Rekans ysh, Yang melontarkan/ mengingatkan sudah banyak. Rencana perwilayah dan susunan PKN, PKW, PKL nya sudah jelas. Juga rencana jaringan prasarananya.
Menurut saya masalahnya sudah pada tataran Kebijakan Publik, kapan Pemerintah mempriritaskannya. Dari unsur pelaku usaha, patut dicatat sudah banyak yang mulai berinvestasi ke KTI. Seperti dalam pembahasan Kompas itu Bank Mandiri, sebelumnya Merpati buka kantor utamanya di Makasar. Juga investasi besar dalam pangan (rice/food estate) yang keburu jadi kontroversi, karena menyentuh domain kehutanan itu. Masalah utama, semua tahu a.l. kondisi infrastruktur wilayah. Ini bagi Pemerintah masih 'berat' untuk dilakukan. Mungkin karena luasnya wilayah, kondisi medan (laut, hutan perawan) dan minimnya prasarana awalnya (harus mulai dari nol). Luasnya wilayah membuat upaya yang telah dilakukan tidak tampak. Jumlah penduduk yang tidak sebesar dan sepadat KBI mungkin juga membuat desakan (pressure) politik juga kurang 'sound'. Disamping justifikasi finansial juga cukup berat. Artinya kalau dievaluasi benefit dari mepangunan prasarana (wilayah) di KTI VS KBI, tentu besar di wlayah barat. Kemampuan SDM secara umum juga mungkin merupakan faktor lainnya. Ini kadang juga memicu 'kecurigaan' atas investasi, dan banyaknya pelaku usaha, penduduk yang migrasi dan buka usaha ke KTI. Sekali lagi permasalahannya (bagi Pemerintah) ada pada Kebijakan Publik, menyangkut political will untuk mempriotpritaskan pembangunan ke KTI. Dan, bagi masyarakt, maukah bersabar menghadapi risiko beralihnya fokus prioritas Pemerintah tidak ke KBI lagi. Mungkin dampaknya ialah biaya perbaikan infrastruktur berkurang, dengan segala konsekuensi (jalan rusak, listrik byarpet, dst) yang kian akut. Atau kian banyaknya layanan infrastruktur berbayar (jalan tol, swastanisasi ini/itu). Sementara pembangunan infrastruktur di KTI tentu outcome, impact nya tentu tidak nampak secepat kalau nilai yang sama diinvestasikan di KBI. Sekali lagi, ini pilihan dan political will Pemerintah, penduduk, politikus, dan stakeholders lainnya. Apakah begitu? Salam, Risfan Munir --- In [email protected], i_gume...@... wrote: > > Saya udah mendengar ide ini dr pak dorojatun sejak lama. Tapi onvestasi > pemerintah tetap apa dominan ke jawa. Gimana tuh.... > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung > Teruuusss...! > > -----Original Message----- > From: Risfan M <risf...@...> > Date: Tue, 6 Apr 2010 03:56:14 > To: <[email protected]> > Subject: [referensi] Pembangunan Wilayah > > Rekans ysh, > > Mengutip Kompas hari ini (6/4/10): > Pembangunan Wilayah, Saatnya Beraksi di Timur , pulau Jawa adalah masa lalu, > Sumatera dan Kalimantan adalah masa kini, sedangkan Kawasan Timur Indonesia > adalah masa depan. > > Ada yang mengikuti diskusinya? > > Salam, > Risfan Munir >

