah, beginikah kehidupan kerabatku, yg dulu sahabatku, aku tahu masa 
kecil sahabatku, dulu serba cukup.  
Keluarga  kerabat ini hanya representatif dari jutaan orang miskin Indonesia, 
yg mungkin sdh terbiasa makan 1 kali sehari atau pola pola hidup miskin lainnya 
untuk bisa bertahan hidup dibumi Nusantara yg katanya kaya raya. 
>>>>: Teman bpk itu seharusnya jangan2 buru2 meneteskan airmata dulu pak…… 
>>>>siapa tahu cara makan 1 kali sehari disiang hari adlh bagian dari kearifan 
>>>>lokal dari para leluhur kita dulu yg malah perlu dilestarikan……. Terbukti 
>>>>makan kelebihan jadi obesitas, kolesterol, stroke, jantung dsb… malah minum 
>>>>susupun menurut Prof. Hiromi Shinya, penulis buku laris The Miracle of 
>>>>Enzyme katanya, susu sapi adalah makanan/minuman paling buruk untuk 
>>>>manusia………....
 
++++: Teman dr BKKBN cerita, bahwa puluhan juta Balita di Indonesia malnutrisi 
alias kekurangan gizi, yg berakibat pertumbuhan otak anak anak tdk dpt optimal, 
artinya perkembangan IQnya akan dibawah rata2, dan biasanya orang ini  , 
kemampuan edukasinya lemahn tdk bisa sampai pada level manajerial,  alias hanya 
bisa bekerja  sebagai pegawai  rendahan, buruh, pembantu, tukang sapu dan 
selevelnya.  Inilah nanti modal bangsa Indonesia kelak sebagai penerus bangsa, 
mudah2an tdk sbg pensupply TKI terus.
>>>>>: Pak Iman….. dulu ada presiden kita yg memerintah bahkan lbh dari 30 
>>>>>tahun dan keluarganya kayaknya tak pernah kurang gizi…… tapi kok rekor 
>>>>>edukasi anak2nya pada nggak tinggi juga ya?......:--)).. tapi emang iya 
>>>>>siih…. Biar gitu kemampuannya utk menghitung dan memiliki duit ternyata pd 
>>>>>diatas level manajerial jg siih…….:--)) 
 
+++++: Cerita lain……..
>>>>>: 
 
Salam,
 


--- On Wed, 6/17/09, [email protected] <isoedrad...@........> wrote:


From: [email protected] <isoedrad...@............>
Subject: [referensi] Kemiskinan dan Ekonomi Kerakyatan.
To: [email protected]
Date: Wednesday, June 17, 2009, 7:37 PM


Dear referencies.

Saya dapat cerita dari teman yg ketamuan kerabatnya dari kampung pinggir kota 
dan menginap dirumahnya..........
 
 


      

Kirim email ke