Pak Mod Eko ysh, kelihatannya sudah terlarut dalam romansa Perang
Pasifik nih. Sebelum jadi 'benteng' memang biasanya bikin 'kubu' dulu.
Sarannya bikin 'stelling' dulu, jadi habis lempar granat bisa berondok
dulu, atau kalau kelempar granat bisa nyilem dulu, supaya nggak kena
serpihan ...:) Salam.

-ekadj


--- In [email protected], Eko B K <ekobu...@...> wrote:
>
> Pak Wanto ysh,
>
> Menambahkan Pak BTS agar ada pendapat yg seimbang dr kubu yg tidak
setuju (atau tergantung urgensinya), menurut saya pengusaha tdk akan
serta merta memindahkan perusahaannya, apalagi kalau manufaktur, ke ibu
kota baru (asumsi Palangkaraya)... biaya pemindahan akan sangat mahal,
dan utk apa pindah? infrastruktur Jabodetabek msh cukup bagus (listrik,
pelabuhan ekspor, dll)... pengusaha boleh ikut pindah agar dekat
penguasa, tapi perusahaannya dan pekerjanya kan tdk perlu pindah...
selain itu juga ada agglomeration economies, yakni keuntungan yg didapat
peusahaan dari berlokasi saling berdekatan, kalau ini sudah established,
utk apa pindah? Sekali lagi ini sekedar pendapat penyeimbang dr kubu yg
berseberangan...:)
>
> salam.



Kirim email ke