Rekans ysh, Sebagai perencana mungkin kita juga perlu mempertimbangkan kemampuan Pemerintah, baik dari segi pembiayaan investasi, menetapkan prioritas, maupun manajemen pembangunan.
Kalau kita lihat sejarah, pola pembangunan KBI sebetulnya juga lebih banyak bersifat "peningkatan, perbaikan, pelurusan" trend atau trase prasarana yg ada. Kecuali mungkin Trans Sumatera, rasanya tak ada trase jalan yang betul-betul baru yang pernah dibuat sejak kita merdeka. Rel KA jelas dalam sejarah KA tidak sekilo meterpun tambahan dari warisan Belanda. Yang lain mungkin telekomunikasi, karena sifatnya landless. Pembangunan kota-kota hingga disebut metropolitan, mungkin yang menonjol di DKI jaman Ali Sadikin yang membangun pola "jaringan radial concentric" itu. Selanjutnya yang terbanyak adalah pembangunan oleh swasta dan swadaya masyarakat, yang mengikuti trend kegiatan/peluang ekonomi. Maksud saya, dengan pengalam sejarah itu, bisa dimenerti kalau yang terjadi adalah akomodari dan fasilitasi atas trend (peluang/kegiatan ekonomi masyarakat). Daripada keberhasilan upaya "mengarahkan atau merubah pola". Dengan demikian, upaya "merubah pola, mengarahkan" oleh Pemerintah adalah upaya yang ekstra besar, yang mesti diikuti dengan rencana kerja dan koordinasi yang ekstra pula. Tantangannya mampukan Pemerintah, dgn berbagai prioritas dan cobaan politik nya pada masa kini, untuk bisa menetapkan prioritas dan upaya yang terfokus. Maka kepedulian media nasional Kompas, Bank Mandiri, Merpati, Para group, Medco, dan berbagai pelaku ekonomi besar, LSM dsb ke KTI, layak diintegrasikan dalam rencana aksi. Salam, Risfan Munir --- In [email protected], isoedrad...@... wrote: > > Bung Risfan and Mba Ida, > Betul pak Risfan, kalau baca PP No. 26/2007 tentang RTRWN' secara cermat, > konsep pengembangan wilayah ut mendorong KTI secara eksplisit sdh ada disana > . Namun kembali, penyeimbangan investasi tdk semudah itu, krn selalu khawatir > kehilangan momentum pertumbuhan di Jawa dan Sumatera. Sehingga dari tahun ke > tahun pola pembangunan tdk berubah. > Powered by Telkomsel BlackBerry® > > -----Original Message----- > From: i_gume...@... > Date: Tue, 6 Apr 2010 16:12:34 > To: <[email protected]> > Subject: Re: [referensi] Pembangunan Wilayah > > Saya udah mendengar ide ini dr pak dorojatun sejak lama. Tapi onvestasi > pemerintah tetap apa dominan ke jawa. Gimana tuh.... > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung > Teruuusss...! > > -----Original Message----- > From: Risfan M <risf...@...> > Date: Tue, 6 Apr 2010 03:56:14 > To: <[email protected]> > Subject: [referensi] Pembangunan Wilayah > > Rekans ysh, > > Mengutip Kompas hari ini (6/4/10): > Pembangunan Wilayah, Saatnya Beraksi di Timur , pulau Jawa adalah masa lalu, > Sumatera dan Kalimantan adalah masa kini, sedangkan Kawasan Timur Indonesia > adalah masa depan. > > Ada yang mengikuti diskusinya? > > Salam, > Risfan Munir >

