Bismillahirrrahmannirrahim.... Jalan Dakwah itu.. Jalan penuh bala dan mihnah Jalan yang panjang Jalan yang sedikit sekali orang menapakinya Tapi Jalan yang Besar sekali ganjarannya....
Subhanallah... Rasanya kita bukan apa2 dibandingkan mereka ya? Mungkin kita hanya penonton dipinggir jalan saja,tidak bisa berbuat apa-apa sekedar menyemangati dan mendoakan mereka... Upaya selemah-lemah iman... 2008/6/30 nunuzainulfuad <[EMAIL PROTECTED]>: > Betul akh... > kalau kebal senjata kapan syahidnya... > > Ungkapan "hingga ke Tetes darah penghabisan" saya kira terlalu > ekstrim, padahal seharusnya "wala tusrifuu" > > Saya melihat dlm wacana hidup, biasanya orang-orang yang berbicara > tinggi ekstrim akan jatuh ekstrim. Hidup ini memang harus stabil, > selalu dalam kontrol ketaqwaan. Wallahu a'lam. > > Kang Zen > > > --- In [email protected] <rezaervani%40yahoogroups.com>, Civic > Mohammad <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Dialog kecil seorang PAHLAWAN > > > > Pada hari Jumat, 27 Juni 2008, Sekitar 40an orang rombongan Kyai dan > Ulama serta beberpa orang terharu biru setelah mengamini do'a yang > dipanjatkan seorang Kyai dari Jawa Barat yang syahdu dan diakhiri > dengan intonasi yang bersemangat mengundang jiwa kepahlawanan. > Kemudian para kyai dan Ulama tersebut dengan masih dengan Isak tangis > harunya mereka berjabat tangan dan berpelukan dengan Munarman dan tak > lupa mereka berpesan agar Munarman tetap Istiqomah memperjuangkan > tegaknya hukum Allah di bumi tercinta ini. > > > > Setalah rombongan para Kyai dan Ulama membubarkan diri untuk kembali > ke pondok pesantrennya masing-masing selanjutnya mereka turun dari > lantai 3. Kemudian saya mengajak para Mahasiswa dan seorang Rektor PT > yang masih tersisa di POLDA untuk bersilaturakhmi dengan Habieb Rizieq > Shihab di lantai 1 Penjara Narkoba POLDA Metro Jaya. Disana sudah ada > beberapa orang yang bersilaturakhim dengan Habieb, salah satunya > adalah rombongan kaum Muslimin dari Papua, pimpinan mereka mengatakan > akan berjuang bersama Habieb Rizieq sampai titik darah penghabisan. > "Bib supaya anak-anak muda kami kebal senjata tolong Bib air mineral > ini mohon Habib do'ain" Kata si pimpinan Rombongan dengan suara yang > lantang dan dengan penuh semangat. Dengan tenang dan bijaksana serta > pandangan yang menyapu seluruh tamu di Lantai 1 POLDA Metro Jaya, > Habieb menyampaikan nasehatnya "Ustad kalau anak-anak muda kebal > senjata kapan Mati Syahidnya mereka, sedangkan sahabat-sahabat Nabi saja > > ketika berperang banyak mengalami luka-luka yang parah, dan mereka > tetap berjuang di jalan ALLAH SWT, sampai Syahidnya" > Subhanallah...............suatu dialog kecil yang benar-benar tidak > saya duga. Untuk kesekian kalinya saya terkesiap oleh kebijaksanaan > seorang Habieb Rizieq Shihab. > > > > Mungkin cerita saya ini tidak banyak berpengaruh pada saat ini, tapi > saya yakin ketika perjuangan menegakkan Hukum Allah di Bumi kita > tercinta ini terlaksana (dan Insya Allah tidak akan lama lagi > terjadi), cerita kecil ini akan sangat bermanfaat, seperti cerita > Mendiang Bung Karno & Bung Hatta bersama Des Alwi, atau Almarhum > Panglima Besar Jenderal Sudirman ditengah-tengah perjalanannya > bergerilya. Baru berpuluh-puluh tahun kemudian cerita-certia kecil ini > muncul dan kita tahu bagaimana jiwa kepahlawanan mereka memang sudah > dikaruniakan Allah kepada para pahlawan kita yang Istiqomah. > > > > Wassalam > > > > > > > > > -- Yedi Chrisnandhi Revota!Softlabs www.revota.com 0818.633.366 022.9118.0879
