Pak Djarot,

Namanya intermezo, kalau mbak Risa Suseanty yang jadi ikon bersepeda pasti jauh 
lebih menarik dong.

Lain lagi - kalau kita jalan dari Medan ke Tebing Tinggi pas anak pulang 
sekolah "becak motor" itu ternyata bisa dinaiki anak SMP/SMA sampai 7-8 anak. 
Kadang juga ibu dengan anggota keluarga dan bawaannya. Memang dari keselamatan 
ngeri. Walau anak dan keluarga itu tampak riang gembira. Tapi kalau ditertibkan 
- ongkos transpor anak sekolah kan jadi mahal. Dilema juga.

Salam,
Risfn Munir





-----Original Message-----
From: Djarot Purbadi <[email protected]>
Sent: Saturday, December 12, 2009 11:53 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [referensi] Fw: Re: Bls: Bls: [plbpm] jalur sepeda?

 
Iklan sepeda selama ini kalah jauh dengan iklan motor, apalagi mobil. Jadi 
pantaslah motor dan mobil mendominasi gaya hidup dimana-mana. Tampaknya sepeda 
vs kendaraan bermotor akan memasuki pola Cicak lawan Buaya heheeee....

Salam,

 Djarot Purbadi

 http://realmwk.wordpress.com [Blog Resmi MWK]
 http://forumriset.wordpress.com [Blog Resmi APRF]
 http://fenomenologiarsitektur.wordpress.com

--- On Sat, 12/12/09, Risfan Munir <[email protected]> wrote:

From: Risfan Munir <[email protected]>
Subject: RE: [referensi] Fw: Re: Bls: Bls: [plbpm] jalur sepeda?
To: [email protected]
Date: Saturday, December 12, 2009, 10:44 AM

Intermezo,

Emas pertama Indonesia di SEA Games 2009 diraih oleh atlet "balap sepeda" Risa 
Suseanty di nomor downhill. Selamat!

Saya kira akan baik kalau dia dijadikan ikon promo bersepeda (kayak iklan .yg 
pake Rossi) itu lho.

Salam,
Risfan Munir



-----Original Message-----
From: Djarot Purbadi <[email protected]>
Sent: Saturday, December 12, 2009 9:27 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [referensi] Fw: Re: Bls: Bls: [plbpm] jalur sepeda?


Pak Risfan, uraian panjenengan memperkuat tesis saya, bahwa untuk 
ber-arsitektur ria atau ber-planning ria kita mesti melihat awalnya dari titik 
yang lain, tidak langsung ke arsitektur atau planning. Tentu ini bukan sebuah 
pelarian atas ketidakmampuan berarsitektur atau berplanning, melainkan sebuah 
kesadaran bahwa arsitektur dan tata keruangan ada di dalam jaring-jaring 
kehidupan, bukan perkara yang terisolasi atau terpisah dari sistem yang lain

Kirim email ke