Pak BTS ysh. Terima kasih atas penjelasannya. Saya menambahkan catatan beberapa hal yang penting: demand oriented - diversifikasi produk - mode - fashionable, Salam.
-ekadj 2010/5/18 Bambang Tata Samiadji <[email protected]> > > > Pak Eka, dalam bisnis itu: > 1. Ada yang ngikuti selera pasar yang produknya bersifat "job order". Naik > turunnya bisnis tergantung pada selera pasar. Kalau nggak bisa ngikuti > pasar, bisa bangkrut/nggak laku. Contohnya dalam kesenian adalah Wayang > Kulit Non-Pakem. > 2. Ada yang men-segmentasi pasar, yaitu hanya melayani segmen tertentu > saja, misalnya bisnis permata. > 3. Menciptakan pasar, yaitu menciptakan pasar baru, misalnya Alm. Tirto > Utomo yang mengenalkan Aqua di Indonesia, atau industri kreatif yang > sekarang banyak berkembang. > > Dalam soal ukiran furniture, ya ikuti 3 pasar itu, yaitu melayani yang > sifatnya "job order", dengan mempertahankan khas lokal ukiran Serena yang > tetap ada penggemarnya walaupun sedikit, dan juga membuat pasar baru dengan > kreasi-kreasi baru ukiran ala Serenan. > > Thanks. CU. BTS. > > --- Pada *Sel, 18/5/10, - ekadj <[email protected]>* menulis: > > > Dari: - ekadj <[email protected]> > Judul: [referensi] la pensée bourgeoise > Kepada: [email protected] > Tanggal: Selasa, 18 Mei, 2010, 11:08 AM > > > Pak EkoBK dan Referensiers ysb, bila berkenan dan berkesempatan, mohon > kesediaannya pak memberikan pandangan tentang 'la pensee bourgeoise' > terutama karena ada beberapa ungkapan menarik di bawah. Sebelumnya terima > kasih pak. Salam. > > -ekadj > > "... Sekarang ini masak apem, donat, cenil, kripik, kerak, cireng harus > merk franchise dari luar. ..." > > "... Kalimat yang masih 'menancap' di otak saya kurang lebih "Kita harus > mengglobal dengan semangat regional berbasis sumberdaya lokal. Sumberdaya > lokal itu mencakup sumberdaya manusia, alam, budaya, teknologi, dan > finansial." ... Singkatnya, beberapa rekomendasi penelitian JICA tersebut > adalah (1) meningkatkan kualitas meubel terutama pada proses oven agar daya > tahannya lebih baik, (2) Membuat ciri ukir dan meubel sendiri yang khas dan > mencerminkan Serenan atau Solo. ... Otomatis desain dan bahannya tergantung > permintaan buyer. Persoalan itu yang menyebabkan hilangnya 'ciri khas' lokal > meubel serenan yaitu (1) minat warga dan (2) ekonomi global. ..." > > "... "Identitas lokal", kebanggaan budaya, bisa lain dengan "apa yang > dicari pembeli". ... Tapi kenyataan penjualan terbesar dan yang mayoritas > dikerjakan pengrajin di sana adalah "desain bawaan pembeli". Jadi pengrajin > disana keterampilan perkayuannya dipakai untuk menggarap desain pesanan. ... > Pertanyaannya, Anda mau membantu perekonomian mereka, atau menyuruh mereka > jadi pelestari potensi budaya? Yang jelas kompetensi mereka pada > "keterampilan membuat" mebel, ukir asli atau pesanan. ... Kadang buyer hanya > kirim sket kasar, lalu mereka gambar yang baik, atau buat sampel, dipotret, > dikirim untuk dapat kesepakatan. ..." > > "... Penyesuaian dengan selera pasar, seperti berkarya sesuai dengan desain > pesanan yang ada, merupakan alternatif yang sangat logis untuk bertahan dan > berkembang. ..." > > "... Tapi di Sumbar relatif banyak ragam makanan/camilan oleh-oleh yang > tahan lama, seperti juga di Jawa Tengah (terutama alen-alen, yaitu cincin > warna-warni dari singkong, untuk latihan adu "keras" dengan gigi kita he > he). Harapannya semua bisa seperti brownies Amanda, Karya Umbi, Kartika Sari > (Bandung), Christin Hakim (Sumbar), Zulaikha (Medan) dan Bolu Meranti, > Bandeng Semarang, dst ... Mestinya Carrrefour yang melebar di Indonesia, > akan bagus juga kalau baliknya bawa produk-produk kita ke Perancis-ya. ..." > > "... Bung Fajar, pengembangan ekonomi lokal tidak harus produk khas lokal, > tetapi bagaimana menumbuhkan perusahaan lokal menjadi mampu bersaing. ..." > "... Untuk kasus bawang merah di Brebes, bukannya industri rakyat > unggulannya, yaitu telor asin, lebih membutuhkan tingkat keahlian yang lebih > tinggi..? Bukankah apabila dilakukan pembuatan acar bawang dalam botol, maka > pemasarannya bisa dilakukan berdampingan dengan telor asin..? ... Mengapa > tidak dilakukan pengepakan 1 kiloan, 5kiloan, atau 10 kiloan supaya mendapat > harga yang lebih baik..? ..." > > "... Saya sependapat dengan Pak Risfan dan Pak Fajar bahwa pengrajin tidak > harus menghasilkan karya yang selalu bercorak khas daerah mereka. Berkarya > sesuai dengan permintaan pasar juga perlu dilakukan untuk tetap bertahan dan > tentunya mengembangkan usaha. ... Sebagai contoh untuk pemesanan dari > Perancis maka exportirnya si-A > dan kelompok pengrajinnya si B dan seterusnya. ..." > >

