Referensiers ysh.

Sambil menunggu penjelasan lanjutan dari Pak Koes, saya coba
inventarisir satu demi satu 'tanda' untuk ibukota negara dari perjalanan
sejarah yang ada sbb:

1. Trowulan - Majapahit

Menurut sahibul hikayat, lokasi ibukota negara Majapahit adalah
Trowulan, yang sebelumnya merupakan Desa Tarik. Ditentukan oleh Raden
Wijaya melalui 'tanda', yaitu setelah mencoba menelan buah maja yang
rasanya pahit. Di tempat ini kemudian Raden Wijaya mendirikan dinasti
baru Majapahit yang berkuasa lebih dan kurang pada wilayah nusantara
saat ini. Coba kalau dulu Raden Wijaya duduk di bawah pohon apel Malang
dan ketiban buah apel, maka yang ditemukan adalah 'hukum gravitasi'.

2. Malaka - Melayu Baru

Menurut sahibul hikayat, ketika Parameswara sedang berkelana bersama
rombongannya meninggalkan Tumasik, sampai pada suatu tempat dimana dia
melihat 'tanda', yaitu ketika anjing-anjingnya ditendang seekor pelanduk
sampai terjengkang masuk ke dalam sungai. Di tempat ini kemudian
Parameswara mendirikan Kerajaan Malaka yang kemudian melebarkan
kekuasaannya di Semenanjung pada saat ini.

3. Yogyakarta - Mataram Baru

Menurut penuturan Pak BSP
<http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/3351> , lokasi
Kesultanan Yogya ini dulunya merupakan hutan Bering, tempat raja
melakukan olahraga berburu. Di suatu tempat raja berhasil menangkap
(memanah?) seekor kijang, dan menjadi 'tanda' . Di tempat ini kemudian
didirikan kraton untuk pusat pemerintahan baru. Menariknya, konsep
'kijang/pelanduk' ini hampir sama dengan Malaka.

4. Bandung - 'pusat pemerintahan'

Menurut penuturan Harya
<http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/3331> , lokasi
pembangunan kota Bandung berawal dari Daendels menancapkan tongkatnya di
sekitar jalan Asia-Afrika sekarang ini, dan me'nanda'i tempat itu
sebagai titik 'pusat pemerintahan'.

Saya kira banyak contoh-contoh lain, dan mohon sharing rekan-rekan untuk
menambahkan. Salam.

-ekadj


--- In [email protected], muhammad koeswadi <m_koesw...@...>
wrote:


Kirim email ke