Masih banyak Orang lokal berpikir bule itu yg paling pandai.

Padahal kalau di lihat saat ini . mereka urus negri sendiri saja, nga
selesai selesai.


2013/7/6 <[email protected]>

> **
>
>
> Hebat pemikirannya, tapi kok ya, retail lokal kok tetap kena hal yang sama.
> Tanya kenapa ???????????
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ------------------------------
> *From: * [email protected]
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Sat, 6 Jul 2013 12:10:04 +0000
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *Re: [saham] Setelah Men-downgrade IHSG, Morgan Stanley
> Dikritik Perkeruh Market
>
>
>
> ** Pak H Y, mungkin itu yang dimaksud juga dengan kelebihan pemilik, kick
> out dulu pemilik yang lain.. :-)
>
> Salam,
> Rudi.
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ------------------------------
> *From: * "H Y" <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Sat, 6 Jul 2013 11:56:52 +0000
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *Re: [saham] Setelah Men-downgrade IHSG, Morgan Stanley
> Dikritik Perkeruh Market
>
>
>
> ** Itu kan punya maksud,
> Agar para investor asing taking profit serempak... Menimbulkan kepanikan
> bagi trader lokal... Hingga akhirnya ikut2an cutlose sesuai ajaran para
> analyst sekuritas.
>
> Saat kepanikan itu mulai reda... Menyisahkan trauma dan ketakutan utk
> memulai ambil posisi buy kembali...
>
> Saat itulah mereka perlahan, dikit2... Kumpulin saham2 yg sdh terdiskon.
> Setelah stok banyak... Baru deh keluarin good news... Dipancing dengan bit
> volume besar... Padahal yg jual dan beli sami mawon... Harga melambung...
> Trader lokal baru mulai ada keberanian beli... Saat kepercayaan memasuki
> fase eforia... Langsung deh diguyuuuur habis2an disertai bad news....
>
> :)
>
>
> Supaya bisa dapat barang murah lagi...
> Salam Trader,
>
> H Y
> ©2013
> Hidupmu adalah Imajinasimu ™
> http://twitter.com/HQ_Trader
>
> ...sent from my BlackBerry® Z10
> ------------------------------
> *From: * "T Jayamudita" <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Sat, 6 Jul 2013 18:31:55 +0700
> *To: *milis obrolan-bandar<[email protected]>; milis saham<
> [email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *[saham] Setelah Men-downgrade IHSG, Morgan Stanley Dikritik
> Perkeruh Market
>
>
>
> **
>   Friday, July 05, 2013       13:51 WIB
>  Setelah Men-downgrade IHSG, Morgan Stanley Dikritik Perkeruh Market
> *Ipotnews* - Analis sekuritas menilai riset Morgan Stanley dapat membuat
> kondisi pasar modal Indonesia semakin tidak kondusif. Riset tersebut juga
> bersifat negatif karena memberikan gambaran tentang kondisi pasar modal
> Indonesia yang bukan lagi tempat yang nyaman untuk berinvestasi.
>
> Sebelumnya kepala Morgan Stanley (MS) yang berbasis di New York, Jonathan
> Garner, memberikan gambaran bahwa pasar modal Indonesia bukan lagi tempat
> yang nyaman bagi investor untuk berinvestasi. Pasar ekuitas Indonesia
> diturunkan menjadi underweight (jenuh jual) dari equalweight (normal).
>
> "Pasar saham Indonesia merupakan yang paling rentan di Asia Tenggara untuk
> pelarian modal di tengah valuasi mahal saham berkapitalisasi besar oleh
> investor asing," ujar Garner, seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat (5/7).
>
> Oleh Morgan Stanley, IHSG juga divaluasi aktiva bersihnya sebesar 2,8 kali
> aktiva bersih. Jumlah tersebut adalah yang tertinggi diantara 17 pergerakan
> ekuitas Asia, bahkan setelah mengalami pelemahan 11% dari level
> tertingginya di 20 Mei 2013.
>
> "Indonesia masih merupakan negara yang relatif kelebihan kepemilikan
> (overowned)," tulis Garner dan koleganya di Hong Kong, Yang Bai dan Pankaj
> Mataney.
>
> Berdasarkan data Bloomberg, selama tujuh tahun terakhir, investor asing
> memang telah melakukan beli bersih (net buy) di pasar modal Indonesia
> dengan jumlah sebesar US$16 miliar. Akan tetapi, pada 2013 ini, investor
> asing telah melakukan jual bersih (net sell) senilai US$210 juta.
>
> Rating tersebut juga didasari oleh riset PT CIMB Securities Indonesia tiga
> hari yang lalu. Dalam riset tersebut disebutkan, CIMB Securities Indonesia
> memangkas rekomendasi saham-saham di bursa lokal terkait potensi inflasi
> dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
>
> Kepala Riset PT Trust Securities, Reza Priyambada, menilai riset tersebut
> dirilis oleh Morgan Stanley pasca Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan
> ekonomi Indonesia di 2013 menjadi 5,9% karena kenaikan inflasi yang dapat
> mengganggu permintaan domestik dan melemahkan investasi. Pemerintah
> menaikkan harga BBM dalam negeri pada bulan lalu untuk pertama kalinya
> sejak 2008.
>
> "Dalam penilaian kami, pernyataan dari Morgan Stanley tersebut dapat
> membuat kondisi pasar modal Indonesia semakin tidak kondusif dan memberi
> gambaran pasar modal Indonesia bukan lagi tempat yang nyaman untuk
> berinvestasi," ujar Reza, Jumat (5/7).
>
> Jika memang demikian, lanjut Reza, maka pihaknya  menilai kondisi
> fundamental emiten tidak dapat menjadi dasar penilaian dari para investor
> untuk memilih suatu saham. Padahal realita yang terjadi di sepanjang
> semester pertama 2013 adalah investor asing telah membukukan keuntungan
> lebih dari Rp1 triliun dari selisih beli bersih dan jual bersih.
>
> "Akankah mereka (Morgan Stanley) akan kembali mengeruk keuntungan di
> tengah kondisi pasar yang panik? Sungguh penilaian yang tidak mendasar dan
> hanya membuat pelaku pasar panik tanpa ada solusi bagaimana memajukan pasar
> modal Indonesia," kritik dia.
>
> (Rheza Andhika/mk)
>
>
>
> 
>

Kirim email ke