Setuju dengan mas Yedi..
Sebenarnya, berdasarkan aturan information security, semua data 
nasabah perusahaan keuangan (bank/insurance) itu dikategorikan 
sebagai data rahasia, sensitive data karena berhubungan dengan jati 
diri dan penghasilan.
Mungkin ini bisa dilaporkan ke YLKI.. 

Kalau sekedar cross selling sih OK, di insurance company, ini hal 
yang biasa dilakukan. si A sudah pernah beli life insurance, maka 
dia akan ditawarkan lagi untuk membeli varian produk perusahan 
asuransi itu, asuransi kesehatan misalnya.

Saya juga selalu bertanya2 dari mana orang2 ini mendapatkan datanya.
Kalo tanya orang telemarketingnya, mereka sih tidak tahu apa-apa,
karena mereka tidak mengerti teknologi.
yang mereka tahu hanya ada list of data yang harus mereka follow up 
untuk ditawari barang..

Tapi sejauh ini, yang saya lakukan adalah mendahului menolak mereka 
(tentu dengan bahasa yang baik:)) sebelum mereka bicara panjang 
lebar tentang produk yang mereka tawarkan..

wasalam
-dwip-

--- In [email protected], "Yedi Chrisnandhi" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Bismillahirrahmannirrahim
> 
> Dear Sahabat Milis...
> Beberapa bulan ini saya sempat terganggu dengan adanya 
Telemarketing (Via
> telepon), baik kerumah, kantor maupun telepon genggam saya. Rata-
rata mereka
> tawarkan kartu kredit, investasi dan member card perjalanan atau 
member
> card  club-club tertentu.
> 
> Daari mana mereka punya data saya? No HP, Rumah, bahkan Kantor?
> kata teman saya sih data tersebut bisa di dapat karena bank suka 
juga
> menjual data nasabahnya,biasanya data nasabah yang "Terlihat 
sehat"/
> "Terlihat baik" serta potensial.
> 
> oh iya, harga dari data tersebut  katanya Rp 500 / data (betul 
enggak sih?)
> 
> Kalo iya, bukankah itu melanggar privacy nasabahnya? dan bisa saja 
disalah
> gunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab?
> 
> Jam mereka telepon biasanya jam sibuk bahkan ada yang sampai jam 
20.00 dan
> pada hari minggu pula!
> Pada jam-jam tersebut biasanya konsentrasi kita sedang fokus pada 
hal yang
> lain atau dalam kondisi lelah, sehingga kalau kita kurang hati-
hati bisa
> terkena "marketing trap" kan?
> 
> Dan yang menjengkelkan kadang-kadang mereka suka maksa atau merayu 
lho!
> 
> hehe2 maafkan nih rada esmosi, mohon masukannya :-)
> 
> Hatur nuhun
> 
> 
> 
> Yang lagi jengkel >:-(
> 
> <-- Seorang Yedi -->
> 
> 
> 
> 
> Yedi Chrisnandhi
> www.revota.com
> 
> 0818.633.366
> 022.700.700.56
>


Kirim email ke