Dialog kecil seorang PAHLAWAN Pada hari Jumat, 27 Juni 2008, Sekitar 40an orang rombongan Kyai dan Ulama serta beberpa orang terharu biru setelah mengamini do’a yang dipanjatkan seorang Kyai dari Jawa Barat yang syahdu dan diakhiri dengan intonasi yang bersemangat mengundang jiwa kepahlawanan. Kemudian para kyai dan Ulama tersebut dengan masih dengan Isak tangis harunya mereka berjabat tangan dan berpelukan dengan Munarman dan tak lupa mereka berpesan agar Munarman tetap Istiqomah memperjuangkan tegaknya hukum Allah di bumi tercinta ini. Setalah rombongan para Kyai dan Ulama membubarkan diri untuk kembali ke pondok pesantrennya masing-masing selanjutnya mereka turun dari lantai 3. Kemudian saya mengajak para Mahasiswa dan seorang Rektor PT yang masih tersisa di POLDA untuk bersilaturakhmi dengan Habieb Rizieq Shihab di lantai 1 Penjara Narkoba POLDA Metro Jaya. Disana sudah ada beberapa orang yang bersilaturakhim dengan Habieb, salah satunya adalah rombongan kaum Muslimin dari Papua, pimpinan mereka mengatakan akan berjuang bersama Habieb Rizieq sampai titik darah penghabisan. “Bib supaya anak-anak muda kami kebal senjata tolong Bib air mineral ini mohon Habib do’ain” Kata si pimpinan Rombongan dengan suara yang lantang dan dengan penuh semangat. Dengan tenang dan bijaksana serta pandangan yang menyapu seluruh tamu di Lantai 1 POLDA Metro Jaya, Habieb menyampaikan nasehatnya “Ustad kalau anak-anak muda kebal senjata kapan Mati Syahidnya mereka, sedangkan sahabat-sahabat Nabi saja ketika berperang banyak mengalami luka-luka yang parah, dan mereka tetap berjuang di jalan ALLAH SWT, sampai Syahidnya” Subhanallah...............suatu dialog kecil yang benar-benar tidak saya duga. Untuk kesekian kalinya saya terkesiap oleh kebijaksanaan seorang Habieb Rizieq Shihab. Mungkin cerita saya ini tidak banyak berpengaruh pada saat ini, tapi saya yakin ketika perjuangan menegakkan Hukum Allah di Bumi kita tercinta ini terlaksana (dan Insya Allah tidak akan lama lagi terjadi), cerita kecil ini akan sangat bermanfaat, seperti cerita Mendiang Bung Karno & Bung Hatta bersama Des Alwi, atau Almarhum Panglima Besar Jenderal Sudirman ditengah-tengah perjalanannya bergerilya. Baru berpuluh-puluh tahun kemudian cerita-certia kecil ini muncul dan kita tahu bagaimana jiwa kepahlawanan mereka memang sudah dikaruniakan Allah kepada para pahlawan kita yang Istiqomah. Wassalam
