Betul Pak BTS, pindah yuuk ... hehehe. Terlampir dari studi SITRAMP JICA,
perbandingan congestion 2002 dan 2020. Salam.

2010/5/30 Bambang Tata Samiadji <[email protected]>

>
>
>   Bung Eka, kalau praktek ERP di beberapa negara seperti Hongkong,
> Singapore, dan London *mampu mereduksi* *LHR* masing-masing 13%, 27-48%,
> dan 17%, maka ERP ala Indonesia nantinya akan *mampu memindahkan LHR* di
> ruas-ruas jalan lain.
>
> Thanks. CU. BTS.
>
> --- Pada *Sab, 29/5/10, - ekadj <[email protected]>* menulis:
>
>
> Dari: - ekadj <[email protected]>
> Judul: Re: Bls: [referensi] ERP, dasar hukumnya apa?
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Sabtu, 29 Mei, 2010, 3:25 PM
>
>
>  Kak Arys dan Pak Budi ysh. Saya coba bantu jawab sedikit. Congestion
> pricing memang dimaksudkan untuk mereduksi kepadatan lalu lintas yang
> biasanya berlangsung di pusat kota. Jadi sebenarnya tidak terkait langsung
> dengan aspek pendapatan daerah. Beberapa praktek ERP di Hongkong mampu
> mereduksi 13% LHR, ALS Singapura dulu bisa sampai 27-48% dengan memainkan
> instrumen tarif, Multiple cordon system Randstad Belanda bisa mengurangi
> 17%, Central London bisa sampai 40%, dan untuk inner London bisa 15-25%.
> Jadi jaminan penerapan metode seperti ERP adalah reduksi kepadatan
> pergerakan.
> Kalau Jakarta mau menerapkan, harus ada "jaminan" terhadap target reduksi,
> misalnya dalam 20 tahun, dan instrumen tarif seperti di Singapura dapat
> digunakan untuk pengendalian, katakanlah memasang target 20%.
> Bila selama ini sudah ada pengendalian Utara-Selatan (Kota-BlokM) , maka
> seharusnya dibangun pengendalian Barat-Timur, tinggal ditentukan 1-2 titik
> zona. Dengan kata lain, ERP tidak harus menggantikan 3in1. Saran saya dapat
> diterapkan pada jalur-jalur busway dan 'pintu masuk', kira-kira kan sudah
> bisa ditebak lokasinya.
> Tarif congestion pricing pada tiap zona, seperti disinggung Pak Nuzul,
> dapat berbeda sesuai dengan nilai ruangnya.
> Untuk landasan pengaturan, sebaiknya diatur dalam Perda Peraturan Zonasi,
> karena berbicara 'pengendalian'.
> Sementara demikian. Salam.
>
> -ekadj
>
>
>  2010/5/29 <arys_munandar@ 
> yahoo.com<http://id.mc771.mail.yahoo.com/mc/[email protected]>
> >
>
>>
>>   Yth pak budi dab bapak2 ysh
>>
>> Saya sependapat dgn pak budi.
>> Kira2 memungkinkan nggk ya bila ERP itu dilaksanakan tapi tujuan dan
>> hasilnya diperjelas. Misalnya hasil ERP "khusus" digunakan untuk memperbaiki
>> public transport di kota jakarta, jadi semacam subsidi silang. Tapi bisa
>> nggk ya pemerintah kita transparant dan rasional. Mohon pencerahan juga.
>> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>> ------------------------------
>> *From: *senja budi <emailsenjayangbaru@ yahoo.co. 
>> id<http://id.mc771.mail.yahoo.com/mc/[email protected]>>
>>
>> *Sender: *refere...@yahoogrou 
>> ps.com<http://id.mc771.mail.yahoo.com/mc/[email protected]>
>>  *Date: *Fri, 28 May 2010 20:27:41 -0700 (PDT)
>>  *To: *<refere...@yahoogrou 
>> ps.com<http://id.mc771.mail.yahoo.com/mc/[email protected]>
>> >
>> *ReplyTo: *refere...@yahoogrou 
>> ps.com<http://id.mc771.mail.yahoo.com/mc/[email protected]>
>>  *Subject: *Bls: [referensi] ERP, dasar hukumnya apa?
>>
>>
>>   Bapak2 ysh.
>> ERP pada dasarnya itu untuk menarik pajak untuk pendapatan daerah atau
>> untuk mereduksi jumlah kendaraan yang lewat?
>> Saya rasa jika karena tujuan yang kedua saya belum sepakat karena saya
>> rasa uang tidak jadi masalah untuk tetap mengendara mobil bagi mereka,
>> Menurut saya harus ada reset mengenai sensitifitas pengendara dengan pajak
>> ini. kalau hasilnya tidak berpengaruh ya nantinya tetap aja ada macet, dan
>> hanya menambah kas daerah.(dalam artian hanya untuk tujuan yang pertama)
>> Apapun dasar hukumnya, uang dari hasil ERP harus jelas arah dan tujuannya,
>> dan saya harap itu untuk transportasi umum sama dengan pendapat bapak Harya
>> Setyaka.
>>
>> Bapak2 sekalian sebenarnya goal sukses dari ERP itu dari segi apa untuk
>> negara lain(swedia, singapura, london)? seperti pertanyaan awal saya. mereka
>> mengklaim sukses karena apa..
>> Soalnya disisi lain saya melihat selain dari segi program ERP, negara
>> negara itu sudah siap dengan didukung perkembangan transportasi massalnya.
>> jadi tidak murni ERP saja dan hal ini perlu dipertimbangkan. Apakah sudah
>> layak menerapkan ERP kalau transportasi massal saja belum baik di negeri
>> kita.
>>
>> Mohon pencerahan.
>>
>> Salam
>> Senja Budhi Kusuma.
>>
>>
>>  ------------------------------
>> *Dari:* Harya Setyaka <harya.setyaka@ 
>> gmail.com<http://id.mc771.mail.yahoo.com/mc/[email protected]>
>> >
>> *Kepada:* refere...@yahoogrou 
>> ps.com<http://id.mc771.mail.yahoo.com/mc/[email protected]>
>>
>> *Terkirim:* Sab, 29 Mei, 2010 06:57:47
>> *Judul:* Re: [referensi] ERP, dasar hukumnya apa?
>>
>>
>>
>> Singapore memang pioneer dalam hal 'Congestion Pricing' ini.. sebelum ada
>> instrument electronic, tahun 1975 sudah mulai dengan ALS (Area Licensing
>> System) dengan teknologi sticker.
>> Jadi ketika tahun 1998 menerapkan ERP, Singapore hanya melakukan
>> elektronifikasi saja.. tidak ada konsep baru dalam pembatasan/pengenda lian
>> lalu lintas dengan instrument fiscal.
>>
>> London sepertinya lebih canggih technology nya.. digarap bareng oleh
>> antara lain IBM dan Siemens.. Technology nya secara otomatis bisa membaca
>> plat nomor kendaraan, lalu si empunya kendaraan tinggal terima tagihan saja.
>> Kelemahannya adalah kalau plat nomornya dipalsu.
>> Di Singapore pakai system debit, masing-2 kendaraan yang melintas
>> dilengkapi transponder in-vehicle unit..
>>
>>
>> Salam,
>> -K-
>>
>>
>> 2010/5/28 - ekadj <4ek...@gmail. 
>> com<http://id.mc771.mail.yahoo.com/mc/[email protected]>
>> >
>>
>>>
>>>   Saya kira perlu ada penjelasan variasi metode dalam congestion pricing
>>> dari berbagai kota. Basisnya mungkin sama yaitu treatment pada city center.
>>> Tapi sepertinya tidak semua yang ERP. Seperti Singapura kalau tidak salah
>>> pakai area license, dengan stiker. Stockholm pakai metering toll ring. Untuk
>>> London apakah sudah mengikuti metering technology-nya Cambridge, pak? Salam.
>>>
>>>
>>> 2010/5/28 Coba Coba <cobat...@yahoo. 
>>> co.uk<http://id.mc771.mail.yahoo.com/mc/[email protected]>
>>> >
>>>
>>>
>>>>   kisah sukses ERP memang bukan di kota dengan tingkat problem
>>>> lalu-lintas separah jakarta namun di Stockholm, Swedia, di Singapura dan di
>>>> London
>>>>
>>>> Lexy
>>>>
>>>>  ------------------------------
>>>> *From:* Harya Setyaka <harya.setyaka@ 
>>>> gmail.com<http://id.mc771.mail.yahoo.com/mc/[email protected]>
>>>> >
>>>> *To:* refere...@yahoogrou 
>>>> ps.com<http://id.mc771.mail.yahoo.com/mc/[email protected]>
>>>> *Sent:* Fri, 28 May, 2010 5:42:58
>>>>
>>>> *Subject:* Re: [referensi] ERP, dasar hukumnya apa?
>>>>
>>>>
>>>>
>>>>
>>>> Tull betull,... memang pengendalian lalu lintas secara explicit
>>>> tercantum di UU LLAJR, tapi untuk narikin duit dari masyarakat oleh Pemda 
>>>> ya
>>>> dengan UU 28/2009..
>>>> UU LLAJR memang mengatur pengendalian LalLin, tapi pilihan metode dengan
>>>> menerapkan tarif tidak diatur itu... Tapi juga tidak ada larangan.
>>>> ERP menggantikan 3in1 menurut saya sudah tepat untuk tahap pertama...
>>>> btw, selain BlokM-Kota, 3in1 juga dari Pancoran-Grogol lho..
>>>>
>>>> Zona lainnya boleh saja menyusul as appropriate. . btw, mungkin lebih
>>>> tepatnya 'koridor' bukan 'zona'..
>>>>
>>>> Selain Hong Kong dan S'pore, ERP juga diterapkan di London & Stockholm.
>>>> Kalau di London memang lebih tepat disebut Zona.. karena menerapkan
>>>> system Cordon., kalau masuk zone bayar.. sedangkan kalau 3in1 dan Tol hanya
>>>> berlaku kalau memakai 'koridor' (link) dalam jaringan. di London, bayar 1
>>>> kali untuk penggunaan seluruh jaringan di dalam zona pusat kota.
>>>>
>>>>  Sekali lagi, perlu dibedakan antara Tol dengan congestion charging. Tol
>>>> untuk mengembalikan biaya investasi pembangunan jalan. Congestion Charging
>>>> mengenakan biaya atas eksternalitas yang ditimbulkan pengguna kendaraan
>>>> terhadap sesama pengguna jalan.
>>>>
>>>> Kalau semua jalan mau di-charging, mendingan BBM saja yg dipajak.. lebih
>>>> ringkas.
>>>>
>>>> Salam,
>>>> -K-
>>>>
>>>>
>>>>
>>>>
>>>>
>>>>
>>>>  2010/5/27 - ekadj <4ek...@gmail. 
>>>> com<http://id.mc771.mail.yahoo.com/mc/[email protected]>
>>>> >
>>>>
>>>>>
>>>>>   Pak Lexy dan Referensiers ysh. Iseng sok ikut-campur, ERP bukankah
>>>>> dimaksudkan untuk road pricing for congestion management? Jadi intinya
>>>>> 'pengendalian lalu-lintas' melalui road-charging? Harusnya rujukannya UU
>>>>> LLAJR (dan buku-buka rencana)?
>>>>> Boleh tahu dimana saja sudah diterapkan? Dari referensi saya,
>>>>> sepertinya baru Hongkong yang menerapkan. Prasyarat: perlunya penentuan
>>>>> zona-zona.
>>>>> Kalau ERP diterapkan untuk mengganti 3in1, rasanya nggak kreatif deh,
>>>>> karena masih 1 zona. Kan kemacetan parah di Jakarta ada di banyak titik.
>>>>> Sementara ini dalam catatan saya Jakarta masih terdiri dari 3 zona:
>>>>> zona 3in1 di koridor Sisingamangaraja s/d Merdeka Barat, zona jalan tol, 
>>>>> dan
>>>>> zona jalan non-tol ?
>>>>> Mohon pencerahan rekan-rekan. Salam.
>>>>>
>>>>> -ekadj
>>>>>
>>>>>
>>>>>  2010/5/27 Coba Coba <cobat...@yahoo. 
>>>>> co.uk<http://id.mc771.mail.yahoo.com/mc/[email protected]>
>>>>> >
>>>>>
>>>>>
>>>>>>    teknologinya ada dan sudah diterapkan di banyak negara
>>>>>>
>>>>>> Leksmono
>>>>>>
>>>>>>  ------------------------------
>>>>>> *From:* ukonisme <ukon...@yahoo. 
>>>>>> com<http://id.mc771.mail.yahoo.com/mc/[email protected]>
>>>>>> >
>>>>>> *To:* refere...@yahoogrou 
>>>>>> ps.com<http://id.mc771.mail.yahoo.com/mc/[email protected]>
>>>>>>
>>>>>> *Sent:* Thu, 27 May, 2010 14:51:57
>>>>>>
>>>>>> *Subject:* Re: [referensi] ERP, dasar hukumnya apa?
>>>>>>
>>>>>>
>>>>>> Ngomong2 bisa ga ya jalan tol sistem pembayarannya di ERP-in, biar ga
>>>>>> ada lagi antrian di pintu tol.
>>>>>>
>>>>>>
>>>>>> Salam.
>>>>>> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>>>>>> ------------------------------
>>>>>> *From: *"Benedictus Dwiagus S." <bdwia...@gmail. com>
>>>>>> *Sender: *refere...@yahoogrou ps.com
>>>>>>  *Date: *Thu, 27 May 2010 03:13:46 +0000
>>>>>> *To: *<refere...@yahoogrou ps.com>
>>>>>> *ReplyTo: *refere...@yahoogrou ps.com
>>>>>>  *Subject: *Re: [referensi] ERP, dasar hukumnya apa?
>>>>>>
>>>>>>
>>>>>>  Pak BTS dan rekan lain
>>>>>>
>>>>>> Gara-gara email pak B.Tata ini saya jadi penasaran intip UU 28/2009.
>>>>>> Lain kali Pak BTS bikin summary referensinya dong huahahhahaa. Just guyon
>>>>>> pak
>>>>>>
>>>>>> Kalau baca pasal 140, ERP mungkin terdefinisi masuk dalam retribusi
>>>>>> perizinan tertentu karena ini pengaturan pemanfaatan ruang utk mlindungi
>>>>>> kepentingan umum dan lingkungan.
>>>>>>
>>>>>> Tapi memang tidak dalam listnya di pasal 141
>>>>>> Tapi kalau liat pasal berikutnya memungkinkan untuk bikin retribusi
>>>>>> macam ini di luar list di pasal 141. Tapi butuh sebuah Peraturan 
>>>>>> Pemerintah.
>>>>>> Tapi sekarang belum ada PP itu....
>>>>>>
>>>>>> Tapi itu menurut saya sih...
>>>>>> Ah kebanyakan tapi-nya nih
>>>>>>
>>>>>> Cheers
>>>>>> Dwiagus
>>>>>>
>>>>>>
>>>>>> »»» digowes dari Rempoa dengan BikeBerry® ~ Genjot Teruuusss... !!!
>>>>>> ------------------------------
>>>>>>
>>>>>
>>>>>
>>>>
>>
>>
>
> 
>

Kirim email ke