Bung Jehan dan rekans ysh,

Tanggapan Anda menarik. Kalau "bukan instansi pemerintah berarti bukan 
pembangunan (KTI)" namanya. Kalau dikaitkan dengan sektor yang Anda geluti. 
Berapa jumlah rumah yang dibangun Pemerintah, berapa dibangun Masyarakat 
(swadaya), berapa dibangun oleh Swasta (yang tentu untuk dibeli masyarakat)? 
Jadi apakah tidak bisa disebut pembangunan perumahan?

Juga Kota Baru (new town). Kota baru yang dari awal dibangun Pemrintah 
kemungkinan baru Kota Depok ya Pak? yang lain kan meneruskan peninggalan nenek 
moyang. Atau kebanyakan kota baru dibangun oleh Swasta (menjawab demand 
masyarakat/pasar). Apakah itu semua tidak bisa disebut Pembangunan Permukiman 
karena tidak dibangun oleh instansi tertentu.

Kesimpulannya, sejak awal peran utama Pemerintah adalah "pengarah, penyedia 
rencana, fasilitator, pengendali". Apalagi untuk realisasi Rencana pembangunan 
wilayah KTI yang begitu luas aspeknya. Bukankah inisiatif Bank Mandiri, dst 
juga mengikuti "dorongan dan ajakan" pemerintah. Saya pikir pemerintah 
mendorong dan memfasilitasi, sehingga bagus kalau swasta dan masyarakat spontan 
merespons-nya. Apa bukan begitu?

Kalau dari segi Rencana, selain RTRW nasional, sudah ada juga Buku III RPJM 
Nasional yang jadi arahannya. Kalau tidak salah Menko Perekonomian secara 
konsisten punya perhatian khusus dengan Pembangunan KTI. Saya kira dalam hal 
polici kita tak perlu kecil hati, tapi operasionalisasinya mesti didukung 
diseminasi dst untuk mengajak berbagai pihak (swasta, masyarakat).

NB: Ngomong-ngomong Bang Jehan, acara "kick-off" nya jadinya kapan?

Salam,
Risfan Munir




--- In [email protected], Jehan Siregar <jehansire...@...> wrote:
>
> Halo semua, pengen nimbrung juga nih. 
> Ketika saya membaca threadnya menarik juga, terlintas apa memang ada gebrakan 
> baru pembangunan wilayah? Siapa nih? Lalu, setelah saya ikuti hingga ke 
> sumber berita awalnya, eee... ternyata Bank Mandiri... Hehe.. pertanyaannya, 
> apa memang pendekatan pembangunan wilayah bisa dijalankan oleh sebuah bank??? 
> Tentu tidak bisa. Jadi, siapa sih sebenarnya yang peduli dengan pembangunan 
> wilayah sebagai pendekatan pembangunan di tanah air ini? Pemerintah? DPR? 
> Kalau lembaga pemerintah, lembaga mana? Apa portofolio lembaga itu? (bukan 
> ditujukan untuk Ditjen PR tentunya...) Kalau pejabat, siapa? Presiden? 
> Wapres? Menko? Kepala Bappenas? Kalau tidak ada, ya tidak ada namanya 
> pembangunan wilayah. Kalau yang ada itu PT Freeport, PT Conoco, PT Perkebunan 
> XYZ, dll, ya sama saja seperti Bank Mandiri itu. Kebetulan saja SDA yang 
> sedang mereka keduk ada di timur. Jangan-jangan pembangunan wilayah 
> (Indonesia Timur) justru dijadikan jargon saja.
> 
> Tabik,
> Jehan 
> 
> 
> 
> --- On Wed, 4/7/10, Sugiono Ronodihardjo <sugion...@...> wrote:
> 
> From: Sugiono Ronodihardjo <sugion...@...>
> Subject: RE: [referensi] Pembangunan Wilayah
> To: "[email protected]" <[email protected]>
> Date: Wednesday, April 7, 2010, 2:54 PM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>  
> 
> 
> 
>   
> 
> 
>     
>       
>       
>       
> 
> 
> Hallo Pak BTS, wah kepancing juga nich yee... 
> 
> Pertama pemakainan istilah KIB/KIT atau KBI/KTI okay saja, yang penting 
> maksudnya sepaham. Kedua mengenai manusia 'semut' sepertinya memang punya 
> sifat bergerombol dalam mencari makanan/kehidupan. Semakin mereka 'pinter', 
> seperti orang Jepun, mereka tetap saja bergerombol di kota-kota besarnya, 
> mereka bahkan mencari bahan makanan dan bahan baku lainnya dari mana saja 
> (termasuk dari Indonesia). Manusia 'semut' di KIB sepertinya juga lebih 
> senang hidup bergerombol (terutama dikota-kota besarnya), mereka 
> mendatangkan bahan baku dari KIT atau kawasan yang ada/kaya SDA lainnya. 
> Mungkin pepatahnya diubah 'ada semut ada gula', jadi kalau mau mendorong 
> pembangunan wilayah di KIT, mungkin perlu terobosan agar kota-kota besarnya 
> (misalnya: Ambon-Ternate- Sorong-Manokwari -Jayapura- Merauke) dapat tumbuh 
> pesat/besar sehingga menarik 'semut-semut' berdatangan makan 'gula' yang 
> banyak disekitarnya. Maaf kalau salah mohon dikoreksi ya.
> 
> Wassalam,
> 
> Onnos. 
>  
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> New Windows 7: Find the right PC for you. Learn more. 
> 
> 
> Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web 
> Gunakan Wizard Pembuat Pingbox Online
> 
> 
> 
>                                         
> Chat online and in real-time with friends and family! Windows Live Messenger
>


Kirim email ke