Pak Rofiq dan milisters ysh, +++++: Saya tidak melihat ada Capres yang berjanji mau melaksanakan UUD 1945 secara konsekwen... ..daripada berdebat istilah ekonomi kerakyatan, lebih baik mereka berdebat soal implementasi dari UUD 1945. >>>>>: Mungkin jg mereka memang nggak sempat, lupa atau pas giliran >>>>>mengatakannya anda pas nggak liat (di tv) ‘kali pak Rofiq….. atau mereka >>>>>khan ngomongnya bisa dimana-mana kota, dimana2 venue, dimana2 pasar dsb.. >>>>>yg tak mungkin semuanya diliput dan disajikan di tv….. atau giliran >>>>>disajikan di-tv jangan2 anda pas sudah bobok pak?........
+++++: Ekonomi dalam UUD 1945 sudah demikian gamblangnya. ...tetapi implementasinya selalu diinterpretasikan berbeda oleh elite penguasa. Karena itu, kita perlu mengelaborasinya, agar kemakmuran yang diidam-idamkan oleh founding fathers kita tercapai. >>>>>: Jangankan kok hanya UUD…. Lha wong ayat Tuhan saja juga sering >>>>>diinterpretasikan berbeda oleh manusia…… spt ttg azas poligami dlm Islam >>>>>mslnya…. Tuhan membolehkan anda beristri sampai 4 asalkan anda dpt >>>>>berlaku adil…. Pdhal mana bisa manusia kok berlaku adil?...... Maka kembali ke UUD…….. Pertama kita semua hrs sama2 ingat bhw UUD1945 itu hanya buatan manusia biasa saja ….. bukan ayat buatan Tuhan yg maha sempurna maha suci dan kekal sampai beribu2 tahun relevansinya……… maka kalau setiap kali UUD ada yg dirasa kurang atau ada yg coba memelintir maknanya… ya diamandemen saja…. Spt pasal 7 ttg lamanya presiden menjabat yg diplintir oleh orba setiap 5 tahun diperpanjang dan presidennya menjabat sampai hampir gempor akhirnya toh diamandemen menjadi maksimal 2x masa jabatan saja dan beres…. +++++: Coba kita simak makna dari kalimat "kekayaan alam dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besar kemakmuran rakyat"..... padahal kita lihat "air" saja telah membuat "danone" meraih keuntungan sebesar-besarnya. >>>>>: Kalau tak salah liberalisasi ttg pemanfaatan air / pengolahan air bersih >>>>>ini didukung oleh UU Sumber Daya Air yg didukung pula oleh DepKes dan >>>>>Deperindag dan ditdtangani oleh Pres. RI pd Maret 2004 (presidennya siapa >>>>>ya?)…. Yg sebelumnya disetujui dulu RUUnya oleh DPR hasil Pemilu dimasa >>>>>itu pula (partai2 besarnya siapa saja ya?)……. Dan privatisasi air ini >>>>>kalau tak salah mrpkn bagian liberalisasi yg olh smntr pihak malah >>>>>dianggap sbg bag dari awal neoliberalisasi dinegeri kita………. Ttg liberalisasi (bukan neo-liberalisasi) konon sesudah 1970 hampir semua negara dimuka bumi ini menerapkan sistem perekonomian demikian itu……. Dan antara 1985 sampai 2005 konon hanya sdkt dari negara2 didunia yg disurvai tidak meningkatkan capaian mereka atas economic freedom of the world score……. Kalau kita mau realistis….. nyatanya dgn ledakan jumlah penduduk dan serbuan penduduk kekota2 besar dimana banyak sungai2 dan air tanah menjadi kotor dan tercemar……soal kebutuhan air bersih nyatanya tak dapat dipenuhi oleh pemerintah (sdh gitu air PAM banyak dicuri)….. utamanya krn fasilitas untuk membuat air bersih memerlukan investasi yg besar.. hingga lalu Bank Dunia menyarankan agar penyediaan air bersih sebagiannya diswastakan…… saya kira kalau pmrth akhirnya mampu memenuhi kebutuhan air bersih seluruh penduduk sih (dan pmrth serta penduduk juga sama2 sadar KB agar kebutuhan air bersih tak terus membubung) boleh saja kegiatan swasta utk air bersih itu disetop…. jadi agar sesuai betul dgn bunyi pasal 33 UUD kita…….. +++++: Apalagi lahan yang dikuasai oleh para orang kaya? >>>>>: Yah pak…dinegara2 diseluruh dunia sepertinya orang mau kaya atau miskin >>>>>bukankah sama2 boleh memiliki, membeli, atau menjual tanah?............ +++++: Debat kita soal PKL dulu, kan juga masalah kekayaan alam yang berupa ruang.. >>>>>: Ya pak………… Salam, --- On Mon, 6/22/09, Aunur rofiq <[email protected]> wrote: From: Aunur rofiq <[email protected]> Subject: Re: [referensi] Re: Kemiskinan dan Ekonomi Kerakyatan. To: [email protected] Date: Monday, June 22, 2009, 4:53 PM Temans, Saya tidak melihat ada Capres yang berjanji mau melaksanakan UUD 1945 secara konsekwen... ..daripada berdebat istilah ekonomi kerakyatan, lebih baik mereka berdebat soal implementasi dari UUD 1945. Ekonomi dalam UUD 1945 sudah demikian gamblangnya. ...tetapi implementasinya selalu diinterpretasikan berbeda oleh elite penguasa. Karena itu, kita perlu mengelaborasinya, agar kemakmuran yang diidam-idamkan oleh founding fathers kita tercapai. Coba kita simak makna dari kalimat "kekayaan alam dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besar kemakmuran rakyat"..... padahal kita lihat "air" saja telah membuat "danone" meraih keuntungan sebesar-besarnya. Apalagi lahan yang dikuasai oleh para orang kaya? Debat kita soal PKL dulu, kan juga masalah kekayaan alam yang berupa ruang.. Salam Aunur Rofiq ----- Original Message ---- From: risfano <risf...@yahoo. com> To: refere...@yahoogrou ps.com Sent: Monday, June 22, 2009 4:14:03 PM Subject: [referensi] Re: Kemiskinan dan Ekonomi Kerakyatan. Uda Eka dan Rekans ysh, Kita jangan terjebak istilah dalam kampanye. Istilah baku UMKM sesuai UU 20/2008 tentang UMKM kiranya sudah cukup jelas. Tambahan untuk Usaha Mikro, juga mencakup usaha yang sebetulnya informal. Implikasi UU itu ke pembinaan pemerintah oleh daerah, perbankan dst sudah lebih definitif. Soalnya bukanlah definisi, tapi bagaimana bisa bertindak memberi dukungan kepada mereka dalam manajamen, produksi, keuangan, pemasaran, kemitraan horizontal, vertikal. Supaya mereka bisa mengorganisir diri, bebas dari cengkeraman tengkulak, lintah-darat, "pemalak". Soal definisi ekonomi kerakyatan yang dikatakan peserta kampanye, lebih baik kita tanyakan ke mereka setelah Juli 8, mudah-mudahan masih ingat. Soal anti neo-liberal juga tidak terlalu jelas, karena kok tidak ada di antara mereka yang mempertanyakan secara serius kebijkan liberalisasi perbankan, liberalisasi modal asing, liberalisasi perdagangan yang berlaku selama ini yang diterapkan hampir semua rezim. Kita tunggu. Salam, Risfan Munir --- In refere...@yahoogrou ps.com, "ffekadj" <4ek...@...> wrote: > > > Pak Iman, Pak Aby, Pak ATA, dkk ysh. > > Mohon kiranya dapat diidentifikasi kelompok-kelompok yang masuk dalam > ekonomi kerakyatan ini, supaya penanganan dan pengembangannya dapat > lebih fokus/terpisah. Mungkin ciri umumnya adalah : pelakunya miskin dan > mandiri. > > Pedagang tradisional : pedagang yang menempati lapak-lapak usaha di > pasar-pasar tradisional, dengan jenis usaha: sembako, tekstil murah, > perlengkapan rumah tangga, barang-barang bekas, dll. Pada musim kampanye > kemarin, kelompok ini paling sering dikunjungi oleh para > capres/cawapres. > > Pedagang kaki lima : pedagang yang menempati lapak-lapak temporer di > ruang-ruang publik, dan termasuk di dalamnya yang bergerak secara > mobile. Beberapa di antaranya : pedagang asongan, makanan, mainan, dll. > Pada musim-musim tertentu para pedagang ini sering dikunjungi oleh > Satpol PP. > > Pedagang illegal : pedagang yang tidak memiliki izin usaha, tidak > membayar pajak, termasuk juga menjual barang-barang haram; dapat > berusaha di ruang-ruang publik maupun privat. Beberapa di antaranya : > pedagang asongan, ibu-ibu yang nyambi jualan pada waktu arisan, pedagang > narkoba, usaha rumah tangga, nelayan merangkap pedagang di tengah laut, > lobbiest, pedagang suara, dll. > > Yang agak sulit pengelompokannya seperti sales door-to-door, pedagang > jasa (buruh garuk), dlsb. > > Mohon pencerahannya lebih lanjut, khususnya dalam rangka pengembangan > ekonomi bejo-ajo-inang- daeng kita. Salam. > > -ekadj > > > --- In refere...@yahoogrou ps.com, hengky abiyoso <watashiaby@ > wrote: > > > > ++++: Saya dapat cerita dari teman yg ketamuan kerabatnya dari kampung > pinggir kota dan menginap dirumahnya. Kerabat ini membawa anak kecil > kurus berumur delapan tahun. Hari pertama, waktu makannya malam, > teman ini menawarkan makan kepada kerabatnya khususnya kepada anak > kecilnya. Apa jawab si anak? Menolak makan dan dia bingung kho malam > disuruh makan! Tukas anaknya, kan udah makan "tadi siang". > > Kenapa? Astagfirullah. Anak ini rupanya tdk biasa makan > malam, terbiasa makan hanya 1 kali dlm sehari, siang saja! > Teman ini terenyuh dan berlinang air mata. Ya Allah, beginikah kehidupan > kerabatku, yg dulu sahabatku, aku tahu masa kecil sahabatku, dulu serba > cukup. > > Keluarga kerabat ini hanya representatif dari jutaan orang miskin > Indonesia, yg mungkin sdh terbiasa makan 1 kali sehari atau pola pola > hidup miskin lainnya untuk bisa bertahan hidup dibumi Nusantara yg > katanya kaya raya. > > >>>>: Teman bpk itu seharusnya jangan2 buru2 meneteskan airmata dulu > pak…… siapa tahu cara makan 1 kali sehari disiang hari adlh > bagian dari kearifan lokal dari para leluhur kita dulu yg malah perlu > dilestarikan……. Terbukti makan kelebihan jadi obesitas, > kolesterol, stroke, jantung dsb… malah minum susupun menurut > Prof. Hiromi Shinya, penulis buku laris The Miracle of Enzyme katanya, > susu sapi adalah makanan/minuman paling buruk untuk > manusia……….... > >  > > ++++: Teman dr BKKBN cerita, bahwa puluhan juta Balita di Indonesia > malnutrisi alias kekurangan gizi, yg berakibat pertumbuhan otak anak > anak tdk dpt optimal, artinya perkembangan IQnya akan dibawah rata2, dan > biasanya orang ini , kemampuan edukasinya lemahn tdk bisa sampai > pada level manajerial, alias hanya bisa bekerja sebagai > pegawai rendahan, buruh, pembantu, tukang sapu dan selevelnya. > Inilah nanti modal bangsa Indonesia kelak sebagai penerus bangsa, > mudah2an tdk sbg pensupply TKI terus. > > >>>>>: Pak Iman….. dulu ada presiden kita yg memerintah bahkan > lbh dari 30 tahun dan keluarganya kayaknya tak pernah kurang > gizi…… tapi kok rekor edukasi anak2nya pada nggak tinggi juga > ya?......:-- )).. tapi emang iya siih…. Biar gitu kemampuannya utk > menghitung dan memiliki duit ternyata pd diatas level manajerial jg > siih…….:--)) > >  > > +++++: Cerita lain…….. > > >>>>>: > >  > > Salam, > ------------ --------- --------- ------ Komunitas Referensi http://groups. yahoo.com/ group/referensi/ Yahoo! Groups Links

