Netters ysh, Pembangunan wilayah seperti kata bu Ida, sudah sejak dulu ingin membangun ke Timur, bahkan dalam artikel kompas tersebut ditulis bagaimana upaya provinsi investment day sudah dilaksanakan oleh teman2 perbankan. Kementerian/Lembaga sudah dikontrol anggarannya di DPR untuk berpihak ke Timur dalam forum konsultasi dgn perwakilan daerah. Tapi kenapa tidak jadi juga pemerataan tsb? Yg paling jelas di depan mata, konsep KAPET yg sudah digulirkan sejak zaman Prof Habibie di Ristek. Tidak juga jalan tuh....??? kenapa? Saya sempat lihat beberapa data dari tabel IRIO antar provinsi, di situ sangat jelas terlihat bahwa proses input-output antar sektor antar provinsi, kaitannya dengan belanja pembangunan pusat dan masing-masing daerah, tingkat konsumsi, tingkat investasi swasta, dan ekspor-impor yang berjalan, semua menjelaskan kenapa Timur belum jadi juga. Alasan utama adalah kepemilikian faktor-faktor produksi di Timur bukan dimiliki oleh Timur tetapi Jawa. SDM asal jawa bekerja di Timur, tentunya mengkonsumsi barang di Timur (tp barang dari Barat/jawa juga sangat besar), kemudian gaji dikirimkan ke Jawa/Asal, Investasi dimiliki oleh JAwa (financial center Indonesia ada di segitiga emas Jakarta+Surabaya), ekspor atau perdagangan antar pulau Timur sangat jelas berorientasi ke Jawa (baca: Perak dan Tj Mas) hampir 89%, kalo pun ke Makasar hanya transit. SOlusi bagaimana? perlu ada upaya terobosan memecah kejenuhan dan kebekuan birokrasi. perbaiki SDM, berikan kemudahan investor untuk bisa mempunyai kantor dan menggunakan tenaga lokal tp berkualitas, pelabuhan di Timur ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya, infrastruktur juga dibangun dengan prospek di wilayah Timur, demikian seterusnya... ini sih jangka panjang, sebagian sudah ada di RTRWN seperti yg disebutkan pak Iman. Jangka pendek, kemitraan dengan pengusaha lokal Timur harus segera disyaratkan untuk pembangunan apapun di Timur. Kemitraan ini akan memberikan transfer knowledge dan pengalaman untuk berdiri mandiri. Ini sekedar sharing pendapat dan mengacu beberapa referensi yg sempat dibaca, terimakasih..... Salam, Budi Situmorang
--- Pada Rab, 7/4/10, [email protected] <[email protected]> menulis: Dari: [email protected] <[email protected]> Judul: Re: [referensi] Pembangunan Wilayah Kepada: [email protected] Tanggal: Rabu, 7 April, 2010, 5:14 AM Bung Risfan and Mba Ida, Betul pak Risfan, kalau baca PP No. 26/2007 tentang RTRWN' secara cermat, konsep pengembangan wilayah ut mendorong KTI secara eksplisit sdh ada disana . Namun kembali, penyeimbangan investasi tdk semudah itu, krn selalu khawatir kehilangan momentum pertumbuhan di Jawa dan Sumatera. Sehingga dari tahun ke tahun pola pembangunan tdk berubah. Powered by Telkomsel BlackBerry® From: i_gume...@yahoo. com Date: Tue, 6 Apr 2010 16:12:34 +0000 To: <refere...@yahoogrou ps.com> Subject: Re: [referensi] Pembangunan Wilayah Saya udah mendengar ide ini dr pak dorojatun sejak lama. Tapi onvestasi pemerintah tetap apa dominan ke jawa. Gimana tuh.... Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss... ! From: Risfan M <risf...@yahoo. com> Date: Tue, 6 Apr 2010 03:56:14 -0700 (PDT) To: <refere...@yahoogrou ps.com> Subject: [referensi] Pembangunan Wilayah Rekans ysh, Mengutip Kompas hari ini (6/4/10): Pembangunan Wilayah, Saatnya Beraksi di Timur , pulau Jawa adalah masa lalu, Sumatera dan Kalimantan adalah masa kini, sedangkan Kawasan Timur Indonesia adalah masa depan. Ada yang mengikuti diskusinya? Salam, Risfan Munir "Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang! http://id.mail.yahoo.com"

